Kamis, 26 Feb 2026 16:57 WIB

Pengasuhan Berbasis Komunitas, Solusi Efektif Tekan Kekerasan pada Anak

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih. (Dok. DPRD Jatim/selalu.id).
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih. (Dok. DPRD Jatim/selalu.id).

selalu.id - Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi masalah yang kerap terjadi di tengah masyarakat Jawa Timur.

Anak-anak yang berada dalam posisi rentan sering kali menjadi pelampiasan amarah dengan beragam alasan dan motif, padahal mereka berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman.

Baca Juga: PKS Jatim Soroti Lemahnya Profitabilitas dan Penyimpangan Visi dalam Bisnis Jamkrida

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menuturkan bahwa kekerasan pada anak justru banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, bukan orang asing. Padahal, mereka seharusnya menjadi pihak yang mengayomi dan melindungi.

“Kekerasan terhadap anak ini sering kali bukan dilakukan orang jauh, tetapi justru oleh orang dekat yang memiliki relasi kuasa lebih kuat terhadap anak,” jelasnya kepada selalu.id, Kamis (26/2/2026).

Menurut Hikmah, relasi yang timpang antara anak dan orang dewasa menjadi salah satu faktor utama terjadinya kekerasan.

Anak yang bergantung secara ekonomi dan emosional pada orang dewasa tidak memiliki daya untuk melawan atau melaporkan perlakuan yang diterimanya, sehingga kasus sering kali tidak terungkap.

Untuk mencegah hal tersebut, politisi PKB ini menuturkan konsep pengasuhan berjemaah atau berbasis komunitas menjadi salah satu solusi efektif.

Baca Juga: Muhammad Ashari Jabat Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim, Berikut Gebrakan yang Disiapkan

Penting membangun lingkungan tumbuh kembang yang sehat dan aman bagi anak, yang tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga inti, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Lingkungan terkecil seperti keluarga, kemudian warga sekitar, dasawisma, hingga RT dan RW harus memiliki kepedulian yang sama. Ini yang kita sebut sebagai pengasuhan berbasis komunitas,” papar Hikmah.

Konsep ini, menjadi bentuk kontrol sosial sekaligus dukungan kolektif agar anak-anak terhindar dari kekerasan. Ketika lingkungan peka dan berani bertindak, potensi kekerasan dapat dicegah lebih dini sebelum terjadi.

Baca Juga: Kapolda Jatim Tegaskan Siap Jaga Keamanan Perayaan Imlek dan Ramadan 2026

Selain penguatan peran komunitas, pihaknya juga mendorong penguatan edukasi kepada orang tua terkait pola asuh yang ramah anak.

Selain itu, akses pelaporan dan pendampingan bagi korban harus diperluas agar anak mendapatkan perlindungan maksimal.

“Anak adalah generasi penerus. Mereka harus tumbuh dalam rasa aman, bukan dalam ketakutan,” pungkas Hikmah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Keputusan di Balik Penangguhan Penahanan Guru Honorer Probolinggo Tersangka Rangkap Jabatan

Hisabul merupakan tersangka dugaan tindak pidana korupsi double job atau rangkap jabatan. Penangguhan ini dilakukan karena dinilai memenuhi syarat.

Gebrakan Baru Top Noodle Tunjungan Plaza Surabaya, Hadir Lebih Segar dengan Resep Klasik Bikin Nagih

Re-opening di Tunjungan Plaza menjadi titik awal. Manajemen mengisyaratkan ekspansi ke kota-kota lain tengah dipersiapkan.

Jangan Ngabuburit di Jalur Rel Kereta Api, Kalau Tidak Mau Dipenjara 

Secara regulasi, larangan beraktivitas di jalur rel telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Kebun Binatang Surabaya Berpeluang Buka Cabang Seperti Taman Safari

Yuga Pratisabda Widyawasta menyebut KBS kini memiliki ruang gerak lebih luas dalam menjalin kerja sama dan membuka cabang baru.

Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan

Abi Bakri menilai Merauke sudah harus memiliki depo peti kemas di luar area pelabuhan sebagai solusi jangka panjang.

Maling Berpeci dan Sarung Hitam Terekam CCTV Bobol Toko Sembako di Mojokerto

Seorang warga sekitar, Misdianto mengatakan, pelaku masuk dengan cara merusak kunci gembok dari pagar toko sembako tersebut.