Selasa, 20 Okt 2026 02:57 WIB

Pengasuhan Berbasis Komunitas, Solusi Efektif Tekan Kekerasan pada Anak

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih. (Dok. DPRD Jatim/selalu.id).
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih. (Dok. DPRD Jatim/selalu.id).

selalu.id - Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi masalah yang kerap terjadi di tengah masyarakat Jawa Timur.

Anak-anak yang berada dalam posisi rentan sering kali menjadi pelampiasan amarah dengan beragam alasan dan motif, padahal mereka berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman.

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menuturkan bahwa kekerasan pada anak justru banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, bukan orang asing. Padahal, mereka seharusnya menjadi pihak yang mengayomi dan melindungi.

“Kekerasan terhadap anak ini sering kali bukan dilakukan orang jauh, tetapi justru oleh orang dekat yang memiliki relasi kuasa lebih kuat terhadap anak,” jelasnya kepada selalu.id, Kamis (26/2/2026).

Menurut Hikmah, relasi yang timpang antara anak dan orang dewasa menjadi salah satu faktor utama terjadinya kekerasan.

Anak yang bergantung secara ekonomi dan emosional pada orang dewasa tidak memiliki daya untuk melawan atau melaporkan perlakuan yang diterimanya, sehingga kasus sering kali tidak terungkap.

Untuk mencegah hal tersebut, politisi PKB ini menuturkan konsep pengasuhan berjemaah atau berbasis komunitas menjadi salah satu solusi efektif.

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

Penting membangun lingkungan tumbuh kembang yang sehat dan aman bagi anak, yang tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga inti, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Lingkungan terkecil seperti keluarga, kemudian warga sekitar, dasawisma, hingga RT dan RW harus memiliki kepedulian yang sama. Ini yang kita sebut sebagai pengasuhan berbasis komunitas,” papar Hikmah.

Konsep ini, menjadi bentuk kontrol sosial sekaligus dukungan kolektif agar anak-anak terhindar dari kekerasan. Ketika lingkungan peka dan berani bertindak, potensi kekerasan dapat dicegah lebih dini sebelum terjadi.

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Penggerebekan Jalan Kunti, Minta Kapolda Baru Konsisten Berantas Narkoba

Selain penguatan peran komunitas, pihaknya juga mendorong penguatan edukasi kepada orang tua terkait pola asuh yang ramah anak.

Selain itu, akses pelaporan dan pendampingan bagi korban harus diperluas agar anak mendapatkan perlindungan maksimal.

“Anak adalah generasi penerus. Mereka harus tumbuh dalam rasa aman, bukan dalam ketakutan,” pungkas Hikmah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).