Minggu, 01 Feb 2026 23:35 WIB

Lewat Seminar Jurnalistik, Adies Kadir Dorong Mahasiswa jadi Influencer Berintegritas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Nov 2025 20:31 WIB

Selalu.id - Ketua Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Adies Kadir, mengajak mahasiswa untuk menjadi generasi muda yang cerdas berkomunikasi dan berintegritas di tengah derasnya arus informasi digital.

Pesan itu disampaikan Adies dalam seminar jurnalistik bertema “Membangun Etika dan Integritas di Era Digital” yang digelar MKGR Kota Surabaya di Aula DPD Partai Golkar, Jalan Adityawarman, Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Warga Gununganyar Lor Surabaya Gelar Ziarah Wali 5

Menurut Adies, kemampuan komunikasi dan literasi media menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa, tidak hanya di bangku kuliah, tetapi juga sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga mampu menjadi influencer yang membawa pesan positif dan edukatif bagi masyarakat,” ujar Adies Kadir dalam sambutan tertulisnya.

Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MKGR dan Partai Golkar dalam membentuk generasi muda yang terampil, berpikir kritis, dan memiliki wawasan luas. 

Adies menyebut, Golkar ingin membuka ruang pembelajaran yang inklusif, di mana mahasiswa bisa memahami dunia komunikasi publik secara profesional dan bertanggung jawab.

Seminar tersebut menghadirkan narasumber profesional, Hadi Santoso, wartawan senior sekaligus pengajar ilmu jurnalistik. 

Dalam pemaparannya, Hadi mengulas teknik dasar jurnalistik, etika media, dan strategi komunikasi digital. Ia juga menekankan pentingnya peran jurnalis dan content creator dalam membangun opini publik yang sehat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks

“Media sosial bisa menjadi alat untuk perubahan positif, asal digunakan dengan bijak dan beretika,” tutur Hadi.

Sementara itu, Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto

yang memberikan apresiasi atas inisiatif MKGR. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat literasi digital di kalangan mahasiswa.

“Dunia kerja dan ruang publik menuntut generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menyampaikan gagasan dengan cara yang beretika,” ujarnya.

Baca Juga: Lindungi Predikat Kota Layak Anak, DPRD Surabaya Desak Izin Black Owl Dicabut

Salah satu peserta, Rizka Putri, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.

“Saya jadi paham bahwa menjadi influencer bukan soal viral, tapi tentang menyebarkan pesan yang benar dan bermanfaat,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, MKGR Surabaya berharap bisa melahirkan influencer muda berintegritas, yang tak hanya populer di dunia maya, tapi juga membawa pengaruh positif bagi lingkungannya.

“Kami ingin mahasiswa bisa jadi agen perubahan, yang menginspirasi dan menjaga nilai kejujuran di tengah era digital,” pungkas Achmad Nurdjayanto.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.