Selasa, 21 Jul 2026 23:48 WIB

Polda Jatim Sidak Pasar di Surabaya Jelang Lebaran, Pastikan Harga Bapok Stabil dan Aman

Tim Satgas Pangan Polda Jatim saat sidak bahan pokok di sejumlah pasar di Surabaya Jelang Hari Raya IdulFitri. (Dok. Humas Polda Jatim).
Tim Satgas Pangan Polda Jatim saat sidak bahan pokok di sejumlah pasar di Surabaya Jelang Hari Raya IdulFitri. (Dok. Humas Polda Jatim).

selalu.id - Polda Jawa Timur melakukan pengecekan izin edar dan kelayakan mutu bahan pangan yang beredar di sejumlah pasar di Surabaya, Rabu (25/2/2026).

Pemeriksaan juga mencakup pemantauan harga komoditas pokok untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bagi masyarakat selama Ramadan dan menjelang Hari Raya IdulFitri.

Baca Juga: Brimob Polda Jatim Siagakan Personel dan Alutsista SAR Hadapi Ancaman Karhutla 2026

Pengecekan dilakukan terhadap berbagai jenis pangan, mulai dari beras, minyak goreng, makanan kaleng, hingga produk frozen food. Dalam pantauan di lapangan, harga beras tercatat masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sekitar Rp14.900 per kilogram.

Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Farris Nur Sanjaya mengatakan hasil pengecekan secara umum menunjukkan kondisi yang baik dan belum ditemukan pelanggaran signifikan, baik terkait mutu maupun harga.

“Kami tadi sudah melaksanakan pengecekan bersama, mulai dari beras, minyak, makanan kaleng hingga frozen food. Secara umum hasilnya cukup baik dan tidak ditemukan pelanggaran harga,” jelasnya.

Farris mengatakan, kegiatan pencegahan seperti ini telah dilakukan oleh Satgas Pangan Polda Jatim bahkan sebelum memasuki masa persiapan Lebaran, sebagai upaya berkelanjutan untuk menjamin keamanan pangan.

Sementara Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan yang aman dan layak konsumsi.

Baca Juga: Polres Tuban Kini Berganti jadi Polresta, Begini Pesan Khusus Kapolda Jatim

"Polda Jawa Timur ingin mencegah sejak dini peredaran barang yang tidak memenuhi standar mutu maupun ketentuan izin edar," katanya.

Kegiatan pengecekan yang dilakukan di pasar dan toko ritel ini bertujuan agar menjelang Lebaran tidak ada barang yang tidak layak konsumsi atau tidak memiliki izin edar yang sah beredar di masyarakat.

"Kita kedepankan langkah pencegahan terlebih dahulu,” ujarnya.

Baca Juga: Komitmen Polda dan Kejati Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Semangat Jogo Jatim

Meski demikian, pihaknya memastikan tidak akan segan mengambil langkah hukum apabila ditemukan pelanggaran yang mengarah pada tindak pidana.

“Apabila masih ditemukan hal-hal yang menyimpang dan melanggar ketentuan pidana, tentu akan ditindak sesuai hukum yang berlaku," jelas Abast.

Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. Jika ditemukan pelanggaran tentu ancaman hukumannya maksimal bisa lima tahun penjara.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.