Selasa, 03 Feb 2026 14:55 WIB

30 Ribu Pelajar Dites, Lima Terindikasi Narkoba di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Nov 2025 14:03 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya memperketat pengawasan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Dinas Kesehatan Surabaya mencatat screening telah dilakukan terhadap 30.132 siswa hingga November 2025. Tes urine pada 368 pelajar menunjukkan lima di antaranya terindikasi positif zat adiktif.

 

Baca Juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Data tersebut dipaparkan dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar Komisi D DPRD Surabaya pada Selasa (25/11/2025), menyikapi potensi meningkatnya kasus pelajar terpapar narkoba.

 

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Nanik Sukristina mengatakan deteksi dini menjadi langkah penting agar penanganan pelajar yang terindikasi dapat dilakukan segera.

 

“Kami sudah melakukan screening kepada 30.132 siswa dan tes urine 368 siswa, lima di antaranya terindikasi positif. Kami siapkan rujukan medis maupun psikososial bekerja sama dengan BNN dan rumah sakit,” jelas dr. Nanik.

 

Ketua Komisi D, dr. Akmarawita Kadir meminta program screening dilakukan secara terstruktur dengan standar prosedur tetap sehingga tidak berhenti pada kegiatan insidental.

 

“Anggaran cukup, tetapi belum terintegrasi. Maka perlu langkah konkret seperti screening rutin dan program pencegahan berbasis komunitas,” ujarnya.

 

Anggota Komisi D, Abdul Ghoni menyebut sejumlah kelurahan di Surabaya telah masuk zona merah peredaran narkoba dengan target utama pelajar.

Baca Juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

 

“Bukan hanya jual beli pakai uang, tapi hutang. Awalnya gratis, lalu hutang, dan akhirnya mencuri karena ketagihan,” ungkapnya. Ia menegaskan pengawasan wilayah rawan harus diperketat dengan sinergi antarinstansi.

 

Anggota Komisi D lainnya, dr. Zuhrotul Mar’ah menilai ketahanan keluarga perlu diperkuat dalam upaya pencegahan.

 

“Bukan hanya seminar, penguatan ekonomi keluarga juga penting agar anak tidak mudah terjerumus,” katanya. Ia juga menilai warung kopi menjadi titik rawan transaksi sehingga komunitas remaja dan karang taruna didorong lebih aktif dalam pembinaan.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

 

Kepala BNN Surabaya, Kombes Heru Prasetyo menjelaskan kegiatan sebelumnya merupakan screening perilaku zat adiktif yang disertai penanganan lanjutan bila diperlukan.

 

“BNN siap bekerja sama untuk program ketahanan keluarga antinarkoba berbasis komunitas remaja,” ujarnya.

 

Ia menambahkan fasilitas rehabilitasi dapat diakses melalui IPWL, puskesmas atau lembaga resmi yang berwenang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.