Mural Keberagaman di Gubeng Dirusak, Wali Kota Eri Buru Pelaku Lewat CCTV
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 05 Nov 2025 12:52 WIB
selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bereaksi keras atas aksi vandalisme yang merusak mural bertema keberagaman di Jalan Gubeng Pojok.
Baca Juga: Lewat Pantauan CCTV, Satpol PP Surabaya Gagalkan Curanmor di Kawasan Kota Lama
Mural karya para seniman muda itu baru beberapa hari rampung sebelum dicorat-coret oleh pihak tak bertanggung jawab. Pemkot Surabaya kini memburu pelaku dengan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
“Sudah saya minta teman-teman untuk proses. Di sana ada CCTV, jadi dipantau. Kalau sudah dimural, jangan dirusak,” tegas Eri, Rabu (5/11/2025).
Ia mengaku prihatin karena mural tersebut dibuat dengan kerja keras anak-anak muda Surabaya untuk mempercantik wajah kota.
“Arek-arek kerja keras, susahnya luar biasa. Eh, malah divandalisme. Saya minta proses sampai dapat pelakunya, hukumannya jangan ringan-ringan, yang berat sekalian. Karena ini sudah merusak fasilitas umum,” ujarnya.
Eri menegaskan, perusakan fasilitas umum termasuk tindakan pidana.
“Saya pidanakan. Karena merusak fasilitas umum itu bisa masuk kategori pidana,” tandasnya.
Baca Juga: Aksi Nekat Perempuan di Mojokerto Curi Sepeda Saat Salat Subuh
Menurutnya, ada beberapa titik CCTV di sekitar mural yang kini diperiksa oleh Satpol PP dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya.
“Ada dua atau tiga CCTV di sekitar situ. Sekarang lagi dicari pelakunya. Saya bilang ke teman-teman, goleki sampai ketemu!” katanya.
Mural di kawasan Gubeng Pojok itu menggambarkan keberagaman suku, agama, budaya, dan destinasi wisata Kota Surabaya.
Baca Juga: Curanmor di Gubeng Gagal Total, Dua Pelaku Ditangkap Saat Aksi
“Mural itu simbol persatuan warga Surabaya. Ada beragam agama, beragam suku, menyatukan tempat-tempat wisata. Karena itu harus dijaga bareng-bareng,” jelasnya.
Eri juga menyampaikan pesan bagi pelaku vandalisme agar segera menyesali perbuatannya.
“Semoga yang tangannya jahil dibuka hatinya, biar sadar. Bagaimanapun, dia tetap wargaku. Dan hanya Gusti Allah yang bisa membolak-balikkan hati manusia,” tuturnya.
Editor : Ading