Asik Patrol Bangunkan Sahur, Remaja Diserang Gangster Bersajam di Mojokerto
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Minggu, 22 Feb 2026 12:08 WIB
selalu.id - Puluhan anggota gangster menyerang remaja saat patrol atau membangunkan warga untuk sahur di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Penyerangan itu terekam kamera pengawas yang terpasang di Masjid Al Azhar. Tampak dalam video, puluhan gangster itu datang dari arah timur melaju ke barat.
Baca Juga: Kepergok Curi Kotak Amal, Dua Pemuda asal Surabaya Dimassa di Mojokerto
Tak lama kemudian, gerombolan gangster itu putar arah kembali ke timur lalu berdiri di depan gang yang tepat berada di samping Masjid Al Azhar.
Kemudian lima anggota ganster masuk dan menyerang remaja yang saat itu patrol untuk membangunkan warga untuk sahur dengan memakai sepeda dan motor.
Takmir Masjid Al Azhar, Wiyan mengatakan, kejadian penyerangan itu terjadi pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.
"Saat itu anak-anak keretuk (patrol untuk bangunkan sahur) itu berangkatnya dari sebelah utara ke selatan. Kemudian pas di sampingnya masjid, tiba-tiba ada sekelompok anak-anak muda, itu mungkin yang dikatakan dengan gester itu mungkin itu bawa parang, bawa clurit," kata Wiyan, Minggu (22/2/2026).
Baca Juga: Halo Rekk! Pasar Takjil Ramadan di Ketidur Mojokerto Bakal Hadir Lagi, Catat Tanggalnya
Ia menambahkan, gerombolan gangster itu ada sekitar puluhan anak muda dengan mengendarai motor dan berboncengan semua.
"Itu ada beberapa kelompok anak itu sekitar mungkin kalau nggak salah sekitar 15 atau 20 anak. Bawa kendaraan, boncengan-boncengan semuanya. Kemudian sekitar ada 4 anak yang lari mengejar anak keretuk-keretuk itu.
Tapi anak keretuk-keretuk itu ada sebagian yang bawa sepeda motor. Nah ada 2 atau 3, nah kemudian didatangi itu otomatis anak-anak itu ketakutan lari sepedanya ditinggal," ungkapnya.
Baca Juga: Keluh Pemdes Medali Mojokerto soal Pembangunan Desa Tertunda Imbas Pemotongan DD dan AD
Menurut Wiyan, sepeda dan motor yang ditinggal oleh anak-anak yang sedang patrol itu kemudian dirusak oleh gerombolan gangster.
"Langsung didatangi dengan anak itu, tiba-tiba sepeda motor itu juga dirusak. Dirusak lampunya, kemudian tangkinya. Sampai tadi pagi itu saya lihat itu ada bekasnya, bekas sepeda motor itu yang sudah roboh itu ada bensin-bensinnya yang meleler gitu. Antara warga dianiaya dan tidak itu kemungkinan insya Allah tidak ada karena tidak ada laporan selama ini, itu cuma anak-anak hanya merasa ketakutan lari sendiri-sendiri. Lari-lari untuk menyelamatkan diri. Warga tidak ada yang tahu (kenal)," pungkasnya.
Editor : Redaksi