Selasa, 10 Feb 2026 12:15 WIB

Sempat Dikonsumsi, MBG Basi di Mojokerto Dikembalikan Sekolah

selalu.id – Sejumlah sekolah di Kota Mojokerto mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis yang dikembalikan karena mengeluarkan bau kecut atau basi. Pada Kamis 27 November 2025, salah satu sekolah yang mengembalikan paket makanan adalah SD Muhammadiyah Plus.

 

Baca Juga: Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Menu yang dikeluhkan berupa bakso, nasi, mie, tahu putih, dan jeruk. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus, Rosdliyah mengatakan bau kecut terdeteksi setelah seorang guru mencicipi kuah bakso yang dikemas dalam cup plastik.

 

“Guru mencicipi kuah bakso yang dimasukkan ke cup plastik. Setelah dicicipi memang rasanya agak kecut. Sudah ada beberapa siswa yang makan, tapi tidak sampai habis,” ujar Rosdliyah.

 

Melihat kondisi itu, sekolah langsung melapor ke pengelola SPPG dan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. Ia menyebut ada 299 siswa penerima program MBG di sekolah tersebut.

 

“Banyak yang tidak dimakan. Kata pengelola besok diganti dengan menu keringan. Jadi besok dobel,” jelasnya.

 

Paket makanan yang tidak dikonsumsi terlihat ditumpuk di pendapa sekolah. Saat kemasan dibuka sedikit, aroma kurang sedap tercium.

 

Informasi di lapangan menyebut suplai untuk SD Muhammadiyah Plus berasal dari SPPG Purwotengah. Keluhan serupa muncul dari sekolah lain yang menerima suplai dari titik yang sama.

Baca Juga: Sate 'Nggarai Tangi' di Pinggiran Sawah Mojokerto, Begini Khasiatnya untuk Pria Dewasa

 

Pengelola SPPG Purwotengah, Heri Kiswanto membenarkan masalah tersebut.

 

“Iya, mohon maaf. Itu menunya kuah dan bakso dicampur terus masih panas lalu ditutup. Penyebab kecutnya di situ. Harusnya bakso dan kuah dipisah,” kata Heri.

 

Heri mengatakan pihaknya menerima komplain dari beberapa sekolah seperti TK Bhayangkari, SDN Gedongan 1, dan SD Katolik. Ia memastikan paket MBG akan diganti.

Baca Juga: Dukung Program Presiden Prabowo, Pemkot Mojokerto Gelar Kerja Bakti Massal

 

“Besok diganti, keringan dua dan makanan ringan satu. Tadi saya tawarkan pengganti hari ini tapi tidak mau, mintanya keringan besok,” ujarnya.

 

Ia juga mengakui distribusi hari itu terlambat dari biasanya. Penggantian akan diberikan untuk sekolah yang menyampaikan keluhan.

 

“Tadi ahli gizi juga sudah datang ke sekolah-sekolah yang komplain. Intinya kami minta maaf,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pengetatan kriteria dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

Peserta yang lolos akan melanjutkan tahap pemberkasan daring, termasuk pengisian rekening atas nama siswa penerima beasiswa.

Momen Haru Gus Yani Kawal Kepulangan 3 Anak PMI Gresik dari Kuala Lumpur

Bagi ketiga anak tersebut, ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman.

Perayaan HPN 2026 di Polda Metro Jaya: Brigjen Dekananto: Pers Mitra Strategis Polri

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Balai Wartawan Polri Polda Metro Jaya itu berlangsung penuh kehangatan.