Sabtu, 28 Feb 2026 16:46 WIB

Ecoton Digandeng SD Muhammadiyah 3 Ikrom Gelar Ramadhan Ramah Lingkungan

Para siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo sedang berkegiatan pengelolaan sampah organik. (Foto: dony/selalu.id)
Para siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo sedang berkegiatan pengelolaan sampah organik. (Foto: dony/selalu.id)

selalu.id – Momen Ramadan selain bisa digunakan untuk meningkatkan spiritualitas, juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkugan. Untuk itu SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo bekerja sama dengan Ecoton.

Baca Juga: Dilaporkan Bupati Sidoarjo, Suami Wabup Mimik Idayana Penuhi Panggilan Polda Jatim

Mereka menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Isi Ramadan dengan Belajar Gaya Hidup Ramah Lingkungan” di RT 5, RW 3, Kelurahan Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Kegiatan yang melibatkan kader Adiwiyata sekolah ini fokus pada sosialisasi dan praktik langsung pengelolaan sampah organik bersama warga setempat.
 
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Nur Suciati, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Kita ingin kader Adiwiyata tidak hanya menguasai ilmu di sekolah, tetapi juga mampu berdampak nyata di tengah masyarakat,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
 
Firly Mas’ulatul Jannah, Koordinator Zero Waste Cities Ecoton, menjelaskan bahwa sampah organik mendominasi hingga 40-60�ri total sampah di daerah ini. “Pengelolaan harus dimulai dari sumber, yaitu rumah tangga dengan memilahkan dan mengolah sampah organik menjadi kompos atau eco enzyme. Hal ini akan menekan volume sampah ke TPA sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan,” jelasnya.
 
Selain sampah organik, keberadaan sampah plastik khususnya saset jadi perhatian yang dikemukakan dalam kegiatan ini. “Pengurangan konsumsi dan sistem penggunaan ulang adalah solusi utama. Jika tidak dimulai dari sumber, persoalan sampah akan terus berulang dan menjadikan masyarakat tergantung pada plastik sekali pakai,” tegasnya.
 
Ketua PKK setempat, Sutiani Suwito, mengapresiasi kegiatan yang digelar di bulan Ramadan ini. “Momentum bulan suci yang penuh refleksi sangat tepat untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan. Ibu-ibu sangat mendukung dan berharap ada kegiatan lanjutan, terutama pembuatan eco enzyme yang bisa diolah menjadi sabun atau pupuk,” ungkapnya.
 
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader Adiwiyata dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya aktif di sekolah, tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan nilai kepedulian tidak hanya kepada sesama, tetapi juga terhadap alam semesta.

Baca Juga: Sosialisasi Empat Pilar di Pasuruan, Mufti: Nilai Kebangsaan Harus Dihidupkan

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tanggapi Moratorium Pendirian Indomaret dan Alfamart, Apindo: Baru Wacana Pak Menteri Saja

Organisasi pengusaha itu menilai, hingga kini belum ada regulasi resmi yang mengatur moratorium tersebut.

Merawat Ingatan dari Rumah Radio Bung Tomo yang Dirobohkan

Komersialisasi ruang historis tanpa narasi pelestarian, adalah pemutusan ingatan generasi muda terhadap akar keberanian bangsanya. 

Mirip Kapal Pesiar, Masjid Ar Rahman di Mojokerto Miliki Filosofi Mendalam

Tak hanya luar, bagian dalam juga diberi desain layaknya kapal yang lengkap dengan kompas, alat kemudi kapal hingga jangkar.

Tasyakuran HUT Ke-52, SIER Tegaskan Komitmen Naik Kelas dan Berkelanjutan

Rizka menegaskan bahwa usia 52 tahun menjadi pijakan penting bagi SIER untuk terus naik kelas.

Upaya Gerakkan UMKM, Walikota Mojokerto Ning Ita Buka Pasar Takjil Ramadan 1447 H

Selain menjadi pusat kuliner Ramadan, Pasar Takjil Ketidur juga menjadi wadah kreasi seni masyarakat.

DPRD Jatim Bagikan Ribuan Paket Takjil saat Hujan Deras di Surabaya

Ali Kuncoro mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tujuh agenda sosial dan keagamaan rutin yang disusun setiap tahun di bulan suci Ramadan.