Senin, 02 Feb 2026 17:59 WIB

Demi Hemat Bunga, Pemkot Surabaya Tunda MoU Utang 2025 hingga Akhir Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Nov 2025 11:17 WIB
Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto
Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto

selalu.id - Menjelang akhir 2025, penandatanganan Memorandum of Understanding pembiayaan alternatif atau utang daerah Kota Surabaya belum dilakukan. Pengesahan anggaran perubahan selesai sejak September, namun MoU dengan pihak pemberi pinjaman masih tertunda meski proyek strategis telah berjalan.

 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto menjelaskan penundaan itu dilakukan agar bunga pinjaman tidak berjalan terlalu cepat. Menurutnya, bunga akan mulai dihitung segera setelah MoU diteken dan dana digunakan.

 

“Kalau sudah tanda tangan dan uang sudah digunakan, bunga mulai berjalan. Jadi tanda tangan kita geser sejauh mungkin,” ujar Lilik, Kamis 20 November 2025.

 

Ia memastikan seluruh proyek yang menggunakan pembiayaan alternatif tetap berjalan. Tahun ini Pemkot memakai skema reimburs. Proyek dikerjakan terlebih dahulu lalu pembiayaannya dicairkan setelahnya.

 

“Tidak ada masalah. Proyek tetap jalan,” katanya.

 

Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiar Rifai menyebut strategi tersebut telah dibahas dalam rapat Badan Anggaran. Ia menjelaskan jika MoU diteken pada Oktober, bunga akan berjalan sejak bulan itu. Dengan menggeser ke Desember, beban bunga dapat ditekan hingga dua bulan.

 

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

“Kalau MoU di Desember, kita melewati Oktober dan November. Itu penghematan nyata,” ujarnya.

 

Ia memastikan pembiayaan alternatif sudah disetujui DPRD. Pemkot tinggal menentukan waktu penandatanganan. Proyek prioritas seperti penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur tetap berjalan melalui mekanisme lelang lebih dulu. Pembiayaan alternatif akan masuk sebagai penutup.

 

“Ketika hutang tahun 2025, itu harus habis di tahun 2025. Proyek sudah jalan, tinggal nanti reimburs,” katanya.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Selain pinjaman 2025, Pemkot tengah menyiapkan pembiayaan alternatif 2026 senilai sekitar Rp1,5 triliun melalui Bank Jatim dan PT SMI. Bahtiar menyebut seluruh syarat administratif berjalan. Perda sudah disahkan. Evaluasi gubernur berlangsung. Berkas akan diteruskan ke kementerian sebagai syarat pengajuan utang.

 

Menurut perhitungan Pemkot dan DPRD, percepatan pengerjaan proyek di awal tahun lebih efisien. Biaya material dan upah belum terpengaruh kenaikan harga tahunan.

 

“Selisihnya bisa puluhan miliar. Lebih efisien jika dikerjakan di awal,” ujar Bahtiar.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.