Kamis, 04 Jun 2026 06:18 WIB

Mirip Kapal Pesiar, Masjid Ar Rahman di Mojokerto Miliki Filosofi Mendalam

Masjid Ar Rahman di Pacet Mojokerto
Masjid Ar Rahman di Pacet Mojokerto

selalu.id - Masjid Ar Rahman di bukit Jubel Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini memiliki bentuk unik seperti kapal pesiar.

Masjid ini berada di halaman Panti Asuhan Villa Durian Doa Yatim Sejahtera tepatnya di kaki Gunung Welirang, Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!

Nampak dari luar, masjid ini sangat mirip dengan kapal pesiar. Pagar dari besi mengelilingi masjid dengan luas 45 x 25 meter persegi ini dan dihiasi pelampung.

Bagian kanan kiri tembok atau dinding masjid Ar Rahman ini dipasang jendela lebar dan dibawahnya juga diberi jendela kecil sehingga di dalam masjid terang ketika siang hari.

Tak hanya luar, bagian dalam juga diberi desain layaknya kapal yang lengkap dengan kompas, alat kemudi kapal hingga jangkar.

Istri Pengasuh Panti Asuhan Villa Durian Doa Yatim Sejahtera, Sutik mengatakan, masjid ini memiliki empat lantai yang masing-masing lantai dengan memilik fungsi berbeda-beda. Pembangunan masjid ini selama enam tahun dimulai sejak tahun 2015.

"Masjid kapal ini kita mulai membangun insya Allah sekitar tahun 2015. Jadi alhamdulillah dan saat ini sudah bisa berfungsi. Diantaranya yang di lantai dasar ini kita fungsikan untuk kamar perempuan dan balita dan yang di lantai dua ini fungsi untuk tempat ibadah," kata Sutik, Sabtu (27/2/2026).

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Mojokerto: Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian!

Ia menambahkan, tak hanya sekedar membangun masjid berbentuk kapal pesiar. Masjid ini memiliki filosofi yang sangat mendalam.

"Masjid berupa kapal ini, ada filosofinya yaitu adalah bagaimana tempat ini bisa menjadi bahtera penyelamat terutama untuk para penyandang permasalahan sosial," ungkapnya.

Menurut Sutik, masjid ini selain digunakan untuk ibadah lantai lainnya dipakai untuk asrama dan aula yang bisa digunakan untuk kegiatan.

"Masjid itu tadi yang saya sampaikan, yang bawah itu fungsi asrama. Kemudian yang di lantai tiga empat itu bisa fungsi untuk semacam aula. Jadi ketika kita ada kegiatan-kegiatan yang membutuhkan tempat seperti aula yang di lantai tiga empat itu bisa kita fungsikan," tuturnya.

Baca Juga: Gegara HP, Rumah di Mojokerto Terbakar

Selain penghuni Panti Asuhan Villa Durian Doa Yatim Sejahtera yang beribadah di Masjid Ar Rahman masyarakat sekitar dan pendatang atau pengunjung yang berwisata di Pacet bisa menunaikan ibadah di masjid ini.

"Jadi selain untuk para penghuni di Villa Doa sendiri terutama di hari Jumat dan salat Ied itu biasanya warga di sekitar sini ataupun para pengunjung tempat wisata bisa ikut gabung di tempat ini.," bebernya.

"Jadi untuk kegiatan ramadan kita selain salat lima waktu kita ada kegiatan tadarus dan juga salat tarawih dan ada kajian sore kita untukkan terutama untuk yang usia anak-anak. Jadi selama ramadan setiap jam lima sore kita ada kajian untuk anak-anak," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.