Senin, 03 Agu 2026 13:59 WIB

Sempat Dikonsumsi, MBG Basi di Mojokerto Dikembalikan Sekolah

selalu.id – Sejumlah sekolah di Kota Mojokerto mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis yang dikembalikan karena mengeluarkan bau kecut atau basi. Pada Kamis 27 November 2025, salah satu sekolah yang mengembalikan paket makanan adalah SD Muhammadiyah Plus.

 

Baca Juga: Bukan Sekadar Jeruk: Cerita dari Bantaran Sungai Balongcangkring Mojokerto yang Menghidupi Sekolah

Menu yang dikeluhkan berupa bakso, nasi, mie, tahu putih, dan jeruk. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus, Rosdliyah mengatakan bau kecut terdeteksi setelah seorang guru mencicipi kuah bakso yang dikemas dalam cup plastik.

 

“Guru mencicipi kuah bakso yang dimasukkan ke cup plastik. Setelah dicicipi memang rasanya agak kecut. Sudah ada beberapa siswa yang makan, tapi tidak sampai habis,” ujar Rosdliyah.

 

Melihat kondisi itu, sekolah langsung melapor ke pengelola SPPG dan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. Ia menyebut ada 299 siswa penerima program MBG di sekolah tersebut.

 

“Banyak yang tidak dimakan. Kata pengelola besok diganti dengan menu keringan. Jadi besok dobel,” jelasnya.

 

Paket makanan yang tidak dikonsumsi terlihat ditumpuk di pendapa sekolah. Saat kemasan dibuka sedikit, aroma kurang sedap tercium.

 

Informasi di lapangan menyebut suplai untuk SD Muhammadiyah Plus berasal dari SPPG Purwotengah. Keluhan serupa muncul dari sekolah lain yang menerima suplai dari titik yang sama.

Baca Juga: 7 Penghargaan Disabet Kabupaten Mojokerto di Peringatan Harganas Ke-33 Provinsi Jatim 2026

 

Pengelola SPPG Purwotengah, Heri Kiswanto membenarkan masalah tersebut.

 

“Iya, mohon maaf. Itu menunya kuah dan bakso dicampur terus masih panas lalu ditutup. Penyebab kecutnya di situ. Harusnya bakso dan kuah dipisah,” kata Heri.

 

Heri mengatakan pihaknya menerima komplain dari beberapa sekolah seperti TK Bhayangkari, SDN Gedongan 1, dan SD Katolik. Ia memastikan paket MBG akan diganti.

Baca Juga: Kejari Kota Mojokerto Lelang Mobil hingga Motor, Catat Tanggal dan Jamnya

 

“Besok diganti, keringan dua dan makanan ringan satu. Tadi saya tawarkan pengganti hari ini tapi tidak mau, mintanya keringan besok,” ujarnya.

 

Ia juga mengakui distribusi hari itu terlambat dari biasanya. Penggantian akan diberikan untuk sekolah yang menyampaikan keluhan.

 

“Tadi ahli gizi juga sudah datang ke sekolah-sekolah yang komplain. Intinya kami minta maaf,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gelar Istigasah Jelang IGIC 2026, Kemenag Jatim Tekankan Fungsi Masjid sebagai Pusat Perdamaian

Puncak acara akan diisi langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang memimpin Tabligh Akbar di hadapan ribuan jemaah.

JKCI 2026 Pukau Dunia, Terobosan Jitu Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Jember

Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan hilirisasi menjadi kunci utama agar kesejahteraan para petani tembakau melonjak tajam.

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Hadiah Juara Naik jadi Rp8 M

Maruarar mengungkapkan, meski sebelumnya ada wacana menggelar laga krusial tersebut di Surabaya, namun keputusan laga akhirnya digelar di Bali.

Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Menurutnya, aspek administrasi, keamanan, hingga perlindungan bagi petugas harus menjadi perhatian utama untuk mencegah terjadinya insiden di lapangan.

Viral Isu Bocah 5 Tahun Dieksploitasi Ayah Kandung di Surabaya, Ini Penjelasan Pemkot

Ida Widayati menjelaskan pihaknya langsung berkoordinasi dengan jajaran Polres setempat untuk memverifikasi kebenaran informasi yang meresahkan publik itu.

Tak Ada Ongkos Berobat? Pemkab Jember Kirim Nakes dan Dokter Spesialis Langsung ke Rumah Warga

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa program dengan konsep jemput bola ini lahir dari keprihatinan atas kondisi riil di lapangan.