Senin, 02 Feb 2026 10:50 WIB

Surabaya Waspada DBD, Pemkot Aktifkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Okt 2025 11:24 WIB

selalu.id – Menyambut musim hujan yang diprediksi datang lebih cepat tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai siaga mencegah peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD).

 

Baca Juga: Kasus Meninggal karena DBD, DPRD Surabaya Desak Rumah Sakit Tak Tolak Pasien BPJS

Langkah preventif itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.9/29490/436.7.2/2025 tentang antisipasi peningkatan kasus DBD yang diterbitkan sejak 23 Oktober 2025.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan, kebijakan ini merupakan upaya menekan risiko penularan DBD seiring meningkatnya curah hujan di akhir 2025.

 

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim hujan lebih awal dan berlangsung lebih lama, mulai September hingga November, dengan puncaknya pada Januari hingga Februari 2026.

 

“Surabaya berpotensi memasuki musim hujan pada minggu kedua November untuk wilayah barat, dan minggu ketiga untuk wilayah lainnya,” ujar Lilik, Kamis (30/10/2025).

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk kembali menggiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus, yakni menguras dan menyikat bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Peringatkan Warga Waspada DBD Pada Musim Penghujan Mendatang

 

Warga juga diminta rutin mengganti air vas bunga dan tempat minum burung setiap minggu, memperbaiki saluran air yang tersumbat, serta menaburkan bubuk larvasida di tempat yang sulit dikuras.

 

“Bisa juga memelihara ikan pemakan jentik seperti ikan cupang, atau menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai dan lavender,” imbuh Lilik.

 

Baca Juga: Libatkan Pelajar, Ini Langkah Pemkot Surabaya Antisipasi DBD di Musim Penghujan

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, tidak menggantung pakaian di kamar, memastikan ventilasi cukup, serta menggunakan kelambu saat tidur.

 

Lilik juga menegaskan pentingnya Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), yakni menunjuk satu orang di setiap rumah untuk memantau keberadaan jentik nyamuk. Gerakan ini ditargetkan menjaga Angka Bebas Jentik (ABJ) di atas 95 persen dan Container Index (CI) di bawah 5 persen di tiap wilayah.

 

“Kami mengajak warga, RT/RW, PKK, Kader Surabaya Hebat, hingga tokoh masyarakat untuk turun bersama melakukan PSN 3M Plus. Wilayah barat, timur, dan utara Surabaya perlu ekstra waspada karena berbatasan langsung dengan daerah lain,” jelasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.