Sabtu, 24 Okt 2026 02:30 WIB

Libatkan Pelajar, Ini Langkah Pemkot Surabaya Antisipasi DBD di Musim Penghujan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Okt 2022 12:15 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya bergerak mengantisipasi penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) memasuki musim penghujan tahun ini.

Pemkot Surabaya melakukan pencegahan dengan memasifkan peran Bumantik yang digerakkan oleh Kader Surabaya Hebat KSH.

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Bumantik telah bergerak di masing-masing rumah warga untuk mengecek jentik-jentik, termasuk ada genangan air atau tidak.

Bahkan, Bumantik yang dilakukan KSH telah dilaksanakan baik sebelum maupun menjelang musim penghujan di masing-masing wilayah yang ada di Surabaya.

"Kami telah menggerakkan KSH, yang di dalamnya ada Bumantik dan Posyandu. Mereka ini sudah bergerak di masing - masing wilayahnya." kata Eri Cahyadi, Kamis (6/10/2022).

Eri mengatakan, Pemkot Surabaya juga telah melakukan sosialisasi bagaimana cara pengecekan jentik nyamuk di dalam rumah.

"Puskesmas-puskesmas juga sudah melakukan sosialisasi. Bagaimana di setiap rumah mencegah DBD, jangan sampai ada genangan. Ini adalah tindakan bersama, tidak bisa DBD diselesaikan sendiri oleh pemerintah," ujar Eri.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Terkait target penurunan angka DBD, lanjut Eri, Pemkot berkolaborasi dengan puskesmas dengan laporan yang sudah disediakan oleh Dinkes ketika ada temuan DBD. Kemudian bersinergi bersama seluruh RS di Surabaya agar kasusnya bisa menurun dibandingkan tahun lalu.

"Sehingga kalau ada yang sakit, maka kita harus tahu ini kenanya dimana,"jelasnya.

Apabila terjadi seperti itu, lanjut Eri, secara otomatis pihaknya melakukan cover zona agar tidak berkembang luas.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

" Dengan model ini, harapan kami bisa mengurangi DBD yang ada di Kota Surabaya dan bisa turun dari tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.

Untuk mengantisipasi anak-anak agar tidak terkena DBD, Dinkes Surabaya menyediakan call center. Kemudian sekolah-sekolah digerakkan untuk menjaga.

"Kita mendidik anak-anak untuk menjaga kamar mandinya. Ini loh kebersamaan. Jadi maksud saya, gerakannya harus ada pencegahannya, bukan menunggu sakitnya dulu. Kalau pencegahannya berhasil, maka secara otomatis penurunannya bisa dirasakan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.