Jumat, 05 Jun 2026 16:28 WIB

Agak Laen, Bapenda Surabaya Sebut Reklame di Taman Punya Nilai Estetika

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 22 Feb 2026 16:41 WIB
Reklame di median jalan Taman Surabaya. (Dok/Diskominfo Surabaya). 
Reklame di median jalan Taman Surabaya. (Dok/Diskominfo Surabaya). 

selalu.id - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya menyebut penempatan reklame di taman aktif dan median jalan, jadi estetika kota sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Bapenda Surabaya, Rachmad Basari, pemasangan reklame memperhatikan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) agar tidak mengganggu aspek ekologis dan keselamatan publik.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Ia menjelaskan penataan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Reklame serta Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 73 Tahun 2025.

“Pengaturan Kawasan Penataan Reklame dimaksudkan agar penyelenggaraan reklame pada koridor jalan dan lokasi tertentu bisa lebih tertata, teratur, dan terkendali sesuai estetika kota modern, serta keselamatan dan keamanan masyarakat,” ujar Basari, Minggu (22/2/2026).

Dalam Perwali tersebut, Basari menjelaskan, kawasan penataan reklame mencakup koridor jalan, ruang milik jalan, ruang publik di sepanjang jalan, hingga lokasi tertentu seperti terminal, halte, jembatan penyeberangan orang (JPO), dan taman aktif.

Basari menegaskan, penempatan reklame di taman tidak dilakukan sembarangan. Kebijakan itu telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2022, Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Surabaya, serta regulasi tentang pengelolaan RTH.

Menurutnya, RTH tidak hanya memiliki fungsi ekologis dan resapan air, tetapi juga fungsi sosial, budaya, estetika, dan ekonomi. 

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Karena itu, pemanfaatan ruang publik untuk reklame dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan seluruh aspek tersebut.

“RTH tidak hanya berfungsi ekologis atau hidrologis saja, tetapi juga memiliki fungsi ekonomi dan estetika. Pemanfaatan ruang publik untuk reklame ini dilakukan secara ketat,” katanya.

Sebagai bagian dari fungsi pengendalian dan peningkatan pendapatan, Pemkot Surabaya menerapkan tarif pajak lebih tinggi bagi biro reklame yang memanfaatkan ruang publik di koridor jalan dan taman dibandingkan lokasi lainnya.

 Penyelenggara juga diwajibkan menyediakan, merawat, dan memperbaiki prasarana serta utilitas umum di titik reklame.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Selain itu, titik reklame harus ditata dengan komposisi yang baik agar tidak mengganggu pandangan maupun membahayakan pengguna jalan.

Basari menyebut, skema tersebut memungkinkan pemkot melakukan realokasi anggaran yang sebelumnya digunakan untuk perawatan taman dan ruang publik ke sektor lain seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

“Anggaran yang sebelumnya untuk perawatan rutin taman bisa dialihkan untuk membiayai program pembangunan lain yang lebih luas bagi warga Surabaya,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.