Sabtu, 07 Mar 2026 21:40 WIB

Ecoton Digandeng SD Muhammadiyah 3 Ikrom Gelar Ramadhan Ramah Lingkungan

Para siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo sedang berkegiatan pengelolaan sampah organik. (Foto: dony/selalu.id)
Para siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo sedang berkegiatan pengelolaan sampah organik. (Foto: dony/selalu.id)

selalu.id – Momen Ramadan selain bisa digunakan untuk meningkatkan spiritualitas, juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkugan. Untuk itu SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo bekerja sama dengan Ecoton.

Baca Juga: Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Mufti Ajak Publik Perkuat Toleransi

Mereka menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Isi Ramadan dengan Belajar Gaya Hidup Ramah Lingkungan” di RT 5, RW 3, Kelurahan Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Kegiatan yang melibatkan kader Adiwiyata sekolah ini fokus pada sosialisasi dan praktik langsung pengelolaan sampah organik bersama warga setempat.
 
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Nur Suciati, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Kita ingin kader Adiwiyata tidak hanya menguasai ilmu di sekolah, tetapi juga mampu berdampak nyata di tengah masyarakat,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
 
Firly Mas’ulatul Jannah, Koordinator Zero Waste Cities Ecoton, menjelaskan bahwa sampah organik mendominasi hingga 40-60�ri total sampah di daerah ini. “Pengelolaan harus dimulai dari sumber, yaitu rumah tangga dengan memilahkan dan mengolah sampah organik menjadi kompos atau eco enzyme. Hal ini akan menekan volume sampah ke TPA sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan,” jelasnya.
 
Selain sampah organik, keberadaan sampah plastik khususnya saset jadi perhatian yang dikemukakan dalam kegiatan ini. “Pengurangan konsumsi dan sistem penggunaan ulang adalah solusi utama. Jika tidak dimulai dari sumber, persoalan sampah akan terus berulang dan menjadikan masyarakat tergantung pada plastik sekali pakai,” tegasnya.
 
Ketua PKK setempat, Sutiani Suwito, mengapresiasi kegiatan yang digelar di bulan Ramadan ini. “Momentum bulan suci yang penuh refleksi sangat tepat untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan. Ibu-ibu sangat mendukung dan berharap ada kegiatan lanjutan, terutama pembuatan eco enzyme yang bisa diolah menjadi sabun atau pupuk,” ungkapnya.
 
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader Adiwiyata dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya aktif di sekolah, tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan nilai kepedulian tidak hanya kepada sesama, tetapi juga terhadap alam semesta.

Baca Juga: Balita 3,5 Tahun di Kemangsen Sidoarjo Tewas Dianianya Ayah Kandung

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pasokan BBM Jelang Idul Fitri Melimpah, Bupati Jember: Jangan Panic Buying

Berdasarkan laporan Pertamina, stok BBM di wilayah Jember tidak hanya cukup, tetapi juga tersedia dalam jumlah melimpah.

Pasar Ikan Gunungsari Surabaya Ramai di Bulan Ramadhan, Omzet Pedagang Naik Signifikan

Khusunya pada hari Sabtu, kawasan pasar selalu dipadati pengunjung yang sebagian besar menjadikannya sebagai tempat ngabuburit.

Mobil CRV Laka Tunggal di Masjid Al Akbar Surabaya Sempat Terbang dan Jungkir-balik 

"Mobilnya terbang tinggi, terus terbalik dan nggosrot ada garis putih di jalan," ujar saksi mata Zainul

Vidi Aldiano Tutup Usia

Vidi Aldiano meninggal dunia di usia 35 tahun. Ia sebelumnya mengalami sakit kanker ginjal stadium tiga sejak Desember 2019.

Mobil Terbalik di Kawasan Masjid Al Akbar Surabaya, Diduga Laka Tunggal

Mobil itu dalam posisi terbalik saat warga dan pelintas jalan mulai mengerumuni dan mengabadikan peristiwa ini.

Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat

Pelangi yang tampak melingkupi air terjun menciptakan pemandangan yang mempesona dan menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan.