Minggu, 01 Nov 2026 03:53 WIB

Revitalisasi Pasar Dinilai Amburadul, AMAK Dorong Audit Total Proyek Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 23 Jan 2026 09:54 WIB
Foto: Revitalisasi Pasar Keputran 
Foto: Revitalisasi Pasar Keputran 

selalu.id -  Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) ikut angkat suara proyek revitalisasi pasar di Kota dinilai ambruadul. AMAK mendesak mendesak audit total atas proyek yang menyedot anggaran publik tersebut.

 

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

AMAK menilai revitalisasi pasar yang seharusnya memperkuat ekonomi rakyat justru berpotensi menjadi sumber pemborosan anggaran akibat lemahnya perencanaan dan minimnya transparansi.

 

Ketua Umum AMAK, Bonang Adji Handoko, menyebut kritik terbuka DPRD merupakan sinyal kuat adanya persoalan mendasar dalam tata kelola proyek pasar oleh Pemerintah Kota Surabaya.

 

“Kalau DPRD sudah sampai menyebut revitalisasi pasar ini amburadul, itu bukan persoalan kecil. Ini peringatan serius bahwa ada masalah sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” ujar Bonang, Jumat (23/1/2026).

 

Ketua Umum AMAK, Bonang Adji HandokoKetua Umum AMAK, Bonang Adji Handoko

 

Menurutnya, kekacauan proyek pasar tidak bisa dinormalisasi atas nama pembangunan. Apalagi, dampaknya langsung dirasakan oleh pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas pasar tradisional.

 

AMAK mencatat, di lapangan revitalisasi pasar kerap berjalan tanpa konsep yang jelas, minim komunikasi dengan pedagang, serta tidak disertai jaminan keberlanjutan usaha selama proses pembangunan berlangsung.

 

“Kami melihat pasar direvitalisasi, tapi pedagang bingung harus ke mana, bagaimana bertahan, dan apakah setelah selesai mereka masih punya tempat. Ini berbahaya dan menunjukkan kebijakan yang tidak berpihak,” tegas Bonang.

 

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

Atas kondisi tersebut, AMAK mendesak audit independen secara menyeluruh, tidak hanya pada kualitas fisik bangunan, tetapi juga mencakup proses perencanaan, pengadaan, hingga pengambilan kebijakan.

 

“Setiap proyek publik dengan anggaran besar wajib transparan dan akuntabel. Ketika perencanaannya tidak matang dan pelaksanaannya tertutup, risiko pemborosan bahkan penyimpangan anggaran terbuka lebar,” katanya.

 

AMAK menyatakan dukungan terhadap fungsi pengawasan DPRD dan mendorong agar evaluasi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan publik, khususnya pedagang pasar.

 

“Pasar rakyat bukan sekadar bangunan fisik. Itu ruang hidup ekonomi masyarakat kecil. Kalau revitalisasi justru meminggirkan pedagang, itu tanda kegagalan kebijakan yang harus segera dikoreksi,” ujar Bonang.

 

Baca Juga: Tujuh Program Unggulan Kunci Surabaya Sabet TPAKD Award 2026 Terbaik Jawa - Bali

AMAK menegaskan akan terus mengawal proyek revitalisasi pasar di Surabaya dan tidak menutup kemungkinan mendorong pelibatan aparat pengawas internal maupun penegak hukum jika ditemukan indikasi penyimpangan.

 

“Uang rakyat harus kembali kepada rakyat. Revitalisasi pasar harus bersih, transparan, dan benar-benar berpihak pada pedagang,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, DPRD Kota Surabaya secara terbuka mengkritik revitalisasi pasar yang dinilai tidak terarah dan minim keberpihakan kepada pedagang. Salah satu anggota DPRD Surabaya, Budi Leksono, menegaskan revitalisasi tidak boleh dilakukan secara serampangan.

 

“Revitalisasi pasar itu harus meningkatkan kesejahteraan pedagang, bukan malah membuat mereka kehilangan pembeli dan kepastian usaha. Fakta di lapangan menunjukkan perencanaan Pemkot belum siap,” ujar Budi Leksono yang akrab disapa Buleks.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal

Polisi Bongkar Pengemasan Ulang Beras SPHP di Pasuruan, Empat Orang Diamankan

Pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengemasan ulang beras SPHP.

Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

Film komedi Jawa yang diangkat dari Woko Channel ini akan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.