Senin, 20 Jul 2026 07:41 WIB

Reog Ponorogo Masuk Nominasi Tunggal Warisan Budaya UNESCO

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Feb 2022 12:48 WIB
Kesenian Reog Ponorogo
Kesenian Reog Ponorogo

selalu.id - Reog Ponorogo berhasil masuk nominasi tunggal Warisan Budaya Tak Benda Indonesia atau Intangible Cultural Heritage/ICH ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Sebelumnya, tahun 2013 Reog Ponorogo tercata sebagai warisan Budaya Tak berbenda olek Mendikbud RI.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

"Kenapa disebut nominasi tunggal, karena memang reog hanya ada di Ponorogo. Kalaupun reog dimainkan di Medan atau di Makassar misalnya, ya namanya tetap Reog Ponorogo, bukan reog Medan dan seterusnya," kata, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin (28/1/2022).

Khofifah mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk mendukung mendukung baik melalui testimoni maupun dukungan melalui sosial media. Ia berharap Reog Ponorogo berhasil lolos sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Sehingga, kesenian kebanggaan masyarakat Ponorogo, Jawa Timur serta Indonesia ini akan semakin mendunia dan membawa nama baik Indonesia.

"Saya yakin bahwa kesenian Reog Ponorogo telah memiliki nilai luar biasa sebagai syarat untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya tak benda dunia dari UNESCO," ungkapnya.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Khofifah menyampaikan,

Bahwa bulu merak tersebut, kata dia bukan dicabut, akan tetapi memang dalam kurun waktu tertentu bulu merak tersebut lepas sendiri dari tubuh Merak.

"Kemudian yang belasan tahunan lalu menggunakan kulit harimau, namun saat ini sudah diganti kulit kambing yang kemudian diformat seperti kulit harimau," jelasnya.

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

"Kalau dua hal ini sudah terjawab dan meyakinkan UNESCO, InsyaAllah Reog Ponorogo akan lolos sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO,” imbuh Khofifah.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha dan kerja keras agar dunia mau mengakui Reog Ponorogo.

"Maturnuwun sanget dukungannya Ibu Gubernur. Kami akan terus bekerja keras agar ini bisa berhasil lolos. Mohon doanya juga kepada seluruh masyarakat Ponorogo," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.