Jumat, 25 Sep 2026 03:35 WIB

Surabaya Waspada DBD, Pemkot Aktifkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Okt 2025 11:24 WIB

selalu.id – Menyambut musim hujan yang diprediksi datang lebih cepat tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai siaga mencegah peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD).

 

Baca Juga: Kasus Meninggal karena DBD, DPRD Surabaya Desak Rumah Sakit Tak Tolak Pasien BPJS

Langkah preventif itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.9/29490/436.7.2/2025 tentang antisipasi peningkatan kasus DBD yang diterbitkan sejak 23 Oktober 2025.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan, kebijakan ini merupakan upaya menekan risiko penularan DBD seiring meningkatnya curah hujan di akhir 2025.

 

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim hujan lebih awal dan berlangsung lebih lama, mulai September hingga November, dengan puncaknya pada Januari hingga Februari 2026.

 

“Surabaya berpotensi memasuki musim hujan pada minggu kedua November untuk wilayah barat, dan minggu ketiga untuk wilayah lainnya,” ujar Lilik, Kamis (30/10/2025).

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk kembali menggiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus, yakni menguras dan menyikat bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Peringatkan Warga Waspada DBD Pada Musim Penghujan Mendatang

 

Warga juga diminta rutin mengganti air vas bunga dan tempat minum burung setiap minggu, memperbaiki saluran air yang tersumbat, serta menaburkan bubuk larvasida di tempat yang sulit dikuras.

 

“Bisa juga memelihara ikan pemakan jentik seperti ikan cupang, atau menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai dan lavender,” imbuh Lilik.

 

Baca Juga: Libatkan Pelajar, Ini Langkah Pemkot Surabaya Antisipasi DBD di Musim Penghujan

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, tidak menggantung pakaian di kamar, memastikan ventilasi cukup, serta menggunakan kelambu saat tidur.

 

Lilik juga menegaskan pentingnya Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), yakni menunjuk satu orang di setiap rumah untuk memantau keberadaan jentik nyamuk. Gerakan ini ditargetkan menjaga Angka Bebas Jentik (ABJ) di atas 95 persen dan Container Index (CI) di bawah 5 persen di tiap wilayah.

 

“Kami mengajak warga, RT/RW, PKK, Kader Surabaya Hebat, hingga tokoh masyarakat untuk turun bersama melakukan PSN 3M Plus. Wilayah barat, timur, dan utara Surabaya perlu ekstra waspada karena berbatasan langsung dengan daerah lain,” jelasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. 

6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

Gus Shobih menyebut tindakan ini juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil operasi penindakan.

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Atas ungkap ini, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perkara dugaan korupsi yang sebelumnya diungkap tim lembaga antirasuah di BPN Kota Mojokerto.