Senin, 07 Sep 2026 00:15 WIB

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Feb 2026 11:19 WIB
Paskibraka Surabaya 2025. (Dok/Diskominfo Surabaya). 
Paskibraka Surabaya 2025. (Dok/Diskominfo Surabaya). 

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membuka pendaftaran Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Surabaya Tahun 2026 mulai 12 hingga 28 Februari 2026. 

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di paskibraka.bpip.go.id.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, mengatakan program tersebut diperuntukkan bagi pelajar kelas X atau sederajat yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia 16 hingga 18 tahun pada 17 Agustus 2026.

“Seleksi ini tidak hanya menilai kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mencakup aspek kesehatan, akademik, serta kesiapan mental dan kedisiplinan peserta,” kata Tundjung, Minggu (15//2/2026).

Tundjung menjelaskan peserta wajib memperoleh izin tertulis dari kepala sekolah dan persetujuan orang tua atau wali.

Calon peserta juga harus memiliki nilai akademik minimal berkategori baik serta dinyatakan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan di setiap tahapan seleksi.

Ia menambahkan, persyaratan fisik juga menjadi perhatian dalam seleksi. Untuk pelajar putra, tinggi badan minimal 170 sentimeter dan maksimal 180 sentimeter. Sementara pelajar putri minimal 165 sentimeter dan maksimal 175 sentimeter.

“Seluruh persyaratan tersebut wajib dibuktikan melalui surat keterangan sehat dari fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah,” imbuhnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Peserta yang lolos seleksi wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemusatan pendidikan dan pelatihan, pengukuhan, hingga pelaksanaan tugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Selain itu, peserta akan mendapatkan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.

“Peserta juga akan mendapatkan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan,” terangnya.

Dalam proses pendaftaran, calon peserta harus membuat akun dan mengunggah dokumen persyaratan secara daring. 

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Dokumen tersebut meliputi foto berseragam sekolah, Kartu Keluarga, surat izin kepala sekolah, persetujuan orang tua atau wali, surat pernyataan kesediaan mematuhi peraturan, informed consent pemeriksaan kesehatan, salinan rapor dengan nilai minimal baik, surat keterangan sehat dari dokter pemerintah, serta surat pernyataan kesehatan gigi dan mulut.

“Seluruh dokumen pernyataan tersebut digabung dalam satu berkas untuk diunggah melalui aplikasi Transparansi Paskibraka,” ujar Tundjung.

Pemkot Surabaya mengajak pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ajang pembentukan karakter dan kepemimpinan.

“Melalui Paskibraka, generasi muda diharapkan tidak hanya tampil membawa Sang Saka Merah Putih dengan penuh kebanggaan, tetapi juga menjadi teladan dalam menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.