Kamis, 04 Jun 2026 19:20 WIB

30 Ribu Pelajar Dites, Lima Terindikasi Narkoba di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Nov 2025 14:03 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya memperketat pengawasan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Dinas Kesehatan Surabaya mencatat screening telah dilakukan terhadap 30.132 siswa hingga November 2025. Tes urine pada 368 pelajar menunjukkan lima di antaranya terindikasi positif zat adiktif.

 

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Data tersebut dipaparkan dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar Komisi D DPRD Surabaya pada Selasa (25/11/2025), menyikapi potensi meningkatnya kasus pelajar terpapar narkoba.

 

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Nanik Sukristina mengatakan deteksi dini menjadi langkah penting agar penanganan pelajar yang terindikasi dapat dilakukan segera.

 

“Kami sudah melakukan screening kepada 30.132 siswa dan tes urine 368 siswa, lima di antaranya terindikasi positif. Kami siapkan rujukan medis maupun psikososial bekerja sama dengan BNN dan rumah sakit,” jelas dr. Nanik.

 

Ketua Komisi D, dr. Akmarawita Kadir meminta program screening dilakukan secara terstruktur dengan standar prosedur tetap sehingga tidak berhenti pada kegiatan insidental.

 

“Anggaran cukup, tetapi belum terintegrasi. Maka perlu langkah konkret seperti screening rutin dan program pencegahan berbasis komunitas,” ujarnya.

 

Anggota Komisi D, Abdul Ghoni menyebut sejumlah kelurahan di Surabaya telah masuk zona merah peredaran narkoba dengan target utama pelajar.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

 

“Bukan hanya jual beli pakai uang, tapi hutang. Awalnya gratis, lalu hutang, dan akhirnya mencuri karena ketagihan,” ungkapnya. Ia menegaskan pengawasan wilayah rawan harus diperketat dengan sinergi antarinstansi.

 

Anggota Komisi D lainnya, dr. Zuhrotul Mar’ah menilai ketahanan keluarga perlu diperkuat dalam upaya pencegahan.

 

“Bukan hanya seminar, penguatan ekonomi keluarga juga penting agar anak tidak mudah terjerumus,” katanya. Ia juga menilai warung kopi menjadi titik rawan transaksi sehingga komunitas remaja dan karang taruna didorong lebih aktif dalam pembinaan.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

 

Kepala BNN Surabaya, Kombes Heru Prasetyo menjelaskan kegiatan sebelumnya merupakan screening perilaku zat adiktif yang disertai penanganan lanjutan bila diperlukan.

 

“BNN siap bekerja sama untuk program ketahanan keluarga antinarkoba berbasis komunitas remaja,” ujarnya.

 

Ia menambahkan fasilitas rehabilitasi dapat diakses melalui IPWL, puskesmas atau lembaga resmi yang berwenang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.