Biaya Pengobatan Korban Keracunan Soto Ayam MBG Mojokerto Ditanggung Badan Gizi Nasional
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Senin, 12 Jan 2026 10:52 WIB
selalu.id - Biaya pengobatan korban keracunan menu soto ayam makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: Sengketa Lahan Kakek Wawan vs Pelindo Ramai, DPRD Surabaya Minta Publik Tak Seret MBG
Data terakhir, sebanyak 261 orang terdampak mulai dari siswa, santri hingga orang tua siswa yang sempat menyantap menu soto ayam makan bergizi gratis (MBG).
Namun, 140 orang sudah dinyatakan sehat atau pulang ke rumah setelah mendapat perawatan medis di posko kesehatan yang disediakan di Pondok Pesantren Ma'had An Nur, puskesmas hingga rumah sakit.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko mengatakan, penanganan orang terdampak atau keracunan menu makan bergizi gratis ini di beberapa rumah sakit.
"Ada beberapa rumah sakit Mojokerto Raya kita libatkan dan yang terbesar penanganannya ada di Soekandar ada 49 update terakhir," kata Teguh, Minggu (11/1/2026).
Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Ratusan Orang di Mojokerto Keracunan MBG
Ia menambahkan, terdapat tujuh sekolah terdampak dari menu soto ayam makan bergizi gratis pada Jumat (9/1/2026) lalu yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang.
"Data yang disampaikan yang kita terima ada tujuh sekolah yang terdampak dari proses pemberian makan. Ada beberapa yang sudah diambil sampelnya, hasil sampel akan keluar senin besok. Hasil yang keluar semoga valid. Semua yang diuji semua makannya dan muntahan pasien," jelasnya.
Baca Juga: Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
Teguh menegaskan, semua orang yang terdampak dengan menu makan bergizi gratis ini tidak akan mengeluarkan biaya sama sekali lantaran biaya pengobatan korban keracunan massal ditanggung oleh BGN.
"Biaya kita sudah sepakat dengan BGN, semua ditanggung BGN. Masyarakat terdampak gratis tidak mengeluarkan uang termasuk penanganan rumah sakit," pungkasnya.
Editor : Ading