Kamis, 04 Jun 2026 06:24 WIB

Pemkab Jember Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Banjir

Tim Satgas saat melakukan pengecekan wilayah terdampak banjir di Jember. (Dok. Pemkab Jember).
Tim Satgas saat melakukan pengecekan wilayah terdampak banjir di Jember. (Dok. Pemkab Jember).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur bergerak cepat memetakan kerusakan infrastruktur akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Jember menyebabkan ribuan warga terdampak serta merusak sejumlah fasilitas publik vital.

Baca Juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman turun langsung ke lapangan bersama Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang untuk meninjau sejumlah titik terdampak pada Minggu (15/2/2026).

Beberapa jembatan yang mengalami kerusakan antara lain: Jembatan Cinta di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jembatan Merah Putih di Desa Pakis, Kecamatan Panti, serta Jembatan Sentool di Desa Suci, Kecamatan Panti.

Helmi menyampaikan bahwa banjir kali ini termasuk yang terparah dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Berdasarkan data sementara, lebih dari 7.000 Kepala Keluarga (KK) di berbagai kecamatan terdampak akibat meluapnya sungai dan tingginya intensitas hujan.

“Kami melakukan pemetaan menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur, baik milik desa, kabupaten, maupun provinsi. Semua kami data untuk menentukan prioritas penanganan dan percepatan perbaikan,” jelasnya.

Helmi mengatakan, koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus dilakukan agar proses rehabilitasi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Jember juga menetapkan status siaga darurat bencana hingga 26 Februari 2026, menindaklanjuti peringatan cuaca ekstrem dari BMKG yang diprediksi masih berlanjut hingga akhir bulan.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

“Pesan dari Ibu Gubernur sangat jelas, Jember menjadi prioritas perbaikan infrastruktur terdampak. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan saling membantu dalam menghadapi situasi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja, yang turut melakukan peninjauan lapangan, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan identifikasi teknis terhadap tingkat kerusakan, terutama pada jembatan dengan bentang panjang.

Menurut Edy, secara konstruksi tidak ditemukan persoalan mendasar pada struktur jembatan. Namun, debit air yang meningkat drastis akibat hujan berintensitas tinggi dalam waktu lama melampaui kapasitas desain jembatan.

“Sebagian besar jembatan memiliki elevasi relatif rendah. Saat terjadi hujan deras dengan durasi panjang, debit air melonjak hingga terjadi overtopping, yaitu air meluap melewati lantai jembatan dan menyeret konstruksi hingga roboh,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Jember Sabet WTP, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah

Sebagai langkah antisipatif ke depan, Dinas PU Bina Marga Jatim mempertimbangkan peningkatan elevasi jembatan dalam proses pembangunan kembali.

"Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan serupa, terutama di tengah pola cuaca yang semakin sulit diprediksi," kata Edy.

Terkait target penyelesaian perbaikan, Edy menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan detail di lapangan, termasuk evaluasi komponen struktural utama.

“Jika ada komponen yang harus diganti, tentu akan kami ganti. Setelah seluruh data terkumpul, hasilnya akan kami laporkan kepada Ibu Gubernur untuk menentukan langkah eksekusi selanjutnya,” jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.