Minggu, 18 Okt 2026 21:53 WIB

Pandangan Senior PDIP soal Pergantian Ketua DPRD Surabaya: Leadership Harus Teruji!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 20 Feb 2026 20:15 WIB
Kader senior PDIP, Saleh Ismail Mukadar. (Dok. PDIP Jatim).
Kader senior PDIP, Saleh Ismail Mukadar. (Dok. PDIP Jatim).

selalu.id - Proses pengisian kursi Ketua DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) mulai bergulir setelah terjadi kekosongan jabatan. Sejumlah nama berpeluang diusulkan melalui mekanisme internal partai.

Kader senior PDIP, Saleh Ismail Mukadar, menegaskan seluruh anggota fraksi memiliki hak untuk dicalonkan maupun mencalonkan. Namun, terdapat ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang menjadi acuan utama.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

“Semua anggota fraksi berhak dicalonkan, tapi ada syarat yang menjadi pertimbangan untuk menjadi Ketua DPRD. Pertama harus masuk dalam struktur KSB, yaitu ketua, sekretaris, atau bendahara. Kedua, memiliki perolehan suara signifikan di Pemilu terakhir,” jelas Saleh, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, tidak semua unsur KSB di tingkat DPC merupakan anggota dewan aktif. Karena itu, peluang mengerucut pada figur yang memenuhi dua kriteria sekaligus, yakni berada dalam struktur partai dan memiliki legitimasi elektoral kuat.

Selain faktor struktural dan perolehan suara, pengalaman serta loyalitas terhadap partai juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan sosok yang akan diusulkan menggantikan posisi Ketua DPRD Kota Surabaya.

“Kalau bicara loyalitas dan pengalaman, itu juga menjadi ukuran. Leadership harus teruji, karena Ketua DPRD bukan hanya jabatan politik, tapi juga posisi strategis dalam menjaga soliditas fraksi,” tegas Saleh.

Baca Juga: Merawat Bumi, Menyejahterakan Warga: Wajah Baru Pantai Teluk Asmara Malang!

Terkait mekanisme, ia mengatakan proses dimulai dari rapat di tingkat DPC untuk menentukan sejumlah nama yang akan diusulkan. Minimal tiga nama dapat diajukan ke DPD, kemudian diteruskan ke DPP untuk diputuskan.

“Keputusan final ada di DPP. Itu hak prerogatif DPP. Tapi biasanya tetap mengacu pada regulasi partai yang sudah diatur dalam AD/ART,” paparnya.

Saleh juga mengapresiasi kepengurusan DPC Surabaya yang baru karena dinilai mampu mencairkan faksi-faksi internal yang sebelumnya menguat.

Baca Juga: Respons Santai Syaifuddin Zuhri Soal Eks Kader PDIP Pindah ke PSI, Ini Fokus yang Lebih Penting

Soliditas tersebut diharapkan menjadi modal penting menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Saya sangat yakin kalau solid, kursi yang sempat hilang bisa kembali diraih pada Pemilu mendatang,” tandas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.