Kamis, 17 Sep 2026 12:00 WIB

Potret Sukses Sistem Perlindungan Mandiri di Genteng Surabaya, Warga Sakit Dapat Rp250 Ribu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 22 Feb 2026 11:57 WIB
Wali Kota Eri saat berkunjung ke RW 9 Lemah Putro. (Dok/Diskominfo Surabaya). 
Wali Kota Eri saat berkunjung ke RW 9 Lemah Putro. (Dok/Diskominfo Surabaya). 

selalu.id - RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, menjadi contoh kampung dengan sistem perlindungan sosial mandiri berbasis gotong royong. 

Warga yang sakit dan dirawat di rumah sakit mendapat santunan Rp250 ribu, sementara santunan kematian diberikan sebesar Rp400 ribu dari kas swadaya warga.

Baca Juga: Pedagang Tanjung Sari Cemas dan Pertanyakan Jam Operasional Tak Merata ke Satpol PP Surabaya

Model ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat melakukan monitoring Kampung Pancasila di Balai RW 9, Sabtu (21/2/2026) lalu.

Eri menyebut sistem yang dibangun RW 9 menjadi bukti nilai Pancasila diwujudkan dalam aksi nyata.

“Pancasila itu tidak lagi hanya dalam lisan, tapi dalam langkah dan perbuatan. Saya bangga karena data keluarga miskin direkap dengan jelas, mana yang dicover pemkot dan mana yang dibantu melalui swadaya RW, sehingga bantuan tidak menumpuk,” ujar Eri.

Ketua RW 9 Lemah Putro, Agung Diponegoro, menjelaskan perlindungan sosial tersebut bersumber dari Kas Kampung Madani yang dikelola secara mandiri oleh warga. 

Dana itu, kata dia, digunakan untuk membantu warga sakit, santunan kematian, hingga dukungan pendidikan.

“Kami memiliki sistem perlindungan sosial mandiri. Bantuan kesehatan Rp250 ribu untuk warga yang dirawat di rumah sakit dan santunan kematian Rp400 ribu. Ini bentuk solidaritas warga,” kata Agung.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Selain perlindungan sosial, RW 9 juga menjalankan pemberdayaan ekonomi melalui budidaya lele serta pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Dari hasil penjualan sampah, 20 persen dikembalikan kepada warga.

Eri menegaskan pentingnya transparansi data kemiskinan. Ia menyebut penetapan warga miskin desil 1–5 harus mengacu pada 39 indikator, mulai kondisi fisik bangunan hingga pendapatan.

“Anggaran kita terbatas, ada skala prioritas. Untuk bantuan pendidikan misalnya, difokuskan dua anak per keluarga agar merata,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan warga usia produktif agar tidak bergantung pada bantuan sosial jika masih mampu bekerja. Pemerintah, kata dia, akan memprioritaskan lansia di atas 60 tahun yang tinggal sendiri untuk mendapatkan perlindungan penuh.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Orang nomor satu di Surabaya itu berharap model kemandirian RW 9 Lemah Putro bisa direplikasi di wilayah lain di Surabaya, sehingga kesejahteraan warga tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga diperkuat solidaritas lingkungan.

“Kalau RW-nya bergerak dan warganya kompak, kesejahteraan pasti tercapai,” tandasnya.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gas Muncul dari Sumur di Sumenep, DPRD Jatim Minta ESDM Pantau Potensi Bahaya

Fenomena tersebut tidak boleh hanya dilihat dari sisi potensi sumber daya alam.

Kecelakaan Dua Motor di Mojokerto, Satu Pemotor asal Jombang Tewas

Polisi masih menyelidiki kronologi lengkap dan penyebab pasti tabrakan dua sepeda motor tersebut.

Hasil Carabao Cup: Man United Angkat Koper, Kena Comeback Brighton

Brighton mampu comeback 2-3 dan MU harus angkat koper dari ajang Carabao Cup 2026/2026 di hadapan pendukungnya sendiri.

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.