Tetap Naik, Aksi Mogok Produksi Pengusaha Tempe Tak Mempengaruhi Harga Kedelai
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 25 Feb 2022 10:22 WIB
selalu.id - Aksi mogok produksi yang dilakukan pengusaha tempe dan tahu pada 21-23 Februari 2022 lalu tidak mendapat reaksi apapun, baik dari pemerintah maupun keluhan masyarakat atas kelangkaan tempa dan tahu di pasar. Mereka akhirnya memilih untuk berproduksi kembali.
Ghofur, seorang pengusaha tempe di Kampung Tempe Jalan Tenggilis Kauman, Surabaya mengatakan usaha kedelai di kampungnya sudah kembali produksi per Kamis, (24/2/2022) kemarin.
Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD
Ghofur mengaku, meski telah melakukan aksi mogok, namun hal itu dirasanya tak memberikan dampak apa pun pada pergerakan harga kedelai di pasaran.
"Sekarang (harga kedelai) malah naik, jadi Rp 11.200 sekilo. Naik Rp 200," kata Ghofur, Jumat (25/2/2022).
Selain itu, Ghofur lebih memilih tidak ikut menaikan harga tempe olahannya, meski harga naik. Menurutnya Keputusan menaikan harga tempe itu dirasanya sulit, lantaran bisa mempengaruhi omzetnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus
"Nanti sepi, gak ada yang mau beli," jelasnya.
Lebih lanjut Ghofur menyampaikan, dirinya lebih memilih untuk memperkecil bentuk tempe hasil produksinya. Harga satuan tempe miliknya dihargai sebesar Rp 1.500.
"Kalau untuk pedagang eceran naiknya Rp 500 per biji," ujarnnya.
Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?
Meski tidak menyetujui adanya aksi mogok lantaran akan kehilangan omzet selama tiga hari, namun Ghofur mengaku tepaksa ikut, sebab, dia khawatir jika tak mengikuti instruksi bisa berdampak pada keselamatan pengecernya. Kerena tahun-tahun sebelumnya dirinya pernah mengalami pengecernya di ganggu.
"Sebenarnya bukan mogok tapi libur, karena demi keamanan. Takutnya pengecer saya di sakiti di jalan atau di obrak Abrik dagangannya, oleh karena itu saya ikut berhenti produksi," terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi