Senin, 20 Jul 2026 11:54 WIB

Korban Keracunan Soto Ayam MBG di Mojokerto Bertambah jadi 261

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat menjenguk korban keracunan MBG di Mojokerto
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat menjenguk korban keracunan MBG di Mojokerto

selalu.id - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau ratusan korban keracunan menu soto ayam makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto.

Emil menjenguk para korban yang masih dirawat di Pondok Pesantren Ma'had An Nur di Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo dan di RSUD Prof dr Soekandar Kecamatan Mojosari.

Baca Juga: Emak-emak HMD Gemas Surabaya Gelar Aksi Dukung Program MBG, Cuma Pura-pura atau Terpaksa?

Wagub Jatim Emil Elestianto mengatakan, para korban masih dilakukan perawatan di dua tempat dan saat ini masih konsentrasi untuk perawatan medis.

"Tadi juga ada yang dirawat di Pondok An Nur, ada yang langsung ke rumah sakit, yang paling praktis bagi siapapun dan yang sesuai dengan kebutuhan penanganan medisnya. Tadi di pondok juga ada infusnya, jadi kami mengapresiasi pemerintah Kabupaten Mojokerto yang telah bergerak dengan cekatan untuk memberikan pengobatan kepada seluruh penerima manfaat yang terdampak," kata Emil, Minggu (11/1/2026).

Ia menambahkan, pihak Pemprov Jatim menelusuri penyebab ratusan penerima manfaat MBG yang terdampak dengan menu soto ayam yang disantap pada Jumat (11/1/2026) kemarin.

Baca Juga: Respon DPRD dan Pemkab Sidoarjo saat Didemo Soal Program MBG

"Kami mencoba menelusuri, ada yang hanya memakan ayamnya saja, terdampak. Ada yang hanya mencicipi sedikit telurnya, terdampak. Nah ini kan artinya memberikan informasi yang berharga untuk akar permasalahannya. Kita sambungkan dengan informasi yang diperoleh tadi di pondok," bebernya.

"Dilihat apakah dari memasak bahan-bahan di min satu yang kemudian disimpan bagai penyimpanan, atau telurnya. Apakah telur yang direbus itu masih ada cangkangnya, kemudian semuanya disimpan di satu tempat sebelum dikemas, atau bagaimana. Nah ini semua saya meyakini dari Dinas Kesehatan akan take lead, mengembangkan penelusuran, akan memberikan koordinasi. Sehingga kita bisa menemukan jawaban yang akan menjadi pintu masuk yang bermanfaat untuk menyempurnakan sistem ini ke depannya," sambungnya.

Baca Juga: ProGIB Geruduk DPRD Jember: Dukung Program MBG, Minta Koruptor Ditindak Tegas

Menurut Emil, penerima manfaat makan bergizi gratis ini bertambah menjadi korban menjadi 261 orang. Tak hanya siswa, orang tua siswa juga mencicipi dan menyantap soto ayam tersebut juga mengalami keracunan.

"Ada 261 yang terdampak, tapi ada yang sudah kembali ke rumah 140 kembali, yang masih di pondok di rumah sakit, terus di PKM ada 121. Jadi per dokter satu penanganan pertama adalah rehidrasi, dengan cairan khususnya jadi dari infus. Penanganan yang kedua adalah ubat, untuk memulihkan fungsi tadi ada zinc dan lain-lain yang diberikan mempercepat recovery. Tantangan terbesar juga bagi pasien adalah mual, sehingga mereka menolak makanan. Tetapi beberapa tadi sudah mulai bisa makan, sudah mulai reda itu akan menolak secara psikologis juga ya, untuk mereka bisa sikas dulu," pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.