Selasa, 22 Sep 2026 20:58 WIB

Sempat Dikonsumsi, MBG Basi di Mojokerto Dikembalikan Sekolah

selalu.id – Sejumlah sekolah di Kota Mojokerto mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis yang dikembalikan karena mengeluarkan bau kecut atau basi. Pada Kamis 27 November 2025, salah satu sekolah yang mengembalikan paket makanan adalah SD Muhammadiyah Plus.

 

Baca Juga: Maling Motor asal Sidoarjo Dibekuk Polisi Mojokerto, 3 Penadah Ikut Diamankan

Menu yang dikeluhkan berupa bakso, nasi, mie, tahu putih, dan jeruk. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus, Rosdliyah mengatakan bau kecut terdeteksi setelah seorang guru mencicipi kuah bakso yang dikemas dalam cup plastik.

 

“Guru mencicipi kuah bakso yang dimasukkan ke cup plastik. Setelah dicicipi memang rasanya agak kecut. Sudah ada beberapa siswa yang makan, tapi tidak sampai habis,” ujar Rosdliyah.

 

Melihat kondisi itu, sekolah langsung melapor ke pengelola SPPG dan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. Ia menyebut ada 299 siswa penerima program MBG di sekolah tersebut.

 

“Banyak yang tidak dimakan. Kata pengelola besok diganti dengan menu keringan. Jadi besok dobel,” jelasnya.

 

Paket makanan yang tidak dikonsumsi terlihat ditumpuk di pendapa sekolah. Saat kemasan dibuka sedikit, aroma kurang sedap tercium.

 

Informasi di lapangan menyebut suplai untuk SD Muhammadiyah Plus berasal dari SPPG Purwotengah. Keluhan serupa muncul dari sekolah lain yang menerima suplai dari titik yang sama.

Baca Juga: Dua Pesilat Diringkus Gegara Keroyok Pemotor di Mojokerto

 

Pengelola SPPG Purwotengah, Heri Kiswanto membenarkan masalah tersebut.

 

“Iya, mohon maaf. Itu menunya kuah dan bakso dicampur terus masih panas lalu ditutup. Penyebab kecutnya di situ. Harusnya bakso dan kuah dipisah,” kata Heri.

 

Heri mengatakan pihaknya menerima komplain dari beberapa sekolah seperti TK Bhayangkari, SDN Gedongan 1, dan SD Katolik. Ia memastikan paket MBG akan diganti.

Baca Juga: Sembilan Calon Jemaah Umrah PT Annisa Ahmada di Mojokerto Lapor Polisi, Diduga Ditipu

 

“Besok diganti, keringan dua dan makanan ringan satu. Tadi saya tawarkan pengganti hari ini tapi tidak mau, mintanya keringan besok,” ujarnya.

 

Ia juga mengakui distribusi hari itu terlambat dari biasanya. Penggantian akan diberikan untuk sekolah yang menyampaikan keluhan.

 

“Tadi ahli gizi juga sudah datang ke sekolah-sekolah yang komplain. Intinya kami minta maaf,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aturan Baru Jalan Tol, Jangan Diabaikan Bila Tak Mau Kena Sanksi Tegas

Regulasi ini disiapkan untuk memperkuat ketentuan lama yang diatur dalam Permen PU Nomor 16 Tahun 2014.

Revitalisasi Sekolah di Jember Bawa Berkah, 5.000 Tukang dan Kuli Bangunan Ketiban Rezeki

Bagi para pekerja, kesempatan tersebut menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka pun mengaku senang atas program tersebut.

Jangan Lakukan Ini pada Kendaraanmu jika Tak Mau Dipenjara

Ancaman sanksi bagi pengendara yang membandel diatur jelas dalam Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sederet Langkah Serius Pemkab Jember dalam Menata Pasar Tanjung

Pemkab Jember juga menjadwalkan sosialisasi skenario penataan kawasan dan trotoar kepada para pedagang sebelum kebijakan resmi diterapkan permanen di lapangan.

Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya Resmi Digelar, Berhadiah Puluhan Juta dan Bantuan Menarik

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, Lomba Kampung Pancasila menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Atasi Macet Jangka Panjang, Pemkab Sidoarjo Minta Flyover Gedangan Dibangun 6 Lajur

Desain flyover harus diselaraskan dengan rencana pembangunan jalur ganda PT KAI dan SRL yang dijadwalkan mulai dibangun pada 2027.