Kamis, 03 Sep 2026 15:46 WIB

Korban Keracunan Soto Ayam MBG di Mojokerto Bertambah jadi 261

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat menjenguk korban keracunan MBG di Mojokerto
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat menjenguk korban keracunan MBG di Mojokerto

selalu.id - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau ratusan korban keracunan menu soto ayam makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto.

Emil menjenguk para korban yang masih dirawat di Pondok Pesantren Ma'had An Nur di Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo dan di RSUD Prof dr Soekandar Kecamatan Mojosari.

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Wagub Jatim Emil Elestianto mengatakan, para korban masih dilakukan perawatan di dua tempat dan saat ini masih konsentrasi untuk perawatan medis.

"Tadi juga ada yang dirawat di Pondok An Nur, ada yang langsung ke rumah sakit, yang paling praktis bagi siapapun dan yang sesuai dengan kebutuhan penanganan medisnya. Tadi di pondok juga ada infusnya, jadi kami mengapresiasi pemerintah Kabupaten Mojokerto yang telah bergerak dengan cekatan untuk memberikan pengobatan kepada seluruh penerima manfaat yang terdampak," kata Emil, Minggu (11/1/2026).

Ia menambahkan, pihak Pemprov Jatim menelusuri penyebab ratusan penerima manfaat MBG yang terdampak dengan menu soto ayam yang disantap pada Jumat (11/1/2026) kemarin.

Baca Juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo

"Kami mencoba menelusuri, ada yang hanya memakan ayamnya saja, terdampak. Ada yang hanya mencicipi sedikit telurnya, terdampak. Nah ini kan artinya memberikan informasi yang berharga untuk akar permasalahannya. Kita sambungkan dengan informasi yang diperoleh tadi di pondok," bebernya.

"Dilihat apakah dari memasak bahan-bahan di min satu yang kemudian disimpan bagai penyimpanan, atau telurnya. Apakah telur yang direbus itu masih ada cangkangnya, kemudian semuanya disimpan di satu tempat sebelum dikemas, atau bagaimana. Nah ini semua saya meyakini dari Dinas Kesehatan akan take lead, mengembangkan penelusuran, akan memberikan koordinasi. Sehingga kita bisa menemukan jawaban yang akan menjadi pintu masuk yang bermanfaat untuk menyempurnakan sistem ini ke depannya," sambungnya.

Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Menurut Emil, penerima manfaat makan bergizi gratis ini bertambah menjadi korban menjadi 261 orang. Tak hanya siswa, orang tua siswa juga mencicipi dan menyantap soto ayam tersebut juga mengalami keracunan.

"Ada 261 yang terdampak, tapi ada yang sudah kembali ke rumah 140 kembali, yang masih di pondok di rumah sakit, terus di PKM ada 121. Jadi per dokter satu penanganan pertama adalah rehidrasi, dengan cairan khususnya jadi dari infus. Penanganan yang kedua adalah ubat, untuk memulihkan fungsi tadi ada zinc dan lain-lain yang diberikan mempercepat recovery. Tantangan terbesar juga bagi pasien adalah mual, sehingga mereka menolak makanan. Tetapi beberapa tadi sudah mulai bisa makan, sudah mulai reda itu akan menolak secara psikologis juga ya, untuk mereka bisa sikas dulu," pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.