Minggu, 01 Feb 2026 23:20 WIB

Korban Keracunan Soto Ayam MBG di Mojokerto Bertambah jadi 261

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat menjenguk korban keracunan MBG di Mojokerto
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat menjenguk korban keracunan MBG di Mojokerto

selalu.id - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau ratusan korban keracunan menu soto ayam makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto.

Emil menjenguk para korban yang masih dirawat di Pondok Pesantren Ma'had An Nur di Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo dan di RSUD Prof dr Soekandar Kecamatan Mojosari.

Baca Juga: Sengketa Lahan Kakek Wawan vs Pelindo Ramai, DPRD Surabaya Minta Publik Tak Seret MBG

Wagub Jatim Emil Elestianto mengatakan, para korban masih dilakukan perawatan di dua tempat dan saat ini masih konsentrasi untuk perawatan medis.

"Tadi juga ada yang dirawat di Pondok An Nur, ada yang langsung ke rumah sakit, yang paling praktis bagi siapapun dan yang sesuai dengan kebutuhan penanganan medisnya. Tadi di pondok juga ada infusnya, jadi kami mengapresiasi pemerintah Kabupaten Mojokerto yang telah bergerak dengan cekatan untuk memberikan pengobatan kepada seluruh penerima manfaat yang terdampak," kata Emil, Minggu (11/1/2026).

Ia menambahkan, pihak Pemprov Jatim menelusuri penyebab ratusan penerima manfaat MBG yang terdampak dengan menu soto ayam yang disantap pada Jumat (11/1/2026) kemarin.

Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Ratusan Orang di Mojokerto Keracunan MBG

"Kami mencoba menelusuri, ada yang hanya memakan ayamnya saja, terdampak. Ada yang hanya mencicipi sedikit telurnya, terdampak. Nah ini kan artinya memberikan informasi yang berharga untuk akar permasalahannya. Kita sambungkan dengan informasi yang diperoleh tadi di pondok," bebernya.

"Dilihat apakah dari memasak bahan-bahan di min satu yang kemudian disimpan bagai penyimpanan, atau telurnya. Apakah telur yang direbus itu masih ada cangkangnya, kemudian semuanya disimpan di satu tempat sebelum dikemas, atau bagaimana. Nah ini semua saya meyakini dari Dinas Kesehatan akan take lead, mengembangkan penelusuran, akan memberikan koordinasi. Sehingga kita bisa menemukan jawaban yang akan menjadi pintu masuk yang bermanfaat untuk menyempurnakan sistem ini ke depannya," sambungnya.

Baca Juga: Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto

Menurut Emil, penerima manfaat makan bergizi gratis ini bertambah menjadi korban menjadi 261 orang. Tak hanya siswa, orang tua siswa juga mencicipi dan menyantap soto ayam tersebut juga mengalami keracunan.

"Ada 261 yang terdampak, tapi ada yang sudah kembali ke rumah 140 kembali, yang masih di pondok di rumah sakit, terus di PKM ada 121. Jadi per dokter satu penanganan pertama adalah rehidrasi, dengan cairan khususnya jadi dari infus. Penanganan yang kedua adalah ubat, untuk memulihkan fungsi tadi ada zinc dan lain-lain yang diberikan mempercepat recovery. Tantangan terbesar juga bagi pasien adalah mual, sehingga mereka menolak makanan. Tetapi beberapa tadi sudah mulai bisa makan, sudah mulai reda itu akan menolak secara psikologis juga ya, untuk mereka bisa sikas dulu," pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.