Rabu, 22 Jul 2026 22:10 WIB

Pemkab Jember Lantik 50 Pejabat, Gus Fawait Tegaskan Era Kinerja

  • Penulis : Tim Selalu
  • | Sabtu, 03 Jan 2026 11:13 WIB

selalu.id – Pemerintah Kabupaten Jember melantik dan mengambil sumpah jabatan dari 50 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemkab Jember, Jumat (2/1/2026) pagi.

Pelantikan digelar di Aula Lantai 2 Pendopo Wahya Wibawagraha dan dipimpin langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait. Prosesi ini disaksikan Ketua DPRD Jember H. Achmad Halim, Wakil Ketua DPRD Jember Fuad Akhsan, Ketua TP PKK Kabupaten Jember, dan jajaran pengurus.

Baca Juga: Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pelantikan menandai dimulainya fase baru tata kelola pemerintahan seiring diberlakukannya Peraturan Daerah tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Tahun 2026. Regulasi baru ini membawa perubahan signifikan, termasuk penggabungan sejumlah OPD untuk menciptakan birokrasi yang lebih ramping dan efisien.

Gus Fawait menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar administratif, tetapi bagian dari strategi memperkuat kinerja birokrasi dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. "Pelantikan ini tidak sekadar bersifat administratif, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperkuat kinerja birokrasi, serta berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat," terang Bupati.

Baca Juga: Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Ia mengapresiasi kinerja pejabat selama masa transisi kepemimpinannya selama sepuluh bulan. Menurutnya, stabilitas pemerintahan terjaga berkat kerja sama seluruh jajaran. "Pihaknya kembali menegaskan bahwa dalam rotasi ini tidak ada pejabat yang sengaja diturunkan eselonnya. Namun mulai 2026, kita memasuki era baru. Kinerja menjadi satu-satunya ukuran," tegas Gus Fawait.

Bupati menambahkan, penempatan pejabat dilakukan berdasarkan data dan capaian kinerja yang objektif. Indikator makro seperti tingkat kemiskinan, capaian pembangunan daerah, hingga inflasi menjadi dasar utama dalam menentukan komposisi jabatan.

Baca Juga: Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Ia menegaskan tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang tidak menjalankan kebijakan kepala daerah secara optimal. "Selama ini saya hanya melihat angka dan data. Jika kebijakan tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka konsekuensinya jelas, termasuk penurunan eselon," tutup Gus Fawait.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.