Mendikdasmen Resmikan 124 Gedung Sekolah di Jember, Revitalisasi Nasional Ditarget Rampung Sebelum 2029
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Sabtu, 21 Feb 2026 23:44 WIB
selalu.id - Abdul Mu'ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia meresmikan 124 gedung sekolah hasil revitalisasi yang dibiayai melalui APBN 2025.
Dari total 11.167 satuan pendidikan yang telah dialokasikan anggarannya, 100 persen telah selesai dan siap digunakan.
Baca Juga: Universitas Muhammad Seruji Jember Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul
Peresmian ini digelar di SMP Negeri 1 Balung Kabupaten Jember pada Sabtu (21/2/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa dari total peresmian kali ini, terdapat 132 satuan pendidikan yang mencakup jenjang TK, SD, SMP hingga SMA.
“Ini merupakan bagian dari usaha kami di kementerian atas arahan Bapak Presiden untuk penguatan mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana. Tahun depan, insya Allah, program ini akan kita laksanakan dengan sistem swakelola,” ujarnya.
Untuk tahun anggaran 2026, APBN telah mengalokasikan revitalisasi bagi 11.470 lebih satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Selain itu, pemerintah juga tengah mengajukan tambahan anggaran guna merealisasikan program revitalisasi tambahan sebanyak 60.000 satuan pendidikan.
Pengajuan tambahan anggaran tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan melalui Komisi X DPR RI. Jika disetujui, pada 2026 mendatang pemerintah akan merevitalisasi sekitar 71 ribu satuan pendidikan secara bertahap," jelasnya.
“Bahkan sebelum tahun 2029, mudah-mudahan seluruh sekolah di Indonesia sudah dapat kita revitalisasi,” tambahnya.
Lebih lanjut Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa, Saat ini, proses verifikasi dan validasi (verval) tengah berlangsung bagi sekolah-sekolah yang mengajukan secara daring. Skema pelaksanaan tetap menggunakan sistem swakelola oleh masing-masing sekolah.
Baca Juga: Pemkab Jember Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Banjir
Menurut Abdul Mu’ti, sistem ini terbukti tidak hanya memperbaiki gedung sekolah, tetapi juga memberi dampak ekonomi.
“Program ini bisa menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi daerah karena pekerja berasal dari masyarakat setempat, dan material dibeli dari toko-toko lokal,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa program revitalisasi ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak mengabaikan kualitas pendidikan nasional," katanya.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa saat awal menjabat, terdapat sekitar 1.500 gedung sekolah di Kabupaten Jember dalam kondisi rusak berat.
Pemerintah Kabupaten Jember kemudian mengajukan perbaikan ke Kemendikdasmen RI, dan pada 2025 sebanyak 124 sekolah di Jember menerima program revitalisasi.
Baca Juga: Pemulihan Dampak Banjir, Pemkab Jember Utamakan Kerja Lapangan
“Alhamdulillah, di era Presiden Prabowo Subianto, Kabupaten Jember menerima program revitalisasi sekolah terbesar di Indonesia,” ungkap Gus Fawait.
Untuk tahun 2026, Pemkab Jember kembali mengajukan lebih dari 300 sekolah guna memperoleh bantuan serupa. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui program revitalisasi tersebut.
Salah satu proyek revitalisasi di Jember menghabiskan anggaran sekitar Rp4 miliar, seperti yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Balung," ungkapnya.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program revitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi generasi penerus bangsa," pungkasnya.
Editor : Redaksi