KBS Bakal Buka Rumah Sakit Hewan Lagi, DPRD Ungkap Banyak Peluang Pendapatan Baru
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 30 Nov 2025 14:16 WIB
selalu.id– Ketua Pansus Raperda Perumda Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS), Yuga Pratisabda Widyawasta, menilai KBS memiliki banyak celah bisnis yang belum digarap maksimal.
Ia mendorong BUMD tersebut melakukan modernisasi layanan dan membuka sumber pendapatan baru agar tidak hanya bergantung pada tiket pengunjung.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Salah satunya, kata Yuga, adalah mengaktifkan kembali rumah sakit hewan yang pernah dimiliki KBS namun sudah lama tidak beroperasi. Menurutnya, fasilitas itu memiliki prospek besar karena kebutuhan layanan kesehatan hewan di Jawa Timur masih sangat tinggi.
“Banyak masukan dalam pembahasan Raperda, terutama soal potensi pemasukan. Rumah sakit hewan itu dulu ada, sekarang tidak ada. Rencana strategis ke depan kemungkinan akan dioperasikan lagi,” ujar Yuga, Minggu (30/11/2025).
Dengan peralatan yang modern, rumah sakit hewan tersebut bisa menjadi rujukan dan membuka peluang pendapatan baru bagi KBS.
Selain layanan kesehatan hewan, Yuga juga mengungkap rencana penataan ulang wahana satwa melalui perubahan site plan agar pengalaman pengunjung menjadi lebih dekat dan menarik.
“Nanti kita bisa melihat harimau tidak sejauh sekarang,” tuturnya.
Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau
Yuga menegaskan, meski kondisi keuangan KBS sudah berjalan cukup baik, BUMD ini harus berani keluar dari pola bisnis lama dan mengeksplorasi potensi-komersial lain.
Salah satu gagasannya adalah pemanfaatan area depan KBS untuk reklame atau proyektor komersial.
“Depan KBS itu bisa digarap. Bisa jadi papan reklame atau proyektor yang memberikan pemasukan tambahan,” jelas legislator PSI tersebut.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Yuga juga mendorong KBS membuka peluang kerja sama peminjaman satwa yang tidak termasuk kategori dilindungi, seperti kijang India, untuk kegiatan rekreasi maupun outbound.
“Kerja sama pinjam pakai satwa ke tempat rekreasi lain bisa jadi pemasukan baru,” terangnya.
Ia berharap berbagai inovasi bisnis ini dapat memperkuat posisi KBS sebagai BUMD yang tidak hanya mengandalkan kunjungan wisata, tetapi mampu menciptakan layanan baru yang bernilai ekonomi dan tetap mematuhi kaidah konservasi.
Editor : Redaksi