Senin, 07 Sep 2026 12:15 WIB

Cerita Pilu di Balik Mogok Produksi Pengusaha Tempe, Mereka Terintimidasi!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Feb 2022 12:44 WIB
Ilustrasi tempe Foto: Istiewa
Ilustrasi tempe Foto: Istiewa

selalu.id - Di balik kekompakan aksi mogok pengusaha tempe dan tahu yang digelar selama tiga hari (21-23 Februari 2022) kemarin menyimpan cerita menarik. Ada alasan memilukan kenapa para pengusaha tersebut terlihat kompak mogok produksi. Mereka terintimidasi!

Ghofur, salah satu pengusaha tempe di Surabaya menceritakan alasan dirinya ikut dalam aksi mogok produksi. Beberapa tahun silam, saat harga kedelai naik, ada instruksi yang sama dari perkumpulan pengusaha tempe untuk mogok produksi, namun saat itu Ghofur memilih untuk tidak ikut dan tetap berproduksi dengan mengurangi ukuran tempenya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Kalau mengingat kejadian itu, ndak enak rasanya," ujar Ghofur kepada selalu.id, Jumat (25/2/2022).

Berproduksinya Ghofur ternyata membawa petaka bagi pelanggan Ghofur yang menjual tempe di pasar. Pedagang tersebut diintimidasi oleh kelompok pengusaha tempe lainnya yang menggelar sweeping di pasar-pasar.

"Saya pernah kejadian beberapa tahun yang lalu, pelanggan saya ada yang nekat jualan di obrak abrik dagangannya," ungkap Ghofur.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Berbekal pengalaman tersebut, pada tahun ini, Ghofur memutuskan untuk mengikuti seruan perkumpulan pengusaha tempe dan tahu melalui surat edaran bernomor 01/PPT/Jatim/II/2022 yang diterbitkan oleh paguyuban Pengrajin Tempe dan Tahu Wilayah Surabaya dan sekitarnya, terkait kenaikan harga kedelai.

"Saya takut (Pelanggannya) digituin (takut disakiti di jalan), makanya saya ikuti saja berhenti produksi tiga hari untuk keamanan saya," ungkapnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Ghofur menambahkan, bahwa aksi mogok yang dilakukan selama tiga hari kemarin tidak membawa dampak penurunan harga kedelai di pasaran. Hanya mengurangi omzet pengusaha tempe dan tahu selama tiga hari.

"Sekarang harga kedelai malah naik, jadi Rp 11.200 sekilo, Naik Rp 200," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.