Jumat, 04 Sep 2026 17:35 WIB

Pengasuhan Berbasis Komunitas, Solusi Efektif Tekan Kekerasan pada Anak

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih. (Dok. DPRD Jatim/selalu.id).
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih. (Dok. DPRD Jatim/selalu.id).

selalu.id - Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi masalah yang kerap terjadi di tengah masyarakat Jawa Timur.

Anak-anak yang berada dalam posisi rentan sering kali menjadi pelampiasan amarah dengan beragam alasan dan motif, padahal mereka berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menuturkan bahwa kekerasan pada anak justru banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, bukan orang asing. Padahal, mereka seharusnya menjadi pihak yang mengayomi dan melindungi.

“Kekerasan terhadap anak ini sering kali bukan dilakukan orang jauh, tetapi justru oleh orang dekat yang memiliki relasi kuasa lebih kuat terhadap anak,” jelasnya kepada selalu.id, Kamis (26/2/2026).

Menurut Hikmah, relasi yang timpang antara anak dan orang dewasa menjadi salah satu faktor utama terjadinya kekerasan.

Anak yang bergantung secara ekonomi dan emosional pada orang dewasa tidak memiliki daya untuk melawan atau melaporkan perlakuan yang diterimanya, sehingga kasus sering kali tidak terungkap.

Untuk mencegah hal tersebut, politisi PKB ini menuturkan konsep pengasuhan berjemaah atau berbasis komunitas menjadi salah satu solusi efektif.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Penting membangun lingkungan tumbuh kembang yang sehat dan aman bagi anak, yang tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga inti, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Lingkungan terkecil seperti keluarga, kemudian warga sekitar, dasawisma, hingga RT dan RW harus memiliki kepedulian yang sama. Ini yang kita sebut sebagai pengasuhan berbasis komunitas,” papar Hikmah.

Konsep ini, menjadi bentuk kontrol sosial sekaligus dukungan kolektif agar anak-anak terhindar dari kekerasan. Ketika lingkungan peka dan berani bertindak, potensi kekerasan dapat dicegah lebih dini sebelum terjadi.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Selain penguatan peran komunitas, pihaknya juga mendorong penguatan edukasi kepada orang tua terkait pola asuh yang ramah anak.

Selain itu, akses pelaporan dan pendampingan bagi korban harus diperluas agar anak mendapatkan perlindungan maksimal.

“Anak adalah generasi penerus. Mereka harus tumbuh dalam rasa aman, bukan dalam ketakutan,” pungkas Hikmah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.