Selasa, 03 Feb 2026 14:33 WIB

Cerita Pilu di Balik Mogok Produksi Pengusaha Tempe, Mereka Terintimidasi!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Feb 2022 12:44 WIB
Ilustrasi tempe Foto: Istiewa
Ilustrasi tempe Foto: Istiewa

selalu.id - Di balik kekompakan aksi mogok pengusaha tempe dan tahu yang digelar selama tiga hari (21-23 Februari 2022) kemarin menyimpan cerita menarik. Ada alasan memilukan kenapa para pengusaha tersebut terlihat kompak mogok produksi. Mereka terintimidasi!

Ghofur, salah satu pengusaha tempe di Surabaya menceritakan alasan dirinya ikut dalam aksi mogok produksi. Beberapa tahun silam, saat harga kedelai naik, ada instruksi yang sama dari perkumpulan pengusaha tempe untuk mogok produksi, namun saat itu Ghofur memilih untuk tidak ikut dan tetap berproduksi dengan mengurangi ukuran tempenya.

Baca Juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

"Kalau mengingat kejadian itu, ndak enak rasanya," ujar Ghofur kepada selalu.id, Jumat (25/2/2022).

Berproduksinya Ghofur ternyata membawa petaka bagi pelanggan Ghofur yang menjual tempe di pasar. Pedagang tersebut diintimidasi oleh kelompok pengusaha tempe lainnya yang menggelar sweeping di pasar-pasar.

"Saya pernah kejadian beberapa tahun yang lalu, pelanggan saya ada yang nekat jualan di obrak abrik dagangannya," ungkap Ghofur.

Baca Juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Berbekal pengalaman tersebut, pada tahun ini, Ghofur memutuskan untuk mengikuti seruan perkumpulan pengusaha tempe dan tahu melalui surat edaran bernomor 01/PPT/Jatim/II/2022 yang diterbitkan oleh paguyuban Pengrajin Tempe dan Tahu Wilayah Surabaya dan sekitarnya, terkait kenaikan harga kedelai.

"Saya takut (Pelanggannya) digituin (takut disakiti di jalan), makanya saya ikuti saja berhenti produksi tiga hari untuk keamanan saya," ungkapnya.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Ghofur menambahkan, bahwa aksi mogok yang dilakukan selama tiga hari kemarin tidak membawa dampak penurunan harga kedelai di pasaran. Hanya mengurangi omzet pengusaha tempe dan tahu selama tiga hari.

"Sekarang harga kedelai malah naik, jadi Rp 11.200 sekilo, Naik Rp 200," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.