Rabu, 22 Jul 2026 20:12 WIB

Tetap Naik, Aksi Mogok Produksi Pengusaha Tempe Tak Mempengaruhi Harga Kedelai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Feb 2022 10:22 WIB
Ghofur memulai kembali produksi tempe
Ghofur memulai kembali produksi tempe

selalu.id - Aksi mogok produksi yang dilakukan pengusaha tempe dan tahu pada 21-23 Februari 2022 lalu tidak mendapat reaksi apapun, baik dari pemerintah maupun keluhan masyarakat atas kelangkaan tempa dan tahu di pasar. Mereka akhirnya memilih untuk berproduksi kembali.

Ghofur, seorang pengusaha tempe di Kampung Tempe Jalan Tenggilis Kauman, Surabaya mengatakan usaha kedelai di kampungnya sudah kembali produksi per Kamis, (24/2/2022) kemarin.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Ghofur mengaku, meski telah melakukan aksi mogok, namun hal itu dirasanya tak memberikan dampak apa pun pada pergerakan harga kedelai di pasaran.

"Sekarang (harga kedelai) malah naik, jadi Rp 11.200 sekilo. Naik Rp 200," kata Ghofur, Jumat (25/2/2022).

Selain itu, Ghofur lebih memilih tidak ikut menaikan harga tempe olahannya, meski harga naik. Menurutnya Keputusan menaikan harga tempe itu dirasanya sulit, lantaran bisa mempengaruhi omzetnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Nanti sepi, gak ada yang mau beli," jelasnya.

Lebih lanjut Ghofur menyampaikan, dirinya lebih memilih untuk memperkecil bentuk tempe hasil produksinya. Harga satuan tempe miliknya dihargai sebesar Rp 1.500.

"Kalau untuk pedagang eceran naiknya Rp 500 per biji," ujarnnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Meski tidak menyetujui adanya aksi mogok lantaran akan kehilangan omzet selama tiga hari, namun Ghofur mengaku tepaksa ikut, sebab, dia khawatir jika tak mengikuti instruksi bisa berdampak pada keselamatan pengecernya. Kerena tahun-tahun sebelumnya dirinya pernah mengalami pengecernya di ganggu.

"Sebenarnya bukan mogok tapi libur, karena demi keamanan. Takutnya pengecer saya di sakiti di jalan atau di obrak Abrik dagangannya, oleh karena itu saya ikut berhenti produksi," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.