Selasa, 21 Jul 2026 13:46 WIB

Kebun Binatang Surabaya Berpeluang Buka Cabang Seperti Taman Safari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Feb 2026 14:35 WIB
Kebun Binatang Surabaya. (Dok. Selalu.id).
Kebun Binatang Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Perubahan status Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi perusahaan umum daerah (Perumda) membuka peluang ekspansi bisnis hingga ke luar Kota Pahlawan.

Ketua Pansus Raperda Perumda KBS, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyebut KBS kini memiliki ruang gerak lebih luas dalam menjalin kerja sama dan membuka cabang baru.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

“Mereka ini kan sudah Perumda, jadi perizinannya lebih luas. Mau bentuk kerja sama dengan Mojokerto, bikin KBS di Mojokerto sebagai pengelola itu boleh. Mau bikin cabang seperti Taman Safari juga boleh, mau buka di mana saja boleh,” jelasnya, Kamis (26/2/2025)

Yuga mengatakan meski peluang ekspansi terbuka lebar, legislator Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan KBS tetap harus berfokus pada fungsi utamanya sebagai lembaga konservasi. Ia menekankan orientasi keuntungan tidak boleh mengesampingkan kesejahteraan satwa.

“Kesejahteraan hewan itu nomor satu. Jadi tantangan Perumda KBS selain menjadi lembaga konservasi, juga harus profit,” tegasnya.

Yuga mengungkapkan KBS mendapat respons positif dari Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni terkait keberhasilan penangkaran komodo. Apresiasi itu, kata dia, disampaikan usai Rakernas PSI di Makassar.

“Saya dapat salam dari Pak Menteri Kehutanan pasca Rakernas kemarin. Beliau mengapresiasi penangkaran komodo di KBS, paling bagus di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Keberhasilan tersebut mendorong Kementerian Kehutanan menyiapkan program pelepasliaran hasil penangkaran.

Menurut Yuga, ke depan akan ada koordinasi antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), direksi KBS, dan pemerintah kota terkait mekanisme pelepasliaran tersebut.

“Kementerian Kehutanan sedang menyiapkan program pelepasliaran hasil penangkaran. Kemungkinan akan ada pembicaraan antara BKSDA dan direksi KBS,” katanya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Selain capaian konservasi, Yuga turut mengapresiasi kinerja direksi KBS yang disebut berhasil meningkatkan pendapatan sekitar 700 persen pada 2025 dibandingkan 2024.

Ia berharap, dengan status baru sebagai Perumda dan diversifikasi usaha, KBS dapat tumbuh lebih besar tanpa meninggalkan mandat konservasi.

“Harapannya dengan adanya diversifikasi usaha, KBS bisa lebih besar lagi,” tandas Yuga.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.