Kamis, 22 Okt 2026 17:09 WIB

Tetap Naik, Aksi Mogok Produksi Pengusaha Tempe Tak Mempengaruhi Harga Kedelai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Feb 2022 10:22 WIB
Ghofur memulai kembali produksi tempe
Ghofur memulai kembali produksi tempe

selalu.id - Aksi mogok produksi yang dilakukan pengusaha tempe dan tahu pada 21-23 Februari 2022 lalu tidak mendapat reaksi apapun, baik dari pemerintah maupun keluhan masyarakat atas kelangkaan tempa dan tahu di pasar. Mereka akhirnya memilih untuk berproduksi kembali.

Ghofur, seorang pengusaha tempe di Kampung Tempe Jalan Tenggilis Kauman, Surabaya mengatakan usaha kedelai di kampungnya sudah kembali produksi per Kamis, (24/2/2022) kemarin.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Ghofur mengaku, meski telah melakukan aksi mogok, namun hal itu dirasanya tak memberikan dampak apa pun pada pergerakan harga kedelai di pasaran.

"Sekarang (harga kedelai) malah naik, jadi Rp 11.200 sekilo. Naik Rp 200," kata Ghofur, Jumat (25/2/2022).

Selain itu, Ghofur lebih memilih tidak ikut menaikan harga tempe olahannya, meski harga naik. Menurutnya Keputusan menaikan harga tempe itu dirasanya sulit, lantaran bisa mempengaruhi omzetnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Nanti sepi, gak ada yang mau beli," jelasnya.

Lebih lanjut Ghofur menyampaikan, dirinya lebih memilih untuk memperkecil bentuk tempe hasil produksinya. Harga satuan tempe miliknya dihargai sebesar Rp 1.500.

"Kalau untuk pedagang eceran naiknya Rp 500 per biji," ujarnnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Meski tidak menyetujui adanya aksi mogok lantaran akan kehilangan omzet selama tiga hari, namun Ghofur mengaku tepaksa ikut, sebab, dia khawatir jika tak mengikuti instruksi bisa berdampak pada keselamatan pengecernya. Kerena tahun-tahun sebelumnya dirinya pernah mengalami pengecernya di ganggu.

"Sebenarnya bukan mogok tapi libur, karena demi keamanan. Takutnya pengecer saya di sakiti di jalan atau di obrak Abrik dagangannya, oleh karena itu saya ikut berhenti produksi," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.