Minggu, 01 Nov 2026 16:13 WIB

Kebun Binatang Surabaya Berpeluang Buka Cabang Seperti Taman Safari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Feb 2026 14:35 WIB
Kebun Binatang Surabaya. (Dok. Selalu.id).
Kebun Binatang Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Perubahan status Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi perusahaan umum daerah (Perumda) membuka peluang ekspansi bisnis hingga ke luar Kota Pahlawan.

Ketua Pansus Raperda Perumda KBS, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyebut KBS kini memiliki ruang gerak lebih luas dalam menjalin kerja sama dan membuka cabang baru.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

“Mereka ini kan sudah Perumda, jadi perizinannya lebih luas. Mau bentuk kerja sama dengan Mojokerto, bikin KBS di Mojokerto sebagai pengelola itu boleh. Mau bikin cabang seperti Taman Safari juga boleh, mau buka di mana saja boleh,” jelasnya, Kamis (26/2/2025)

Yuga mengatakan meski peluang ekspansi terbuka lebar, legislator Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan KBS tetap harus berfokus pada fungsi utamanya sebagai lembaga konservasi. Ia menekankan orientasi keuntungan tidak boleh mengesampingkan kesejahteraan satwa.

“Kesejahteraan hewan itu nomor satu. Jadi tantangan Perumda KBS selain menjadi lembaga konservasi, juga harus profit,” tegasnya.

Yuga mengungkapkan KBS mendapat respons positif dari Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni terkait keberhasilan penangkaran komodo. Apresiasi itu, kata dia, disampaikan usai Rakernas PSI di Makassar.

“Saya dapat salam dari Pak Menteri Kehutanan pasca Rakernas kemarin. Beliau mengapresiasi penangkaran komodo di KBS, paling bagus di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Keberhasilan tersebut mendorong Kementerian Kehutanan menyiapkan program pelepasliaran hasil penangkaran.

Menurut Yuga, ke depan akan ada koordinasi antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), direksi KBS, dan pemerintah kota terkait mekanisme pelepasliaran tersebut.

“Kementerian Kehutanan sedang menyiapkan program pelepasliaran hasil penangkaran. Kemungkinan akan ada pembicaraan antara BKSDA dan direksi KBS,” katanya.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Selain capaian konservasi, Yuga turut mengapresiasi kinerja direksi KBS yang disebut berhasil meningkatkan pendapatan sekitar 700 persen pada 2025 dibandingkan 2024.

Ia berharap, dengan status baru sebagai Perumda dan diversifikasi usaha, KBS dapat tumbuh lebih besar tanpa meninggalkan mandat konservasi.

“Harapannya dengan adanya diversifikasi usaha, KBS bisa lebih besar lagi,” tandas Yuga.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.