Minggu, 01 Nov 2026 21:43 WIB

Demi Hemat Bunga, Pemkot Surabaya Tunda MoU Utang 2025 hingga Akhir Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Nov 2025 11:17 WIB
Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto
Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto

selalu.id - Menjelang akhir 2025, penandatanganan Memorandum of Understanding pembiayaan alternatif atau utang daerah Kota Surabaya belum dilakukan. Pengesahan anggaran perubahan selesai sejak September, namun MoU dengan pihak pemberi pinjaman masih tertunda meski proyek strategis telah berjalan.

 

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto menjelaskan penundaan itu dilakukan agar bunga pinjaman tidak berjalan terlalu cepat. Menurutnya, bunga akan mulai dihitung segera setelah MoU diteken dan dana digunakan.

 

“Kalau sudah tanda tangan dan uang sudah digunakan, bunga mulai berjalan. Jadi tanda tangan kita geser sejauh mungkin,” ujar Lilik, Kamis 20 November 2025.

 

Ia memastikan seluruh proyek yang menggunakan pembiayaan alternatif tetap berjalan. Tahun ini Pemkot memakai skema reimburs. Proyek dikerjakan terlebih dahulu lalu pembiayaannya dicairkan setelahnya.

 

“Tidak ada masalah. Proyek tetap jalan,” katanya.

 

Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiar Rifai menyebut strategi tersebut telah dibahas dalam rapat Badan Anggaran. Ia menjelaskan jika MoU diteken pada Oktober, bunga akan berjalan sejak bulan itu. Dengan menggeser ke Desember, beban bunga dapat ditekan hingga dua bulan.

 

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

“Kalau MoU di Desember, kita melewati Oktober dan November. Itu penghematan nyata,” ujarnya.

 

Ia memastikan pembiayaan alternatif sudah disetujui DPRD. Pemkot tinggal menentukan waktu penandatanganan. Proyek prioritas seperti penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur tetap berjalan melalui mekanisme lelang lebih dulu. Pembiayaan alternatif akan masuk sebagai penutup.

 

“Ketika hutang tahun 2025, itu harus habis di tahun 2025. Proyek sudah jalan, tinggal nanti reimburs,” katanya.

 

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

Selain pinjaman 2025, Pemkot tengah menyiapkan pembiayaan alternatif 2026 senilai sekitar Rp1,5 triliun melalui Bank Jatim dan PT SMI. Bahtiar menyebut seluruh syarat administratif berjalan. Perda sudah disahkan. Evaluasi gubernur berlangsung. Berkas akan diteruskan ke kementerian sebagai syarat pengajuan utang.

 

Menurut perhitungan Pemkot dan DPRD, percepatan pengerjaan proyek di awal tahun lebih efisien. Biaya material dan upah belum terpengaruh kenaikan harga tahunan.

 

“Selisihnya bisa puluhan miliar. Lebih efisien jika dikerjakan di awal,” ujar Bahtiar.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Syaiful Mahdi Terpilih jadi Ketum KONI Nganjuk, Berikut Gebrakan yang Disiapkan

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi pun mendorong pengembangan sport center berbasis sport science dengan menggandeng perguruan tinggi dan insan pers.

Wajib Catat, Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat memahami daftar layanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan sebelum mendatangi fasilitas kesehatan.

Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Dalam penelusuran tersebut, tim Satpol PP Surabaya menemukan pola penjualan order-and-take demi mengelabui razia.