Sabtu, 06 Jun 2026 11:22 WIB

Wali Kota Eri Tegaskan Rotasi Jabatan, Pejabat Tak Boleh Lama Parkir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Des 2025 17:39 WIB

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pentingnya rotasi jabatan secara berkala di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya untuk menjaga kinerja birokrasi tetap adaptif dan profesional.

 

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Menurut Eri, pejabat yang terlalu lama menduduki satu jabatan berpotensi kehilangan kepekaan dalam menghadapi dinamika dan tekanan di organisasi perangkat daerah lain.

 

Ia menjelaskan, pelantikan pejabat yang dilakukan saat ini merupakan kelanjutan dari pelantikan pada Mei lalu. Saat itu, masih terdapat sejumlah pejabat dengan masa jabatan tiga hingga empat tahun yang belum mengikuti rotasi.

 

“Pelantikan ini memastikan pejabat yang kemarin dilantik, tapi belum sempat diputar, sekarang kita rotasi lagi. Insyaallah, tahun ini juga akan ada gelombang kedua, berdasarkan perhitungan dan data kebutuhan Pemkot Surabaya,” ujar Eri usai pelantikan di Balai Kota Surabaya, Senin (15/12/2025).

 

Eri menegaskan, rotasi jabatan harus menjadi komitmen bersama. Idealnya, pejabat berpindah posisi setiap tiga hingga empat tahun agar memiliki pengalaman lintas OPD.

 

“Kalau ada pejabat sampai delapan atau sepuluh tahun di satu tempat, itu tidak sehat. Apalagi ada yang dari staf sampai kepala dinas tapi tidak pernah berpindah. Itu artinya dia tidak terlatih beradaptasi menghadapi tekanan dan persoalan di OPD lain,” tegasnya.

 

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Menurut Eri, setiap OPD memiliki karakter dan permasalahan berbeda. Karena itu, sebelum menduduki jabatan strategis seperti kepala dinas, seorang ASN harus memiliki kemampuan adaptasi yang kuat.

 

“Kesempurnaan seorang pejabat sebelum menjadi kepala dinas itu diuji dari kemampuannya beradaptasi dengan berbagai persoalan,” katanya.

 

Terkait pelantikan yang dilakukan menjelang akhir tahun, Eri menjelaskan hal tersebut berkaitan dengan kejelasan tanggung jawab anggaran. Ia menilai pergantian pejabat di tengah tahun berisiko menimbulkan persoalan akuntabilitas keuangan.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

“Kalau di tengah tahun kita ganti pejabat, nanti anggarannya siapa yang bertanggung jawab? Jangan sampai dibebankan kepada pejabat yang baru,” jelasnya.

 

Dalam pelantikan kali ini, Pemkot Surabaya memprioritaskan pejabat eselon III dan IV sesuai kebutuhan organisasi. Untuk jabatan lainnya, rotasi akan dilakukan setelah proses evaluasi kinerja dan persetujuan dari pemerintah pusat.

 

“Kita masih menunggu hasil evaluasi dan persetujuan. Kalau sudah keluar, nanti bisa dilakukan pelantikan berikutnya,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.