Kamis, 22 Okt 2026 17:08 WIB

Cerita Pilu di Balik Mogok Produksi Pengusaha Tempe, Mereka Terintimidasi!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Feb 2022 12:44 WIB
Ilustrasi tempe Foto: Istiewa
Ilustrasi tempe Foto: Istiewa

selalu.id - Di balik kekompakan aksi mogok pengusaha tempe dan tahu yang digelar selama tiga hari (21-23 Februari 2022) kemarin menyimpan cerita menarik. Ada alasan memilukan kenapa para pengusaha tersebut terlihat kompak mogok produksi. Mereka terintimidasi!

Ghofur, salah satu pengusaha tempe di Surabaya menceritakan alasan dirinya ikut dalam aksi mogok produksi. Beberapa tahun silam, saat harga kedelai naik, ada instruksi yang sama dari perkumpulan pengusaha tempe untuk mogok produksi, namun saat itu Ghofur memilih untuk tidak ikut dan tetap berproduksi dengan mengurangi ukuran tempenya.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

"Kalau mengingat kejadian itu, ndak enak rasanya," ujar Ghofur kepada selalu.id, Jumat (25/2/2022).

Berproduksinya Ghofur ternyata membawa petaka bagi pelanggan Ghofur yang menjual tempe di pasar. Pedagang tersebut diintimidasi oleh kelompok pengusaha tempe lainnya yang menggelar sweeping di pasar-pasar.

"Saya pernah kejadian beberapa tahun yang lalu, pelanggan saya ada yang nekat jualan di obrak abrik dagangannya," ungkap Ghofur.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Berbekal pengalaman tersebut, pada tahun ini, Ghofur memutuskan untuk mengikuti seruan perkumpulan pengusaha tempe dan tahu melalui surat edaran bernomor 01/PPT/Jatim/II/2022 yang diterbitkan oleh paguyuban Pengrajin Tempe dan Tahu Wilayah Surabaya dan sekitarnya, terkait kenaikan harga kedelai.

"Saya takut (Pelanggannya) digituin (takut disakiti di jalan), makanya saya ikuti saja berhenti produksi tiga hari untuk keamanan saya," ungkapnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Ghofur menambahkan, bahwa aksi mogok yang dilakukan selama tiga hari kemarin tidak membawa dampak penurunan harga kedelai di pasaran. Hanya mengurangi omzet pengusaha tempe dan tahu selama tiga hari.

"Sekarang harga kedelai malah naik, jadi Rp 11.200 sekilo, Naik Rp 200," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.