Senin, 02 Feb 2026 04:32 WIB

Kader PDIP Surabaya Terus Bergerak Bagikan Masker dan Sembako

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 18 Apr 2020 14:00 WIB

Surabaya (selalu.id) - PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya terus bergerak dari kampung ke kampung untuk membagi-bagikan masker. Kader partai besutan Megawati Soekarnoputri juga menyemprot disinfektan dan membagikan beras untuk keluarga rentan.

Kader-kader banteng moncong putih itu bergotong-royong, mencegah penyebaran Covid-19, dan dampak yang ditimbulkan akibat krisis ini.

Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

“Kami tentu sangat memperhatikan protokol kesehatan. Kami mendatangi dari rumah ke rumah, menemui warga, dengan memakai masker,” kata Nur Achmad Arif, Wakil Ketua Ranting PDIP Kelurahan Tegalsari, Sabtu (18/4/2020).

Nur Achmad membagi-bagikan masker bersama rekannya, Ero Ardinanta, juga Wakil Ketua Ranting PDIP Kelurahan Tegalsari. Pembagian di kawasan pemukiman Kampung Malang dan perkampungan Pandegiling.

“Kami memesan 500 masker kepada penjahit, yang kami kenal. Dengan biaya urunan, gotong royong sesama teman. Hasilnya, kami bagikan kepada warga,” kata Ero Ardinanta.

Kemarin malam, Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Akhmad Hidayat, memberikan bantuan bahan pangan kepada warga di kawasan perkampungan Gresik PPI, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

“Kampung ini diberlakukan pembatasan sosial berskala kecil (PSBK). Karena sejumlah warga terkonfirmasi positif terpapar virus Corona,” kata Akhmad Hidayat.

Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang

Ia membantu beberapa dus mie instan dan telur ayam kepada warga. Akhmad memberikan bantuan bersama kader-kader PDIP di Krembangan.

“Di PDI Perjuangan, kami terus diajarkan untuk mengembangkan jalan kemanusiaan, melalui gotong royong. Saya syukuri, PDI Perjuangan hadir di berbagai kesulitan warga. Termasuk di masa krisis Covid-19,” kata Akhmad.

Di berbagai kampung di Surabaya, kader-kader PDI Perjuangan Kota Surabaya terus bergerak di tengah pendemi Covid-19. Di Kecamatan Dukuh Pakis, mereka melakukan penyemprotan disinfektan di pemukiman padat penduduk.

Baca Juga: Curhatan Hasto Kristiyanto Saat Berada di Tahanan KPK

“Kami keluar masuk kampung untuk menyemprot disinfektan. Kami buat jadwal per hari, per minggu. Sambil mengedukasi warga tentang virus Corona. Kali ini kami lakukan di kawasan Dukuh Kupang,” kata Sumariyono, Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Dukuh Pakis.

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, mengatakan jajaran partainya telah begerak sejak 18 Maret lalu. Selain penyemprotan disinfektan, pembagian masker, gentong portabel untuk cuci tangan dan paket beras.

“Kami sudah distribusikan paket beras kepada keluarga rentan di 21 kecamatan. Kurang 8 kecamatan di Surabaya. Perkiraan menghabiskan 7,5 ton beras, hasil urunan dari anggota DPRD tingkat kota dan provinsi, juga DPR RI dari Dapil Surabaya,” kata Adi Sutarwijono.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.