Senin, 02 Feb 2026 00:18 WIB

Tak hanya Surabaya, Mogok Misterius juga Terjadi di Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Mojokerto, Gresik

selalu.id – Fenomena misterius melanda para pengendara motor di berbagai wilayah Jawa Timur. Ratusan kendaraan dilaporkan mogok setelah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Kasus ini memicu kepanikan dan tanda tanya besar di kalangan pengguna motor.

 

Baca Juga: Pertamina Tanggung Servis Gratis Motor Brebet Akibat Pertalite, Siapkan Servis Gratis di 32 Bengkel

Gejala yang dialami para pengendara hampir seragam, mulai dari mesin brebet hingga mati total tak lama setelah pengisian. Laporan datang dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Mojokerto, Gresik, hingga Surabaya. Kejadian ini viral di media sosial sejak akhir pekan lalu.

 

Stasiun radio Suara Surabaya menjadi pusat pengaduan spontan. Sejak Minggu (26/10) malam, redaksi menerima puluhan telepon dan pesan WhatsApp dari warga yang mengalami masalah serupa. Beberapa di antaranya:

 

Dedik Setyawan: “Barusan beli Pertalite di SPBU Gunung Sari, sampainya di Jembatan Gunung Sari motor jadi brebet dan mati.”

 

Dicky Abdulloh: Motor Vario-nya brebet parah usai isi di SPBU Bunder Gresik, hingga harus masuk bengkel dan ganti busi. Gejala baru hilang setelah dikuras dan diisi Pertamax.

 

Fery Mardiansyah: Dua motornya, Mio S dan Revo, sama-sama mogok setelah diisi Pertalite dalam seminggu terakhir.

 

Imam Muslim: Motornya mati di depan Pasar Turi usai isi Pertalite di SPBU Diponegoro.

 

Baca Juga: Relawan Prabowo Sebut Langkah Wawali Armuji Soal Sidak BBM Bukan Kerja Nyata

 

Awalnya banyak pengendara mengira kerusakan berasal dari mesin, namun kesamaan gejala di banyak daerah menguatkan dugaan bahwa kualitas Pertalite menjadi penyebab.

 

Menanggapi hal ini, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus langsung mengambil langkah investigasi. Area Manager Communication, Ahad Rahedi, mengimbau masyarakat yang mengalami masalah agar segera kembali ke SPBU tempat pengisian.

 

“Pertamina memerlukan data detail untuk melacak sumber masalah. Kami minta masyarakat mencatat data diri lengkap, menyimpan bukti transaksi, dan melapor ke SPBU asal atau ke Pertamina Call Center 135,” ujarnya.

 

Baca Juga: Beda Hasil Sidak Polisi vs Wawali Armuji, Manager SPBU: CCTV Tunjukkan Botol Dibawa dari Luar

Data tersebut dibutuhkan untuk menelusuri asal pasokan BBM, mulai dari SPBU pengisian, nomor mobil tangki, hingga terminal bahan bakar. Pertamina kini mengumpulkan semua laporan dan melakukan uji laboratorium terhadap sampel Pertalite dari sejumlah SPBU yang dilaporkan bermasalah.

 

Penyebab pasti belum diketahui. Pertamina menelusuri kemungkinan gangguan pada produk Pertalite, sistem distribusi di SPBU, atau tangki kendaraan masyarakat. Proses investigasi dan uji laboratorium masih berjalan.

 

Sementara itu, para pengendara yang terdampak berharap hasil uji segera diumumkan dan ada kompensasi atas kerusakan kendaraan mereka.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.