Senin, 02 Feb 2026 14:57 WIB

Sempat Dikonsumsi, MBG Basi di Mojokerto Dikembalikan Sekolah

selalu.id – Sejumlah sekolah di Kota Mojokerto mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis yang dikembalikan karena mengeluarkan bau kecut atau basi. Pada Kamis 27 November 2025, salah satu sekolah yang mengembalikan paket makanan adalah SD Muhammadiyah Plus.

 

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Menu yang dikeluhkan berupa bakso, nasi, mie, tahu putih, dan jeruk. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus, Rosdliyah mengatakan bau kecut terdeteksi setelah seorang guru mencicipi kuah bakso yang dikemas dalam cup plastik.

 

“Guru mencicipi kuah bakso yang dimasukkan ke cup plastik. Setelah dicicipi memang rasanya agak kecut. Sudah ada beberapa siswa yang makan, tapi tidak sampai habis,” ujar Rosdliyah.

 

Melihat kondisi itu, sekolah langsung melapor ke pengelola SPPG dan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. Ia menyebut ada 299 siswa penerima program MBG di sekolah tersebut.

 

“Banyak yang tidak dimakan. Kata pengelola besok diganti dengan menu keringan. Jadi besok dobel,” jelasnya.

 

Paket makanan yang tidak dikonsumsi terlihat ditumpuk di pendapa sekolah. Saat kemasan dibuka sedikit, aroma kurang sedap tercium.

 

Informasi di lapangan menyebut suplai untuk SD Muhammadiyah Plus berasal dari SPPG Purwotengah. Keluhan serupa muncul dari sekolah lain yang menerima suplai dari titik yang sama.

Baca Juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

 

Pengelola SPPG Purwotengah, Heri Kiswanto membenarkan masalah tersebut.

 

“Iya, mohon maaf. Itu menunya kuah dan bakso dicampur terus masih panas lalu ditutup. Penyebab kecutnya di situ. Harusnya bakso dan kuah dipisah,” kata Heri.

 

Heri mengatakan pihaknya menerima komplain dari beberapa sekolah seperti TK Bhayangkari, SDN Gedongan 1, dan SD Katolik. Ia memastikan paket MBG akan diganti.

Baca Juga: Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

 

“Besok diganti, keringan dua dan makanan ringan satu. Tadi saya tawarkan pengganti hari ini tapi tidak mau, mintanya keringan besok,” ujarnya.

 

Ia juga mengakui distribusi hari itu terlambat dari biasanya. Penggantian akan diberikan untuk sekolah yang menyampaikan keluhan.

 

“Tadi ahli gizi juga sudah datang ke sekolah-sekolah yang komplain. Intinya kami minta maaf,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.

Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

Iwan menegaskan, upaya-upaya pada operasi keselamatan memfokuskan kepada penyiapan masyarakat lebih memahami aturan-aturan berlalu lintas, menjaga keselamatan.

Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pengusaha tidak perlu menghadapi persoalan itu sendiri dan diminta segera melapor jika menemukan kasus serupa.