Minggu, 01 Feb 2026 23:20 WIB

Terjaring OTT KPK, Ini rekam Jejak Karier Maidi dari Guru hingga Wali Kota Madiun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 19 Jan 2026 17:00 WIB
Foto: Maidi, Walikota Madiun
Foto: Maidi, Walikota Madiun

selalu.id - Maidi dikenal sebagai birokrat senior di Kota Madiun dengan perjalanan karier panjang di lingkungan pemerintahan daerah sebelum terjun ke dunia politik. Riwayat tersebut kini menjadi perhatian setelah ia dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Maidi mengawali karier sebagai guru geografi di SMAN 1 Madiun pada 1989. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala SMAN 2 Madiun sebelum beralih ke jabatan struktural di Pemerintah Kota Madiun.

Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah

Latar belakang pendidikan Maidi ditempuh di sejumlah perguruan tinggi, antara lain IKIP Surabaya, Universitas Merdeka Madiun, Universitas Satyagama Jakarta, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan Universitas Terbuka Surabaya.

Kariernya di pemerintahan terus meningkat. Maidi pernah menjabat Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun.

Puncak karier birokrasi diraih saat ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Madiun pada periode 2009 hingga 2018. Selama menjabat Sekda, Maidi menangani koordinasi pemerintahan serta pengelolaan administrasi dan anggaran daerah.

Baca Juga: KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi ke Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto: Ada Jetski, Mobil hingga Tanah

Setelah hampir satu dekade menjabat Sekda, Maidi masuk ke dunia politik. Pada Pilkada 2018, ia maju sebagai calon Wali Kota Madiun dengan dukungan PDI Perjuangan dan partai koalisi. Ia terpilih dan menjabat Wali Kota Madiun periode 2019 hingga 2024.

Pada masa kepemimpinan periode pertama, Maidi menjalankan sejumlah program pembangunan kota dan pelayanan publik.

Menjelang Pilkada 2024, Maidi kembali maju sebagai calon wali kota dengan dukungan Partai Gerindra sebagai pengusung utama bersama F Bagus Panuntun sebagai wakil. Pasangan ini juga didukung PSI, Golkar, NasDem, Demokrat, serta sejumlah partai lainnya. Maidi kembali terpilih dan dilantik untuk periode 2025 hingga 2030.

Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

Di tengah masa jabatan periode kedua tersebut, Maidi dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa pada Senin (19/1/2026), tim KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, KPK mengamankan sebanyak 15 orang. Dari jumlah itu, sembilan orang kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Salah satu pihak yang diamankan disebut merupakan Wali Kota Madiun.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.