Minggu, 15 Feb 2026 12:43 WIB

30 Ribu Pelajar Dites, Lima Terindikasi Narkoba di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Nov 2025 14:03 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya memperketat pengawasan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Dinas Kesehatan Surabaya mencatat screening telah dilakukan terhadap 30.132 siswa hingga November 2025. Tes urine pada 368 pelajar menunjukkan lima di antaranya terindikasi positif zat adiktif.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Data tersebut dipaparkan dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar Komisi D DPRD Surabaya pada Selasa (25/11/2025), menyikapi potensi meningkatnya kasus pelajar terpapar narkoba.

 

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Nanik Sukristina mengatakan deteksi dini menjadi langkah penting agar penanganan pelajar yang terindikasi dapat dilakukan segera.

 

“Kami sudah melakukan screening kepada 30.132 siswa dan tes urine 368 siswa, lima di antaranya terindikasi positif. Kami siapkan rujukan medis maupun psikososial bekerja sama dengan BNN dan rumah sakit,” jelas dr. Nanik.

 

Ketua Komisi D, dr. Akmarawita Kadir meminta program screening dilakukan secara terstruktur dengan standar prosedur tetap sehingga tidak berhenti pada kegiatan insidental.

 

“Anggaran cukup, tetapi belum terintegrasi. Maka perlu langkah konkret seperti screening rutin dan program pencegahan berbasis komunitas,” ujarnya.

 

Anggota Komisi D, Abdul Ghoni menyebut sejumlah kelurahan di Surabaya telah masuk zona merah peredaran narkoba dengan target utama pelajar.

Baca Juga: Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

 

“Bukan hanya jual beli pakai uang, tapi hutang. Awalnya gratis, lalu hutang, dan akhirnya mencuri karena ketagihan,” ungkapnya. Ia menegaskan pengawasan wilayah rawan harus diperketat dengan sinergi antarinstansi.

 

Anggota Komisi D lainnya, dr. Zuhrotul Mar’ah menilai ketahanan keluarga perlu diperkuat dalam upaya pencegahan.

 

“Bukan hanya seminar, penguatan ekonomi keluarga juga penting agar anak tidak mudah terjerumus,” katanya. Ia juga menilai warung kopi menjadi titik rawan transaksi sehingga komunitas remaja dan karang taruna didorong lebih aktif dalam pembinaan.

Baca Juga: DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga

 

Kepala BNN Surabaya, Kombes Heru Prasetyo menjelaskan kegiatan sebelumnya merupakan screening perilaku zat adiktif yang disertai penanganan lanjutan bila diperlukan.

 

“BNN siap bekerja sama untuk program ketahanan keluarga antinarkoba berbasis komunitas remaja,” ujarnya.

 

Ia menambahkan fasilitas rehabilitasi dapat diakses melalui IPWL, puskesmas atau lembaga resmi yang berwenang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemulihan Dampak Banjir, Pemkab Jember Utamakan Kerja Lapangan 

Jembatan terdampak serta jalan provinsi yang melintasi wilayah Gumukmas, Kencong dan Jombang jadi perhatian.

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.