Jumat, 25 Sep 2026 00:49 WIB

DPRD Tuding Banjir Surabaya karena Pemotongan Anggaran, Begini Klaim Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 07 Nov 2025 15:10 WIB
Kepala DSDABM Kota Surabaya, Syamsul Hariadi
Kepala DSDABM Kota Surabaya, Syamsul Hariadi

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penyebab utama genangan dan banjir di sejumlah titik bukan semata karena proyek drainase yang belum rampung, tetapi juga akibat sampah yang menyumbat saluran air.

 

Baca Juga: Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) dan petugas rumah pompa selama 24 jam nonstop.

 

Kepala DSDABM Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyebut persoalan sampah menjadi tantangan serius dalam penanganan banjir, terutama di titik-titik krusial.

 

“Paling banyak itu sampah di saluran Greges yang mau masuk ke bozem Morokrembangan. Itu banyak sampahnya di sana,” ujar Syamsul, Jumat (7/11/2025).

 

Menurutnya, jenis sampah yang ditemukan sangat beragam, bahkan ada benda besar yang ikut dibuang ke saluran air hingga menyebabkan penyumbatan dan genangan.

 

“Sampahnya variatif. Mulai helm, sofa, kasur, macam-macam pokoknya. Kalau ingin cari macam-macam sampah ada di sana,” katanya.

 

Untuk memastikan kinerja rumah pompa berjalan optimal, DSDABM menyiagakan petugas pompa dan petugas penyaring sampah secara penuh. Petugas pompa berjaga 24 jam dengan sistem tiga shift, masing-masing selama delapan jam.

 

“Kalau petugas penyarang sampah, mereka menyisir saluran air saat tidak hujan. Tapi kalau hujan turun, langsung fokus bekerja di saringan rumah pompa untuk membersihkan sampah,” jelasnya.

 

Syamsul menambahkan, pekerjaan menyaring sampah tergolong berat. Ia bahkan pernah mencobanya sendiri.

 

“Aku pernah mencoba. Sebentar saja sudah kemeng tangan saya. Jadi pekerjaan itu berat karena sampahnya sudah bercampur dengan air,” ungkapnya.

 

Ia menyampaikan, jika curah hujan tinggi dan sampah menumpuk, petugas akan meminta bantuan dari posko lain untuk mempercepat penanganan.

 

Baca Juga: Mulai Bulan Depan ASN Surabaya Ngantor di Balai RW, Ini Perintah Tegas Wali Kota Eri

Penanganan banjir di Surabaya saat ini didukung 76 rumah pompa, dan akan ditambah lima unit lagi pada 2025 sehingga total menjadi 81 rumah pompa.

 

“Jumlah petugas di setiap rumah pompa bervariasi antara 4 hingga 8 orang, tergantung karakteristik dan ukuran pompa,” imbuhnya.

 

Syamsul menjelaskan, rumah pompa besar seperti di Greges dan Kalisari memiliki hingga delapan petugas penyaring karena menampung tujuh unit pompa berkapasitas besar.

 

“Dengan penanganan maksimal ini, kami juga meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Komisi C DPRD Surabaya menilai genangan dan banjir yang masih terjadi di beberapa titik bukan hanya disebabkan oleh bangunan warga di atas saluran air seperti yang disorot Wali Kota Eri Cahyadi saat inspeksi di Jalan Tanjungsari, Rabu (5/11/2025).

 

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Arning Rahmati, menyebut persoalan banjir berakar pada belum tuntasnya pembangunan infrastruktur dan lemahnya pelaksanaan normalisasi saluran.

Baca Juga: Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya Resmi Digelar, Berhadiah Puluhan Juta dan Bantuan Menarik

 

“Selama ini anggaran pembangunan drainase hampir setiap tahun dirasionalisasi. Akibatnya, banyak proyek yang seharusnya tuntas di 2025 justru bergeser ke 2026,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

 

Ia mencontohkan proyek drainase di kawasan Gunung Sari dan Semampir yang belum rampung karena penyesuaian anggaran.

 

“Artinya konektivitas saluran belum nyambung. Kalau yang sudah selesai itu nggak banjir. Tapi yang belum selesai, apalagi rumah pompanya belum jadi, ya masih tergenang,” tegasnya.

 

Selain itu, Arning juga menyoroti lemahnya pelaksanaan normalisasi saluran yang seharusnya dilakukan rutin oleh Pemkot.

 

“Harusnya enam bulan pertama itu dikeruk terus tiap hari. Tapi faktanya, banyak titik yang dibiarkan penuh lumpur dan sampah. Pemerintah kota juga belum maksimal dalam menyediakan alat dan anggarannya,” ungkapnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. 

6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

Gus Shobih menyebut tindakan ini juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil operasi penindakan.

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Atas ungkap ini, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perkara dugaan korupsi yang sebelumnya diungkap tim lembaga antirasuah di BPN Kota Mojokerto.