Selasa, 21 Jul 2026 19:37 WIB

Libatkan Pelajar, Ini Langkah Pemkot Surabaya Antisipasi DBD di Musim Penghujan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Okt 2022 12:15 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya bergerak mengantisipasi penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) memasuki musim penghujan tahun ini.

Pemkot Surabaya melakukan pencegahan dengan memasifkan peran Bumantik yang digerakkan oleh Kader Surabaya Hebat KSH.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Bumantik telah bergerak di masing-masing rumah warga untuk mengecek jentik-jentik, termasuk ada genangan air atau tidak.

Bahkan, Bumantik yang dilakukan KSH telah dilaksanakan baik sebelum maupun menjelang musim penghujan di masing-masing wilayah yang ada di Surabaya.

"Kami telah menggerakkan KSH, yang di dalamnya ada Bumantik dan Posyandu. Mereka ini sudah bergerak di masing - masing wilayahnya." kata Eri Cahyadi, Kamis (6/10/2022).

Eri mengatakan, Pemkot Surabaya juga telah melakukan sosialisasi bagaimana cara pengecekan jentik nyamuk di dalam rumah.

"Puskesmas-puskesmas juga sudah melakukan sosialisasi. Bagaimana di setiap rumah mencegah DBD, jangan sampai ada genangan. Ini adalah tindakan bersama, tidak bisa DBD diselesaikan sendiri oleh pemerintah," ujar Eri.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Terkait target penurunan angka DBD, lanjut Eri, Pemkot berkolaborasi dengan puskesmas dengan laporan yang sudah disediakan oleh Dinkes ketika ada temuan DBD. Kemudian bersinergi bersama seluruh RS di Surabaya agar kasusnya bisa menurun dibandingkan tahun lalu.

"Sehingga kalau ada yang sakit, maka kita harus tahu ini kenanya dimana,"jelasnya.

Apabila terjadi seperti itu, lanjut Eri, secara otomatis pihaknya melakukan cover zona agar tidak berkembang luas.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

" Dengan model ini, harapan kami bisa mengurangi DBD yang ada di Kota Surabaya dan bisa turun dari tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.

Untuk mengantisipasi anak-anak agar tidak terkena DBD, Dinkes Surabaya menyediakan call center. Kemudian sekolah-sekolah digerakkan untuk menjaga.

"Kita mendidik anak-anak untuk menjaga kamar mandinya. Ini loh kebersamaan. Jadi maksud saya, gerakannya harus ada pencegahannya, bukan menunggu sakitnya dulu. Kalau pencegahannya berhasil, maka secara otomatis penurunannya bisa dirasakan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.