Jumat, 04 Sep 2026 18:35 WIB

Ecoton Digandeng SD Muhammadiyah 3 Ikrom Gelar Ramadhan Ramah Lingkungan

Para siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo sedang berkegiatan pengelolaan sampah organik. (Foto: dony/selalu.id)
Para siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo sedang berkegiatan pengelolaan sampah organik. (Foto: dony/selalu.id)

selalu.id – Momen Ramadan selain bisa digunakan untuk meningkatkan spiritualitas, juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkugan. Untuk itu SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo bekerja sama dengan Ecoton.

Baca Juga: Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Mereka menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Isi Ramadan dengan Belajar Gaya Hidup Ramah Lingkungan” di RT 5, RW 3, Kelurahan Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Kegiatan yang melibatkan kader Adiwiyata sekolah ini fokus pada sosialisasi dan praktik langsung pengelolaan sampah organik bersama warga setempat.
 
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Nur Suciati, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Kita ingin kader Adiwiyata tidak hanya menguasai ilmu di sekolah, tetapi juga mampu berdampak nyata di tengah masyarakat,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
 
Firly Mas’ulatul Jannah, Koordinator Zero Waste Cities Ecoton, menjelaskan bahwa sampah organik mendominasi hingga 40-60�ri total sampah di daerah ini. “Pengelolaan harus dimulai dari sumber, yaitu rumah tangga dengan memilahkan dan mengolah sampah organik menjadi kompos atau eco enzyme. Hal ini akan menekan volume sampah ke TPA sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan,” jelasnya.
 
Selain sampah organik, keberadaan sampah plastik khususnya saset jadi perhatian yang dikemukakan dalam kegiatan ini. “Pengurangan konsumsi dan sistem penggunaan ulang adalah solusi utama. Jika tidak dimulai dari sumber, persoalan sampah akan terus berulang dan menjadikan masyarakat tergantung pada plastik sekali pakai,” tegasnya.
 
Ketua PKK setempat, Sutiani Suwito, mengapresiasi kegiatan yang digelar di bulan Ramadan ini. “Momentum bulan suci yang penuh refleksi sangat tepat untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan. Ibu-ibu sangat mendukung dan berharap ada kegiatan lanjutan, terutama pembuatan eco enzyme yang bisa diolah menjadi sabun atau pupuk,” ungkapnya.
 
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader Adiwiyata dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya aktif di sekolah, tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan nilai kepedulian tidak hanya kepada sesama, tetapi juga terhadap alam semesta.

Baca Juga: Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.