PDIP Targetkan Konferda Rampung Desember, Hasto: Momentum Konsolidasi Hadapi Tantangan Bangsa
- Penulis : Dony Maulana
- | Senin, 10 Nov 2025 11:42 WIB
selalu.id – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa Konferensi Daerah (Konferda) Jawa Timur menjadi momentum penting konsolidasi partai untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa. Pernyataan itu disampaikan Hasto saat berada di Surabaya dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Minggu (9/11/2025) malam.
Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda
Hasto menjelaskan, Konferda Jatim merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi partai yang dimulai dari daerah-daerah luar Jawa. Prioritas diberikan kepada wilayah seperti Maluku, Maluku Utara, Aceh, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan sejumlah daerah di Sumatera.
“Pelaksanaan partai pasca kongres dilaksanakan di daerah-daerah luar Jawa terlebih dahulu sebagai upaya kesadaran bahwa satu kesatuan negara ini diprioritaskan bagi daerah-daerah yang lemah terlebih dahulu,” ujar Hasto kepada selalu.id.
Setelah tahapan luar Jawa, konsolidasi partai akan berlanjut ke wilayah Jawa, termasuk Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasto menargetkan seluruh Konferda selesai sebelum akhir Desember 2025.
Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang
“Sebelum Desember, seluruh Konferda harus selesai. Desember ditargetkan konsolidasi partai di tingkat DPD dan DPC sudah selesai,” tegasnya.
Ia menambahkan, dengan rampungnya konsolidasi di tingkat daerah, PDI Perjuangan akan lebih siap menghadapi tantangan baru menjelang peringatan HUT partai pada 10 Januari 2026. Partai juga akan memperkuat basis kader melalui pelaksanaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) serta musyawarah ranting dan anak ranting.
Baca Juga: Curhatan Hasto Kristiyanto Saat Berada di Tahanan KPK
Dalam kesempatan yang sama, Hasto menyinggung makna kepahlawanan. Menurutnya, menjadi pahlawan bukan persoalan politik, melainkan tentang pengorbanan demi rakyat dan negara.
“Menjadi pahlawan itu adalah persoalan pengorbanan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, ada integritas moral dan kemanusiaan,” pungkas Hasto.
Editor : Ading