Jumat, 05 Jun 2026 03:47 WIB

Kader PDIP Surabaya Terus Bergerak Bagikan Masker dan Sembako

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 18 Apr 2020 14:00 WIB

Surabaya (selalu.id) - PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya terus bergerak dari kampung ke kampung untuk membagi-bagikan masker. Kader partai besutan Megawati Soekarnoputri juga menyemprot disinfektan dan membagikan beras untuk keluarga rentan.

Kader-kader banteng moncong putih itu bergotong-royong, mencegah penyebaran Covid-19, dan dampak yang ditimbulkan akibat krisis ini.

Baca Juga: Cium Merah Putih dan Tanam Pohon, Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan

“Kami tentu sangat memperhatikan protokol kesehatan. Kami mendatangi dari rumah ke rumah, menemui warga, dengan memakai masker,” kata Nur Achmad Arif, Wakil Ketua Ranting PDIP Kelurahan Tegalsari, Sabtu (18/4/2020).

Nur Achmad membagi-bagikan masker bersama rekannya, Ero Ardinanta, juga Wakil Ketua Ranting PDIP Kelurahan Tegalsari. Pembagian di kawasan pemukiman Kampung Malang dan perkampungan Pandegiling.

“Kami memesan 500 masker kepada penjahit, yang kami kenal. Dengan biaya urunan, gotong royong sesama teman. Hasilnya, kami bagikan kepada warga,” kata Ero Ardinanta.

Kemarin malam, Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Akhmad Hidayat, memberikan bantuan bahan pangan kepada warga di kawasan perkampungan Gresik PPI, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

“Kampung ini diberlakukan pembatasan sosial berskala kecil (PSBK). Karena sejumlah warga terkonfirmasi positif terpapar virus Corona,” kata Akhmad Hidayat.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Ia membantu beberapa dus mie instan dan telur ayam kepada warga. Akhmad memberikan bantuan bersama kader-kader PDIP di Krembangan.

“Di PDI Perjuangan, kami terus diajarkan untuk mengembangkan jalan kemanusiaan, melalui gotong royong. Saya syukuri, PDI Perjuangan hadir di berbagai kesulitan warga. Termasuk di masa krisis Covid-19,” kata Akhmad.

Di berbagai kampung di Surabaya, kader-kader PDI Perjuangan Kota Surabaya terus bergerak di tengah pendemi Covid-19. Di Kecamatan Dukuh Pakis, mereka melakukan penyemprotan disinfektan di pemukiman padat penduduk.

Baca Juga: Pengganti Ketua DPRD Surabaya Masih Misterius, Siapa yang Bakal Jadi?

“Kami keluar masuk kampung untuk menyemprot disinfektan. Kami buat jadwal per hari, per minggu. Sambil mengedukasi warga tentang virus Corona. Kali ini kami lakukan di kawasan Dukuh Kupang,” kata Sumariyono, Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Dukuh Pakis.

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, mengatakan jajaran partainya telah begerak sejak 18 Maret lalu. Selain penyemprotan disinfektan, pembagian masker, gentong portabel untuk cuci tangan dan paket beras.

“Kami sudah distribusikan paket beras kepada keluarga rentan di 21 kecamatan. Kurang 8 kecamatan di Surabaya. Perkiraan menghabiskan 7,5 ton beras, hasil urunan dari anggota DPRD tingkat kota dan provinsi, juga DPR RI dari Dapil Surabaya,” kata Adi Sutarwijono.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.