Senin, 20 Jul 2026 12:25 WIB

Pengasuhan Berbasis Komunitas, Solusi Efektif Tekan Kekerasan pada Anak

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih. (Dok. DPRD Jatim/selalu.id).
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih. (Dok. DPRD Jatim/selalu.id).

selalu.id - Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi masalah yang kerap terjadi di tengah masyarakat Jawa Timur.

Anak-anak yang berada dalam posisi rentan sering kali menjadi pelampiasan amarah dengan beragam alasan dan motif, padahal mereka berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menuturkan bahwa kekerasan pada anak justru banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, bukan orang asing. Padahal, mereka seharusnya menjadi pihak yang mengayomi dan melindungi.

“Kekerasan terhadap anak ini sering kali bukan dilakukan orang jauh, tetapi justru oleh orang dekat yang memiliki relasi kuasa lebih kuat terhadap anak,” jelasnya kepada selalu.id, Kamis (26/2/2026).

Menurut Hikmah, relasi yang timpang antara anak dan orang dewasa menjadi salah satu faktor utama terjadinya kekerasan.

Anak yang bergantung secara ekonomi dan emosional pada orang dewasa tidak memiliki daya untuk melawan atau melaporkan perlakuan yang diterimanya, sehingga kasus sering kali tidak terungkap.

Untuk mencegah hal tersebut, politisi PKB ini menuturkan konsep pengasuhan berjemaah atau berbasis komunitas menjadi salah satu solusi efektif.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Penting membangun lingkungan tumbuh kembang yang sehat dan aman bagi anak, yang tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga inti, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Lingkungan terkecil seperti keluarga, kemudian warga sekitar, dasawisma, hingga RT dan RW harus memiliki kepedulian yang sama. Ini yang kita sebut sebagai pengasuhan berbasis komunitas,” papar Hikmah.

Konsep ini, menjadi bentuk kontrol sosial sekaligus dukungan kolektif agar anak-anak terhindar dari kekerasan. Ketika lingkungan peka dan berani bertindak, potensi kekerasan dapat dicegah lebih dini sebelum terjadi.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah

Selain penguatan peran komunitas, pihaknya juga mendorong penguatan edukasi kepada orang tua terkait pola asuh yang ramah anak.

Selain itu, akses pelaporan dan pendampingan bagi korban harus diperluas agar anak mendapatkan perlindungan maksimal.

“Anak adalah generasi penerus. Mereka harus tumbuh dalam rasa aman, bukan dalam ketakutan,” pungkas Hikmah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.