Sabtu, 14 Feb 2026 08:18 WIB

Wali Kota Eri Tegaskan Rotasi Jabatan, Pejabat Tak Boleh Lama Parkir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Des 2025 17:39 WIB

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pentingnya rotasi jabatan secara berkala di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya untuk menjaga kinerja birokrasi tetap adaptif dan profesional.

 

Baca Juga: Harga Cabai di GPM Surabaya Turun hingga 50 Persen Jelang Ramadan

Menurut Eri, pejabat yang terlalu lama menduduki satu jabatan berpotensi kehilangan kepekaan dalam menghadapi dinamika dan tekanan di organisasi perangkat daerah lain.

 

Ia menjelaskan, pelantikan pejabat yang dilakukan saat ini merupakan kelanjutan dari pelantikan pada Mei lalu. Saat itu, masih terdapat sejumlah pejabat dengan masa jabatan tiga hingga empat tahun yang belum mengikuti rotasi.

 

“Pelantikan ini memastikan pejabat yang kemarin dilantik, tapi belum sempat diputar, sekarang kita rotasi lagi. Insyaallah, tahun ini juga akan ada gelombang kedua, berdasarkan perhitungan dan data kebutuhan Pemkot Surabaya,” ujar Eri usai pelantikan di Balai Kota Surabaya, Senin (15/12/2025).

 

Eri menegaskan, rotasi jabatan harus menjadi komitmen bersama. Idealnya, pejabat berpindah posisi setiap tiga hingga empat tahun agar memiliki pengalaman lintas OPD.

 

“Kalau ada pejabat sampai delapan atau sepuluh tahun di satu tempat, itu tidak sehat. Apalagi ada yang dari staf sampai kepala dinas tapi tidak pernah berpindah. Itu artinya dia tidak terlatih beradaptasi menghadapi tekanan dan persoalan di OPD lain,” tegasnya.

 

Baca Juga: Strategi Pemkot Surabaya Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

Menurut Eri, setiap OPD memiliki karakter dan permasalahan berbeda. Karena itu, sebelum menduduki jabatan strategis seperti kepala dinas, seorang ASN harus memiliki kemampuan adaptasi yang kuat.

 

“Kesempurnaan seorang pejabat sebelum menjadi kepala dinas itu diuji dari kemampuannya beradaptasi dengan berbagai persoalan,” katanya.

 

Terkait pelantikan yang dilakukan menjelang akhir tahun, Eri menjelaskan hal tersebut berkaitan dengan kejelasan tanggung jawab anggaran. Ia menilai pergantian pejabat di tengah tahun berisiko menimbulkan persoalan akuntabilitas keuangan.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Kya-Kya Chunjie Fest 2026, Catat Tanggalnya

“Kalau di tengah tahun kita ganti pejabat, nanti anggarannya siapa yang bertanggung jawab? Jangan sampai dibebankan kepada pejabat yang baru,” jelasnya.

 

Dalam pelantikan kali ini, Pemkot Surabaya memprioritaskan pejabat eselon III dan IV sesuai kebutuhan organisasi. Untuk jabatan lainnya, rotasi akan dilakukan setelah proses evaluasi kinerja dan persetujuan dari pemerintah pusat.

 

“Kita masih menunggu hasil evaluasi dan persetujuan. Kalau sudah keluar, nanti bisa dilakukan pelantikan berikutnya,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

SIER Resmikan Renovasi SDN Pejangkungan II, Wujud Nyata Dukungan Pendidikan di Kawasan Industri

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, yang berfokus pada penyediaan fasilitas belajar yang lebih layak.

Wujudkan Program Anak, Gresik Gelar Musrenbang Anak 2026

Anak-anak mempelajari alur penyaluran aspirasi melalui dokumen perencanaan daerah, termasuk RPJMD.

Daftar Shio yang Diprediksi Paling Hoki di Tahun Kuda Api

Menurut kalender lunar, dipandang oleh pakar feng shui sebagai masa yang sangat dinamis dan penuh perubahan.

BPKH Perlu Ruang Lebih Banyak Kelola Dana Haji dengan Prinsip Kehati-hatian

Saleh menekankan perlunya pembenahan dengan meninjau kembali seluruh pasal terkait kewenangan dan tanggung jawab BPKH dalam undang-undang.

Santri asal Sidoarjo Meninggal Dunia Diduga Tersengat Listrik di Mojokerto

Korban sempat terjatuh ke kolam tandon air di lantai 4 gedung pondok. Korban diketahui bernama KAW (13), warga Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Potret Bersih-bersih Sampah di Kawasan Wisata Bromo Jelang Liburan dan Ramadan

Hasilnya, total sampah yang terkumpul sebanyak sekitar 1 ton, yang dimuat dalam 2 truk dan 3 mobil jenis pikap.