Kamis, 26 Feb 2026 16:51 WIB

Kebun Binatang Surabaya Berpeluang Buka Cabang Seperti Taman Safari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Feb 2026 14:35 WIB
Kebun Binatang Surabaya. (Dok. Selalu.id).
Kebun Binatang Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Perubahan status Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi perusahaan umum daerah (Perumda) membuka peluang ekspansi bisnis hingga ke luar Kota Pahlawan.

Ketua Pansus Raperda Perumda KBS, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyebut KBS kini memiliki ruang gerak lebih luas dalam menjalin kerja sama dan membuka cabang baru.

Baca Juga: Jangan Ngabuburit di Jalur Rel Kereta Api, Kalau Tidak Mau Dipenjara 

“Mereka ini kan sudah Perumda, jadi perizinannya lebih luas. Mau bentuk kerja sama dengan Mojokerto, bikin KBS di Mojokerto sebagai pengelola itu boleh. Mau bikin cabang seperti Taman Safari juga boleh, mau buka di mana saja boleh,” jelasnya, Kamis (26/2/2025)

Yuga mengatakan meski peluang ekspansi terbuka lebar, legislator Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan KBS tetap harus berfokus pada fungsi utamanya sebagai lembaga konservasi. Ia menekankan orientasi keuntungan tidak boleh mengesampingkan kesejahteraan satwa.

“Kesejahteraan hewan itu nomor satu. Jadi tantangan Perumda KBS selain menjadi lembaga konservasi, juga harus profit,” tegasnya.

Yuga mengungkapkan KBS mendapat respons positif dari Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni terkait keberhasilan penangkaran komodo. Apresiasi itu, kata dia, disampaikan usai Rakernas PSI di Makassar.

“Saya dapat salam dari Pak Menteri Kehutanan pasca Rakernas kemarin. Beliau mengapresiasi penangkaran komodo di KBS, paling bagus di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Rusunawa Sombong Surabaya Terbakar: 4 Kamar Ludes, Penghuni Semburat

Keberhasilan tersebut mendorong Kementerian Kehutanan menyiapkan program pelepasliaran hasil penangkaran.

Menurut Yuga, ke depan akan ada koordinasi antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), direksi KBS, dan pemerintah kota terkait mekanisme pelepasliaran tersebut.

“Kementerian Kehutanan sedang menyiapkan program pelepasliaran hasil penangkaran. Kemungkinan akan ada pembicaraan antara BKSDA dan direksi KBS,” katanya.

Baca Juga: Siswa PAUD-TK di Surabaya Bakal Terima Beasiswa, Ini Nominal dan Kriteria yang Dapat

Selain capaian konservasi, Yuga turut mengapresiasi kinerja direksi KBS yang disebut berhasil meningkatkan pendapatan sekitar 700 persen pada 2025 dibandingkan 2024.

Ia berharap, dengan status baru sebagai Perumda dan diversifikasi usaha, KBS dapat tumbuh lebih besar tanpa meninggalkan mandat konservasi.

“Harapannya dengan adanya diversifikasi usaha, KBS bisa lebih besar lagi,” tandas Yuga.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Keputusan di Balik Penangguhan Penahanan Guru Honorer Probolinggo Tersangka Rangkap Jabatan

Hisabul merupakan tersangka dugaan tindak pidana korupsi double job atau rangkap jabatan. Penangguhan ini dilakukan karena dinilai memenuhi syarat.

Gebrakan Baru Top Noodle Tunjungan Plaza Surabaya, Hadir Lebih Segar dengan Resep Klasik Bikin Nagih

Re-opening di Tunjungan Plaza menjadi titik awal. Manajemen mengisyaratkan ekspansi ke kota-kota lain tengah dipersiapkan.

Pengasuhan Berbasis Komunitas, Solusi Efektif Tekan Kekerasan pada Anak

Menurut Hikmah, relasi yang timpang antara anak dan orang dewasa menjadi salah satu faktor utama terjadinya kekerasan.

Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan

Abi Bakri menilai Merauke sudah harus memiliki depo peti kemas di luar area pelabuhan sebagai solusi jangka panjang.

Maling Berpeci dan Sarung Hitam Terekam CCTV Bobol Toko Sembako di Mojokerto

Seorang warga sekitar, Misdianto mengatakan, pelaku masuk dengan cara merusak kunci gembok dari pagar toko sembako tersebut.

5 Wisata Semarang yang Cocok untuk Ngabuburit Bareng Anak

Nah, jika kamu masyarakat Semarang khususnya, tak perlu bingung mencari tempat untuk ngabuburit, apalagi mengajak anak. Tempat ini bisa jadi pilihan.