Senin, 02 Feb 2026 02:26 WIB

APBD Surabaya 2026 Disepakati Rp12,7 Triliun, Fokus Infrastruktur dan Sosial

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Nov 2025 17:45 WIB

selalu.id – DPRD dan Pemerintah Kota Surabaya menyepakati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2026 senilai Rp12,7 triliun. Kesepakatan tersebut merupakan hasil pembahasan panjang mulai dari KUA-PPAS, rapat komisi, hingga Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya.

 

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan pembahasan R-APBD 2026 merupakan kelanjutan dari proses yang telah dilakukan sebelumnya bersama seluruh fraksi dan komisi.

 

“Acara hari ini itu rangkaian dari yang sudah lama, mulai dari kawan-kawan PPAS sampai pembahasan di komisi-komisi. Hasil pembahasan itu sudah kita bahas bersama, dan sekarang disampaikan dalam pandangan fraksi,” ujar Lilik usai rapat paripurna di DPRD Surabaya, Kamis (6/11/2025).

 

Lilik juga menanggapi catatan sejumlah fraksi, termasuk dari PKS, yang menyoroti beberapa poin dalam postur anggaran. Ia menyebut hal tersebut bukan hal baru karena sudah dibahas sebelumnya di Banggar.

 

“Itu bukan poin baru, mereka hanya mengingatkan agar segera tetap dilakukan,” katanya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengatakan pihaknya bersama Pemkot menargetkan pengesahan APBD 2026 dilakukan pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

 

“Kita ingin memberikan kado untuk masyarakat Surabaya dengan pengesahan APBD di Hari Pahlawan. Setelah pembahasan di komisi dan Banggar, hari ini fraksi-fraksi menyampaikan catatan dan masukannya kepada Pemkot,” jelas Fathoni.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

 

Menurutnya, seluruh fraksi DPRD memberikan saran dan masukan berdasarkan aspirasi masyarakat. Catatan itu diharapkan memperkuat arah kebijakan anggaran agar berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

 

“Kami harap dalam rapat paripurna berikutnya, tanggapan Wali Kota bisa menindaklanjuti semua masukan itu. Tujuannya agar APBD 2026 benar-benar menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di Surabaya,” ujarnya.

 

Fathoni menjelaskan, anggaran Rp12,7 triliun tersebut akan difokuskan pada dua sektor utama, yaitu proyek infrastruktur dan program perlindungan sosial.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

 

“APBD 2026 diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi baik melalui bantalan sosial maupun pengerjaan infrastruktur yang berdampak langsung pada kawasan yang belum tumbuh secara ekonomi,” paparnya.

 

Sejumlah proyek strategis yang akan dibiayai dalam APBD 2026 antara lain pembangunan saluran koneksi untuk pengendalian banjir, pembangunan jalan lingkar barat, serta penyelesaian proyek infrastruktur dan permukiman.

 

“Harapannya seluruh pekerjaan infrastruktur itu bisa tuntas di tahun 2027. Jadi ketika tahun 2028 Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah dihuni, Surabaya siap menjadi pintu gerbang menuju IKN,” tandas Fathoni.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.