Senin, 20 Jul 2026 07:06 WIB

Sosialisasi Empat Pilar di Pasuruan, Mufti: Nilai Kebangsaan Harus Dihidupkan

Sosialisasi Empat Pilar yang digelar di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
Sosialisasi Empat Pilar yang digelar di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur

selalu.id - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan sebagai pedoman nyata dalam kehidupan sosial. Seruan itu ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang digelar di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, 19 Februari 2026, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan berbagai elemen komunitas.

Dalam forum yang berlangsung interaktif tersebut, Mufti menguraikan kembali makna strategis Empat Pilar yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Ia menilai, keempat prinsip dasar itu bukan sekadar konsep normatif, melainkan fondasi ideologis yang telah menjaga stabilitas Indonesia selama puluhan tahun.

Baca Juga: Tanggul Lumpur Lapindo Kritis, Ancam Keselamatan hingga Perekonomian

Menurutnya, gagasan penguatan Empat Pilar pertama kali dirumuskan secara sistematis oleh almarhum Taufiq Kiemas saat memimpin MPR RI. Ia menekankan bahwa semangat tersebut harus terus dirawat lintas generasi.

Mufti menilai, dinamika global yang kian tak menentu—mulai dari konflik geopolitik, ancaman krisis pangan, perubahan iklim, hingga ketidakpastian ekonomi—menuntut bangsa Indonesia memiliki pegangan nilai yang kuat. Dalam situasi penuh tantangan itu, Empat Pilar dinilainya sebagai kompas moral sekaligus arah kebijakan kebangsaan.

“Bangsa ini memiliki modal ideologi yang kokoh. Pancasila dan prinsip kebinekaan menjadi perekat ketika dunia mengalami guncangan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam tindakan konkret. Semangat gotong royong dan solidaritas sosial, kata Mufti, harus kembali dihidupkan di tengah kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis.

Baca Juga: Kabupaten Pasuruan jadi Nominator Lomba Wana Lestari Nasional 2026

“Nilai kebangsaan tidak cukup diucapkan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti dengan saling membantu, peduli terhadap sesama, dan menjaga harmoni lingkungan,” tuturnya.

Selain itu, Mufti mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarumat beragama dan memperkuat toleransi dalam keberagaman. Ia menilai, pluralitas Indonesia adalah kekuatan yang harus dirawat, bukan dipertentangkan.
Di era digital, ia juga menyoroti bahaya disinformasi dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan. 

Masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.

Baca Juga: Kontainer Tabrak Lima Motor di Pasuruan, 3 Orang Tewas

“Setiap warga memiliki tanggung jawab menjaga ruang publik tetap sehat. Verifikasi informasi sebelum membagikannya adalah bagian dari komitmen kebangsaan,” tegasnya.

Acara tersebut ditutup dengan dialog terbuka yang memperlihatkan antusiasme peserta dalam membahas isu-isu kebangsaan. Mufti berharap kegiatan serupa dapat terus digelar agar nilai Empat Pilar semakin membumi di tengah masyarakat.

Ia pun menegaskan bahwa selama prinsip-prinsip dasar bangsa dijaga dan diamalkan, Indonesia akan tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.