Sabtu, 06 Jun 2026 09:15 WIB

Libatkan Pelajar, Ini Langkah Pemkot Surabaya Antisipasi DBD di Musim Penghujan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Okt 2022 12:15 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya bergerak mengantisipasi penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) memasuki musim penghujan tahun ini.

Pemkot Surabaya melakukan pencegahan dengan memasifkan peran Bumantik yang digerakkan oleh Kader Surabaya Hebat KSH.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Bumantik telah bergerak di masing-masing rumah warga untuk mengecek jentik-jentik, termasuk ada genangan air atau tidak.

Bahkan, Bumantik yang dilakukan KSH telah dilaksanakan baik sebelum maupun menjelang musim penghujan di masing-masing wilayah yang ada di Surabaya.

"Kami telah menggerakkan KSH, yang di dalamnya ada Bumantik dan Posyandu. Mereka ini sudah bergerak di masing - masing wilayahnya." kata Eri Cahyadi, Kamis (6/10/2022).

Eri mengatakan, Pemkot Surabaya juga telah melakukan sosialisasi bagaimana cara pengecekan jentik nyamuk di dalam rumah.

"Puskesmas-puskesmas juga sudah melakukan sosialisasi. Bagaimana di setiap rumah mencegah DBD, jangan sampai ada genangan. Ini adalah tindakan bersama, tidak bisa DBD diselesaikan sendiri oleh pemerintah," ujar Eri.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Terkait target penurunan angka DBD, lanjut Eri, Pemkot berkolaborasi dengan puskesmas dengan laporan yang sudah disediakan oleh Dinkes ketika ada temuan DBD. Kemudian bersinergi bersama seluruh RS di Surabaya agar kasusnya bisa menurun dibandingkan tahun lalu.

"Sehingga kalau ada yang sakit, maka kita harus tahu ini kenanya dimana,"jelasnya.

Apabila terjadi seperti itu, lanjut Eri, secara otomatis pihaknya melakukan cover zona agar tidak berkembang luas.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

" Dengan model ini, harapan kami bisa mengurangi DBD yang ada di Kota Surabaya dan bisa turun dari tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.

Untuk mengantisipasi anak-anak agar tidak terkena DBD, Dinkes Surabaya menyediakan call center. Kemudian sekolah-sekolah digerakkan untuk menjaga.

"Kita mendidik anak-anak untuk menjaga kamar mandinya. Ini loh kebersamaan. Jadi maksud saya, gerakannya harus ada pencegahannya, bukan menunggu sakitnya dulu. Kalau pencegahannya berhasil, maka secara otomatis penurunannya bisa dirasakan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.