Kunjungi Jember Pasca banjir, Menteri PU Tinjau Pembangunan Fly Over Mangli
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Minggu, 22 Feb 2026 16:58 WIB
selalu.id - Menteri PU RI Dody Hanggodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jember, Minggu (22/2/2026). Dalam Kunjungannya, Menteri PU RI di dampingi Bupati Jember Muhamad Fawait, untuk meninjau langsung kondisi desa-desa terdampak banjir, infrastruktur yang rusak, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang mulai bangkit pascabencana.
Dalam agendanya, Menteri PU meninjau sejumlah titik terdampak, mulai dari jembatan ambruk di Kecamatan Pakusari hingga kondisi Pasar Tanjung yang menjadi pusat aktivitas perdagangan warga.
Baca Juga: Dampak Hujan Deras, Akses Jalan Kotaanyar-Pakuniran Probolinggo Terputus
Dody mengaku terkejut saat mengetahui Kabupaten Jember masih berstatus tanggap darurat akibat banjir yang terjadi sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
“Ini cukup mengejutkan. Jember dalam kondisi tanggap darurat dan sebelumnya saya belum mendapatkan laporan detailnya,” ujarnya.
Lebih lanjut Dody menyampaikan bahwa, kedatangan tim Kementerian PU ini bertujuan untuk memastikan langkah cepat penanganan darurat berjalan optimal sekaligus menyusun rencana percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak," terang Dody.
Dalam kunjungan tersebut, Dody juga menyampaikan sejumlah rencana strategis, di antaranya pembangunan fly over di kawasan Mangli pada 2026, pelebaran dan perbaikan Jalan Nasional dari arah Tanggul menuju pusat Kota Jember, serta renovasi Pasar Tanjung," katanya.
Selanjutnya Ia juga meninjau jembatan di Pakusari yang ambruk akibat banjir. Dody meminta agar desain akses jalan menuju jembatan dibuat lebih landai agar memudahkan warga, terutama saat musim hujan," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Muhammad Fawait menyatakan bahwa kunjungan Menteri PU menjadi dorongan besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur di Jember.dimana
Baca Juga: Hujan Deras, 5 Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir
Menurut Bupati Jember,, saat awal menjabat, sejumlah infrastruktur strategis belum berfungsi optimal. Kini, Bandara Notohadinegoro telah kembali beroperasi, namun persoalan akses jalan dan kemacetan masih menjadi tantangan, khususnya di kawasan Rambipuji dan Mangli.
“Kami berharap akses masuk Jember bisa lebih lebar dan representatif. Fly over Mangli menjadi solusi utama untuk mengurai kemacetan,” ungkap Bupati Jember.
Ia menambahkan, pembangunan fly over di Mangli ditargetkan terealisasi pada 2026 sebagai langkah konkret mengatasi kepadatan arus lalu lintas yang kerap menghambat mobilitas warga," jelasnya.
Sepanjang Desember 2025 hingga awal 2026, Jember dua kali dilanda banjir. Bencana tersebut menyebabkan satu korban jiwa di Kecamatan Panti serta merusak sejumlah infrastruktur penting seperti jembatan, bendungan, dan jaringan irigasi," katanya.
Sementara Kepala Desa Pakusari, Misjo, saat di wawancarai oleh sejumlah awak media menjelaskan bahwa jembatan yang ambruk merupakan akses vital penghubung Desa Jatian dan Desa Subo, dimana Jembatan tersebut menjadi jalur utama bagi pekerja, petani, buruh gudang, hingga pelajar.
“Biasanya warga hanya menempuh jarak sekitar satu kilometer. Sekarang harus memutar sejauh 4 sampai 5 kilometer,” ungkapnya.
Jembatan tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Dengan rusaknya akses tersebut, roda perekonomian warga ikut terdampak. Pemerintah desa berharap Kementerian PU dapat segera membangun kembali jembatan agar aktivitas ekonomi dan pendidikan warga kembali normal," terangnya.
Kunjungan Menteri PU dan Bupati Jember diharapkan menjadi titik awal percepatan pemulihan infrastruktur sekaligus penguatan sistem mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan dampak besar bagi masyarakat," tutup Misjo.
Editor : Redaksi