Rabu, 04 Feb 2026 00:16 WIB

Catat! Ini Janji Wali Kota Soal Polemik Kader Surabaya Hebat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 26 Feb 2022 16:22 WIB
Kader kesehatan Surabaya
Kader kesehatan Surabaya

selalu.id - Pemkot Surabaya tengah menyiapkan Buser atau Buru Sergap di setiap lingkungan rukun tetangga (RT). Buser yang dimaksud bukanlah petugas yang menangkap penjahat, melainkan kader yang siaga membantu pemkot menyelesaikan permasalahan sosial, kesehatan, hingga kemiskinan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, Buser di setiap RT nantinya dipilih dari kader yang aktif. Mereka dipilih oleh kelurahan, Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membantu pemkot menyelesaikan masalah sosial hingga kesehatan.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

"Jadi dari kader-kadernya Kota Surabaya akan diambil, dites yang mampu. Nanti dijadikan Buser Surabaya Hebat. Ini adalah orang-orang dari kader yang kita ambil menjadi bagian," kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (25/2/2022).

Sedangkan untuk kader-kader yang lain, Eri memastikan mereka tetap jalan dengan tugas yang berbeda. Setidaknya, dari sekitar 45 ribu kader di Kota Surabaya, 28 ribu di antaranya akan dipilih menjadi Buser Surabaya Hebat.

"Jadi setiap RT ada 4 orang (Buser). Fungsinya mereka melihat Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) yang mana, yang dapat bantuan, terus bayi stunting di mana. Kalau kader kan keikhlasan, kalau Buser ada tugasnya, ada kinerjanya," jelas dia.

Lebih lanjut Eri menyampaikan, nantinya kader di Surabaya juga tak lagi terbagi dalam berbagai bidang. Melainkan, mereka yang sebelumnya terdiri dari Bumantik, Kader Lingkungan, hingga Kader Kesehatan akan menjadi satu bagian, yakni Kader Surabaya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

"Insya Allah kader-kader itu namanya akan hilang. Jadi, tidak ada lagi namanya Kader A, Kader B dan Kader C. Semua jadi Kader Surabaya," ujar dia.

Eri menegaskan, bahwa kader ini sifatnya sosial dan hanya membantu pemkot. Sementara tugas dan tanggung jawab, tetap berada pada kelurahan, kecamatan dan Perangkat Daerah (PD) terkait di lingkup Pemkot Surabaya.

"Kalau kader tetap jalan, seperti di Posyandu bantu-bantu apa. Kalau Buser yang bagian nyeruduk (gerak cepat)," ujarnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Selain itu, terkait insentif kader yang belum diserahterimakan, Eri menerangkan saat ini pemkot tengah menghitung. Rencananya, dalam minggu depan insentif kader bisa segera dicairkan.

"Insentif kader masih kita hitung. Insya Allah dalam minggu depan cair," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.