Rabu, 22 Jul 2026 20:33 WIB

Agak Laen, Bapenda Surabaya Sebut Reklame di Taman Punya Nilai Estetika

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 22 Feb 2026 16:41 WIB
Reklame di median jalan Taman Surabaya. (Dok/Diskominfo Surabaya). 
Reklame di median jalan Taman Surabaya. (Dok/Diskominfo Surabaya). 

selalu.id - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya menyebut penempatan reklame di taman aktif dan median jalan, jadi estetika kota sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Bapenda Surabaya, Rachmad Basari, pemasangan reklame memperhatikan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) agar tidak mengganggu aspek ekologis dan keselamatan publik.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Ia menjelaskan penataan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Reklame serta Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 73 Tahun 2025.

“Pengaturan Kawasan Penataan Reklame dimaksudkan agar penyelenggaraan reklame pada koridor jalan dan lokasi tertentu bisa lebih tertata, teratur, dan terkendali sesuai estetika kota modern, serta keselamatan dan keamanan masyarakat,” ujar Basari, Minggu (22/2/2026).

Dalam Perwali tersebut, Basari menjelaskan, kawasan penataan reklame mencakup koridor jalan, ruang milik jalan, ruang publik di sepanjang jalan, hingga lokasi tertentu seperti terminal, halte, jembatan penyeberangan orang (JPO), dan taman aktif.

Basari menegaskan, penempatan reklame di taman tidak dilakukan sembarangan. Kebijakan itu telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2022, Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Surabaya, serta regulasi tentang pengelolaan RTH.

Menurutnya, RTH tidak hanya memiliki fungsi ekologis dan resapan air, tetapi juga fungsi sosial, budaya, estetika, dan ekonomi. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Karena itu, pemanfaatan ruang publik untuk reklame dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan seluruh aspek tersebut.

“RTH tidak hanya berfungsi ekologis atau hidrologis saja, tetapi juga memiliki fungsi ekonomi dan estetika. Pemanfaatan ruang publik untuk reklame ini dilakukan secara ketat,” katanya.

Sebagai bagian dari fungsi pengendalian dan peningkatan pendapatan, Pemkot Surabaya menerapkan tarif pajak lebih tinggi bagi biro reklame yang memanfaatkan ruang publik di koridor jalan dan taman dibandingkan lokasi lainnya.

 Penyelenggara juga diwajibkan menyediakan, merawat, dan memperbaiki prasarana serta utilitas umum di titik reklame.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Selain itu, titik reklame harus ditata dengan komposisi yang baik agar tidak mengganggu pandangan maupun membahayakan pengguna jalan.

Basari menyebut, skema tersebut memungkinkan pemkot melakukan realokasi anggaran yang sebelumnya digunakan untuk perawatan taman dan ruang publik ke sektor lain seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

“Anggaran yang sebelumnya untuk perawatan rutin taman bisa dialihkan untuk membiayai program pembangunan lain yang lebih luas bagi warga Surabaya,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.