Minggu, 06 Sep 2026 09:35 WIB

Agak Laen, Bapenda Surabaya Sebut Reklame di Taman Punya Nilai Estetika

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 22 Feb 2026 16:41 WIB
Reklame di median jalan Taman Surabaya. (Dok/Diskominfo Surabaya). 
Reklame di median jalan Taman Surabaya. (Dok/Diskominfo Surabaya). 

selalu.id - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya menyebut penempatan reklame di taman aktif dan median jalan, jadi estetika kota sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Bapenda Surabaya, Rachmad Basari, pemasangan reklame memperhatikan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) agar tidak mengganggu aspek ekologis dan keselamatan publik.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Ia menjelaskan penataan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Reklame serta Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 73 Tahun 2025.

“Pengaturan Kawasan Penataan Reklame dimaksudkan agar penyelenggaraan reklame pada koridor jalan dan lokasi tertentu bisa lebih tertata, teratur, dan terkendali sesuai estetika kota modern, serta keselamatan dan keamanan masyarakat,” ujar Basari, Minggu (22/2/2026).

Dalam Perwali tersebut, Basari menjelaskan, kawasan penataan reklame mencakup koridor jalan, ruang milik jalan, ruang publik di sepanjang jalan, hingga lokasi tertentu seperti terminal, halte, jembatan penyeberangan orang (JPO), dan taman aktif.

Basari menegaskan, penempatan reklame di taman tidak dilakukan sembarangan. Kebijakan itu telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2022, Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Surabaya, serta regulasi tentang pengelolaan RTH.

Menurutnya, RTH tidak hanya memiliki fungsi ekologis dan resapan air, tetapi juga fungsi sosial, budaya, estetika, dan ekonomi. 

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Karena itu, pemanfaatan ruang publik untuk reklame dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan seluruh aspek tersebut.

“RTH tidak hanya berfungsi ekologis atau hidrologis saja, tetapi juga memiliki fungsi ekonomi dan estetika. Pemanfaatan ruang publik untuk reklame ini dilakukan secara ketat,” katanya.

Sebagai bagian dari fungsi pengendalian dan peningkatan pendapatan, Pemkot Surabaya menerapkan tarif pajak lebih tinggi bagi biro reklame yang memanfaatkan ruang publik di koridor jalan dan taman dibandingkan lokasi lainnya.

 Penyelenggara juga diwajibkan menyediakan, merawat, dan memperbaiki prasarana serta utilitas umum di titik reklame.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Selain itu, titik reklame harus ditata dengan komposisi yang baik agar tidak mengganggu pandangan maupun membahayakan pengguna jalan.

Basari menyebut, skema tersebut memungkinkan pemkot melakukan realokasi anggaran yang sebelumnya digunakan untuk perawatan taman dan ruang publik ke sektor lain seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

“Anggaran yang sebelumnya untuk perawatan rutin taman bisa dialihkan untuk membiayai program pembangunan lain yang lebih luas bagi warga Surabaya,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.