Jumat, 05 Jun 2026 21:34 WIB

Ancam Demo, Kader Kesehatan Pabean Curhat Beratnya Tugas Kader Surabaya Hebat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 06 Mar 2022 18:01 WIB
Fuad Benardi saat menerima kader Kesehatan
Fuad Benardi saat menerima kader Kesehatan

selalu.id - Ibu-ibu kader kesehatan Pabean berkeluh kesah kepada Ketua Gerakan Arek Suroboyo (GAS), Fuad Benardi, Minggu (6/3/2022). GAS adalah relawan pemenangan Eri-Armuji saat Pilwali Surabaya lalu.

Kepada selalu.id, Fuad menerangkan bahwa ibu-ibu tersebut mengeluhkan beban pekerjaan yang dirasa berat sejak diberlakukannya kebijakan kader Surabaya Hebat oleh wali Kota Eri Cahyadi.

Baca Juga: Melalui Kader Surabaya Hebat, Pemkot Pantau Kesehatan Warga Secara Digital

"Para Ibu-ibu menyampaikan bahwa saat ini dalam melakukan kerja sosial sebagai kader kesehatan, lingkungan, posyandu awal mulainya sosial tanpa ada gaji apapun. Kemudian ketika zamannya bu Risma,sebagai bentuk penghargaan buat para kader diberikan gaji 28rbu. Kalau dibilang cukup ya ndak,  namun karena berangkat dari sosial dan niat membantu masyarakat, katanya tadi," ujar Fuad.

Disebutkan, para kader Surabaya Hebat tersebut dibebankan 15 komponen yang harus dijalankan, dengan 3 orang personel pada setiap wilayah rukun tetangga (RT).

"Ibu-ibu tadi bilang, Bener secara nominal dinaikkan menjadi 400rbu namun,beban kerjanya nambah menjadi sangat berat. Salah satu tupoksi kader Surabaya hebat adalah advokasi warga sakit ke RS yang mana terkadang ndak cuman tenaga, namun ada biaya, katanya begitu," imbuh Fuad.

Akibat terlalu berat beban pekerjaanya, para kader membandingkan zaman kepemimpinan Wali Kota Risma dengan Eri Cahyadi perlakuan terhadap kader.

Baca Juga: Pemkot Cover BPJS Ketenagakerjaan 28 Ribu Kader Surabaya Hebat

"Salah satu kader tadi juga bilang bahwa benar secara nominal dinaikkan menjadi Rp 400 ribu, namun beban kerjanya bertambah menjadi sangat berat. Saat ini dengan kebijakan Walikota Eri Cahyadi yang katanya penerus bu Risma, nyatanya malah menyakiti hati para kader. Ibu kader tadi membandingkan seperti itu," kata putra sulung Mensos Risma ini.

Mendengar keluhan ini, Fuad meminta Pemerintah Kota Surabaya agar segera mencairkan fee para kader yang sampai saat ini masih tertunda.

"Saya mewakili relawan GAS yang mengusung ErJi dalam pilwali kemarin mendesak Pemkot utk mencairkan hak mereka bulan Januari - Februari sesuai dengan kerja yg sudah dilakukan," imbuhnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Bakal Bentuk Koordinator KSH di Semua Bidang, Ini Tujuannya

Fuad juga menyampaikan para kader mengancam akan menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota jika hak selama Januari-Februari mereka belum terbayar.

"Tadi ngomongnya mau demo kalau sampai tanggal 10 Maret hak mereka belum diterima," pungkas Fuad. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.