Senin, 19 Okt 2026 20:25 WIB

Plasma Konvalesen Dicoret dari Daftar Potensial Penyembuhan Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Feb 2022 16:33 WIB
Donor Plasma Kovalesen
Donor Plasma Kovalesen

selalu.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencoret terapi plasma konvalesen dan empat jenis obat, Ivercmetin, Klorokuin, Oseltamivir, dan Azithromycin, dari daftar potensial penyembuhan pasien Covid-19.

Kabag Pelayanan Humas UDD PMI, Wandai Rosotedjo, mengatakan pihaknya bertugas sebagai penyedia darah, jadi menyesuaikan dengan apa yang diminta oleh rumah sakit.

Baca Juga: Catat! PMI Surabaya Gelar Donor Darah Spesial Ramadan, Ini Lokasinya

"Untuk masalah stok memang masih ada 1318 Kantong Plasma Konvalesen," ujarnya, Jumat (18/2/2002)

Wandai mengaku masih belum ada petunjuk dari pusat terkait aturan itu. Sehingga, masih tetap menyediakan sesuai dengan permintaan.

"Terapi Plasma Konvalesen diambil dari pasien yang pernah terkonfirmasi positif maupun pernah menderita Covid 19. Mereka yang sudah sembuh ini terdapat Antibody Anti Covid," bebernya.

Plasma yang sudah sembuh, kata dia, bisa diambil lalu diberikan kepada pasien yang menderita Covid.

Baca Juga: Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Wandai mengatakan permintaan plasma konvalesen dari bulan Desember hingga Februari hanya 24 kantong.

"Mudah mudahan pandemi cepat berakhir dan gelombang ketiga tidak berdampak secara signfikan. Stok plasma konvalesen tetap terjaga. Kami harus tetap menyediakan plasma konvalesen sesuai permintaan rumah sakit," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Relawan PPKPC-RSLI, Radian Jadid berpendapat bahwa pencoretan itu bisa jadi karena sampai sekarang belum ada hasil uji klinis yang mutlak.

Baca Juga: Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

"Sehingga dikeluarkan dari daftar tersebut. Meski sudah dikeluarkan bukan berarti dinyatakan gagal," tuturnya.

Radian Jadid menyatakan dirinya mempercayakan keputusan pemerintah adalah keputusan terbaik bagi masyarakat.

"Bila donor plasma konvalesen dihentikan, para pendonor masih bisa menjalankan donor darah biasa maupun donor darah apheresis atau unsur unsur darah," tandas Radian Jadid. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.