Kamis, 03 Sep 2026 13:27 WIB

Upaya Gerakkan UMKM, Walikota Mojokerto Ning Ita Buka Pasar Takjil Ramadan 1447 H

Wali Kota Mojokerto Ning ita, saat kunjungi pasar takjil.
Wali Kota Mojokerto Ning ita, saat kunjungi pasar takjil.

selalu.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari resmi membuka Pasar Takjil Ramadan 1447 Hijriah di halaman Pasar Ketidur, yang berlangsung mulai 26 Februari hingga 4 Maret 2026.

Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM kuliner.

Baca Juga: Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

Ning Ita sapaan akrab wali kota menyampaikan bahwa Pasar Takjil Ramadan secara konsisten digelar setiap tahun sebagai bentuk dukungan nyata bagi UMKM di Kota Mojokerto.

Foto bersama Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Amin Wachid, Wali Kota Mojokerto Ning Ita dan jajaran OPD lainnyaFoto bersama Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Amin Wachid, Wali Kota Mojokerto Ning Ita dan jajaran OPD lainnya

“Kegiatan pasar takjil Ramadan ini sudah menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto. Kita memberikan ruang bagi UMKM kuliner agar memiliki tempat yang lebih spesial untuk menjajakan produknya selama Ramadan,” terangnya.

Baca Juga: Gebyar UMKM 2026 jadi Sarana Promosi Produk Unggulan Sidoarjo

Ia menjelaskan, Kota Mojokerto memiliki tidak kurang dari 16.000 UMKM kuliner yang tersebar di berbagai wilayah. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor usaha mikro.

“Kita berharap Ramadan yang penuh berkah ini akan menghasilkan cuan yang melimpah bagi UMKM. Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor kuliner,” tambahnya.

Selain menjadi pusat kuliner Ramadan, Pasar Takjil Ketidur juga menjadi wadah kreasi seni masyarakat. Berbagai kegiatan seni dan lomba turut digelar untuk memeriahkan suasana, sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi masyarakat.

Baca Juga: Menikmati Jajanan Jadul di Kampung Kuliner, Wawali Mojokerto: Kita Bakal Perkuat Karakter

“Berbagai kegiatan yang diselenggarakan di pasar takjil ini juga menjadi ruang kreasi bagi masyarakat melalui kegiatan seni dan budaya, sehingga semakin meramaikan suasana Ramadan di Kota Mojokerto,” pungkasnya.

Untuk mendukung para pegiat UMKM, sebagai bentuk dukungan konkret, melalui Korpri Kota Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto juga membagikan seribu kupon gratis kepada masyarakat dengan nilai masing-masing Rp10.000 atau total Rp10 juta untuk dibelanjakan di Pasar Takjil Ketidur. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.