Senin, 02 Nov 2026 12:22 WIB

Gila, Paman-Bibi di Surabaya Aniaya Balita 4 Tahun Hingga Terluka dan Kelaparan

Korban saat berhasil dievakuasi petugas kepolisian. (Dok. Polsek Lakarsantri).
Korban saat berhasil dievakuasi petugas kepolisian. (Dok. Polsek Lakarsantri).

selalu.id – Seorang balita perempuan berusia 4 tahun berinisial AQ, menjadi korban dugaan kekerasan fisik oleh paman dan bibinya di sebuah kos kawasan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya.

Akibat ulah sang paman dan bibinya itu, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya bahkan sampai rambutnya botak.

Baca Juga: 7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Beruntung, korban berhasil diselamatkan oleh warga, RT, dan pihak kepolisian setelah korban berteriak minta tolong dari dalam kamar yang terkunci.

Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terungkap ketika tetangga korban bernama Islaha mendengar suara tangisan dan teriakan minta tolong yang berasal dari salah satu kamar kos.

Setelah mendatangi sumber suara, Islaha mengetahui bahwa korban dikunci di dalam kamar oleh paman dan bibinya sejak pagi pada Senin (9/2/2026) lalu.

Saat ditanya, korban mengaku lapar dan belum makan sejak pagi. Islaha lantas mencoba membuka pintu kamar namun terkunci dari dalam.

Ia pun segera melaporkan hal tersebut kepada ketua RT, yang kemudian meneruskannya kepada Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri. Untuk mengevakuasi korban, petugas dan warga terpaksa merusak teralis jendela kamar tersebut.

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Setelah berhasil dikeluarkan, terlihat sejumlah luka di tubuh korban, termasuk di bagian wajah dan dagu. Selain itu, rambut di kepala balita itu juga terlihat botak.

Kasat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta Perlindungan Perempuan dan Orang Muda (PPO) Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, membenarkan kasus tersebut.

Pihaknya telah menangani kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pelanggaran perlindungan anak ini.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

"Sampun (sudah ditetapkan tersangka). Tersangka UF dan SA. Terkait dengan KDRT dan perlindungan anak. Tanggal 10 Februari ditahan," jelas Melatisari, Senin (16/2/2026).

Mengenai motif kekerasan, Melatisari menyatakan masih mendalaminya lebih lanjut. Namun, dari pengakuan awal kedua tersangka, tindakan tersebut dilakukan karena alasan perilaku korban.

"Masih didalami motifnya. Sementara pengakuan tersangka karena anak tersebut nakal dan sulit diatur," katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Ini respons langsung terhadap keresahan masyarakat akibat kelangkaan bahan bakar bersubsidi yang belakangan sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah

Aspirasi itu muncul saat pengurus LSN berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan.

Hasil Liga Italia: Juventus Bungkam Napoli 2-0, Alajbegovic Tampil Apik

Kebuntuan baru pecah di menit ke-70. Kerim Alajbegovic jadi pahlawan Juventus setelah menuntaskan umpan dari Edon Zhegrova.

Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

Pembaca pemberitaan peristiwa, olahraga hingga harga emas antam.

Pegawai Bank Keliling Ditemukan Tewas Penuh Luka di Probolinggo

Pemuda 19 tahun tersebut tewas dengan sabetan senjata tajam.

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.