Selasa, 03 Feb 2026 16:25 WIB

Ancam Demo, Kader Kesehatan Pabean Curhat Beratnya Tugas Kader Surabaya Hebat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 06 Mar 2022 18:01 WIB
Fuad Benardi saat menerima kader Kesehatan
Fuad Benardi saat menerima kader Kesehatan

selalu.id - Ibu-ibu kader kesehatan Pabean berkeluh kesah kepada Ketua Gerakan Arek Suroboyo (GAS), Fuad Benardi, Minggu (6/3/2022). GAS adalah relawan pemenangan Eri-Armuji saat Pilwali Surabaya lalu.

Kepada selalu.id, Fuad menerangkan bahwa ibu-ibu tersebut mengeluhkan beban pekerjaan yang dirasa berat sejak diberlakukannya kebijakan kader Surabaya Hebat oleh wali Kota Eri Cahyadi.

Baca Juga: Pemkot Cover BPJS Ketenagakerjaan 28 Ribu Kader Surabaya Hebat

"Para Ibu-ibu menyampaikan bahwa saat ini dalam melakukan kerja sosial sebagai kader kesehatan, lingkungan, posyandu awal mulainya sosial tanpa ada gaji apapun. Kemudian ketika zamannya bu Risma,sebagai bentuk penghargaan buat para kader diberikan gaji 28rbu. Kalau dibilang cukup ya ndak,  namun karena berangkat dari sosial dan niat membantu masyarakat, katanya tadi," ujar Fuad.

Disebutkan, para kader Surabaya Hebat tersebut dibebankan 15 komponen yang harus dijalankan, dengan 3 orang personel pada setiap wilayah rukun tetangga (RT).

"Ibu-ibu tadi bilang, Bener secara nominal dinaikkan menjadi 400rbu namun,beban kerjanya nambah menjadi sangat berat. Salah satu tupoksi kader Surabaya hebat adalah advokasi warga sakit ke RS yang mana terkadang ndak cuman tenaga, namun ada biaya, katanya begitu," imbuh Fuad.

Akibat terlalu berat beban pekerjaanya, para kader membandingkan zaman kepemimpinan Wali Kota Risma dengan Eri Cahyadi perlakuan terhadap kader.

Baca Juga: Wali Kota Eri Bakal Bentuk Koordinator KSH di Semua Bidang, Ini Tujuannya

"Salah satu kader tadi juga bilang bahwa benar secara nominal dinaikkan menjadi Rp 400 ribu, namun beban kerjanya bertambah menjadi sangat berat. Saat ini dengan kebijakan Walikota Eri Cahyadi yang katanya penerus bu Risma, nyatanya malah menyakiti hati para kader. Ibu kader tadi membandingkan seperti itu," kata putra sulung Mensos Risma ini.

Mendengar keluhan ini, Fuad meminta Pemerintah Kota Surabaya agar segera mencairkan fee para kader yang sampai saat ini masih tertunda.

"Saya mewakili relawan GAS yang mengusung ErJi dalam pilwali kemarin mendesak Pemkot utk mencairkan hak mereka bulan Januari - Februari sesuai dengan kerja yg sudah dilakukan," imbuhnya.

Baca Juga: Kader Surabaya Hebat Kecamatan Tandes Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan

Fuad juga menyampaikan para kader mengancam akan menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota jika hak selama Januari-Februari mereka belum terbayar.

"Tadi ngomongnya mau demo kalau sampai tanggal 10 Maret hak mereka belum diterima," pungkas Fuad. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.