Senin, 20 Jul 2026 09:37 WIB

PDIP Targetkan Konferda Rampung Desember, Hasto: Momentum Konsolidasi Hadapi Tantangan Bangsa

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto

selalu.id – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa Konferensi Daerah (Konferda) Jawa Timur menjadi momentum penting konsolidasi partai untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa. Pernyataan itu disampaikan Hasto saat berada di Surabaya dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Minggu (9/11/2025) malam.

 

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Hasto menjelaskan, Konferda Jatim merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi partai yang dimulai dari daerah-daerah luar Jawa. Prioritas diberikan kepada wilayah seperti Maluku, Maluku Utara, Aceh, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan sejumlah daerah di Sumatera.

 

“Pelaksanaan partai pasca kongres dilaksanakan di daerah-daerah luar Jawa terlebih dahulu sebagai upaya kesadaran bahwa satu kesatuan negara ini diprioritaskan bagi daerah-daerah yang lemah terlebih dahulu,” ujar Hasto kepada selalu.id.

 

Setelah tahapan luar Jawa, konsolidasi partai akan berlanjut ke wilayah Jawa, termasuk Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasto menargetkan seluruh Konferda selesai sebelum akhir Desember 2025.

 

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

“Sebelum Desember, seluruh Konferda harus selesai. Desember ditargetkan konsolidasi partai di tingkat DPD dan DPC sudah selesai,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, dengan rampungnya konsolidasi di tingkat daerah, PDI Perjuangan akan lebih siap menghadapi tantangan baru menjelang peringatan HUT partai pada 10 Januari 2026. Partai juga akan memperkuat basis kader melalui pelaksanaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) serta musyawarah ranting dan anak ranting.

 

Baca Juga: Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

Dalam kesempatan yang sama, Hasto menyinggung makna kepahlawanan. Menurutnya, menjadi pahlawan bukan persoalan politik, melainkan tentang pengorbanan demi rakyat dan negara.

 

“Menjadi pahlawan itu adalah persoalan pengorbanan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, ada integritas moral dan kemanusiaan,” pungkas Hasto.

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.