Kamis, 17 Sep 2026 01:16 WIB

Kebun Binatang Surabaya Berpeluang Buka Cabang Seperti Taman Safari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Feb 2026 14:35 WIB
Kebun Binatang Surabaya. (Dok. Selalu.id).
Kebun Binatang Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Perubahan status Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi perusahaan umum daerah (Perumda) membuka peluang ekspansi bisnis hingga ke luar Kota Pahlawan.

Ketua Pansus Raperda Perumda KBS, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyebut KBS kini memiliki ruang gerak lebih luas dalam menjalin kerja sama dan membuka cabang baru.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

“Mereka ini kan sudah Perumda, jadi perizinannya lebih luas. Mau bentuk kerja sama dengan Mojokerto, bikin KBS di Mojokerto sebagai pengelola itu boleh. Mau bikin cabang seperti Taman Safari juga boleh, mau buka di mana saja boleh,” jelasnya, Kamis (26/2/2025)

Yuga mengatakan meski peluang ekspansi terbuka lebar, legislator Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan KBS tetap harus berfokus pada fungsi utamanya sebagai lembaga konservasi. Ia menekankan orientasi keuntungan tidak boleh mengesampingkan kesejahteraan satwa.

“Kesejahteraan hewan itu nomor satu. Jadi tantangan Perumda KBS selain menjadi lembaga konservasi, juga harus profit,” tegasnya.

Yuga mengungkapkan KBS mendapat respons positif dari Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni terkait keberhasilan penangkaran komodo. Apresiasi itu, kata dia, disampaikan usai Rakernas PSI di Makassar.

“Saya dapat salam dari Pak Menteri Kehutanan pasca Rakernas kemarin. Beliau mengapresiasi penangkaran komodo di KBS, paling bagus di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Keberhasilan tersebut mendorong Kementerian Kehutanan menyiapkan program pelepasliaran hasil penangkaran.

Menurut Yuga, ke depan akan ada koordinasi antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), direksi KBS, dan pemerintah kota terkait mekanisme pelepasliaran tersebut.

“Kementerian Kehutanan sedang menyiapkan program pelepasliaran hasil penangkaran. Kemungkinan akan ada pembicaraan antara BKSDA dan direksi KBS,” katanya.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

Selain capaian konservasi, Yuga turut mengapresiasi kinerja direksi KBS yang disebut berhasil meningkatkan pendapatan sekitar 700 persen pada 2025 dibandingkan 2024.

Ia berharap, dengan status baru sebagai Perumda dan diversifikasi usaha, KBS dapat tumbuh lebih besar tanpa meninggalkan mandat konservasi.

“Harapannya dengan adanya diversifikasi usaha, KBS bisa lebih besar lagi,” tandas Yuga.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.