Kamis, 04 Jun 2026 16:31 WIB

Relawan Prabowo Sebut Langkah Wawali Armuji Soal Sidak BBM Bukan Kerja Nyata

Wawali Armuji saat menunjukkan BBM milik pengendara yang mengaku membeli BBM dari SPBU Rajawali
Wawali Armuji saat menunjukkan BBM milik pengendara yang mengaku membeli BBM dari SPBU Rajawali

selalu.id - Langkah Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang melakukan sidak ke SPBU namun disebut botol berisi BBM yang ditunjukkan berasal dari luar SPBU, dinilai oleh kalangan relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah politik yang seolah didesain melunturkan kepercayaan rakyat kepada pemerintah.

Ketua Umum kelompok relawan pendukung Prabowo Subianto Pilar 08, Kanisius Karyadi, menilai tindakan Armuji yang langsung memviralkan temuan dugaan kelangkaan BBM tanpa koordinasi dengan pihak Pertamina maupun lembaga terkait merupakan bentuk manuver politik yang tidak produktif.

Baca Juga: Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

"Langkah Armuji dengan konten ini tentu sangat merugikan. Karena belum ada pengecekan intensif dan valid dari berbagai pemangku kepentingan, tapi sudah dikontenkan dan diviralkan,” kata Kanisius, Senin, 3 November 2025.

Menurutnya, sikap Armuji bukan hanya menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha energi, tetapi juga berupaya mengkritik kebijakan pemerintah pusat melalui isu Pertamina.

"Tindakan seperti ini justru saling menghadapkan antar pemangku kekuasaan. Armuji adalah pejabat di bawah sistem pemerintahan Prabowo, seharusnya mencari solusi antar lembaga, bukan asal main konten demi viral,” tegas Kanisius.

Kanisius menilai, langkah Armuji justru bisa dimaknai sarat dengan muatan politik yang berupaya melontarkan kritik kebijakan pemerintah pusat melalui isu Pertamina. Armuji yang merupakan politisi PDIP seharusnya fokus membangun kembali kepercayaan publik, dengan membantu warga secara konkret, bukan dengan memainkan isu yang berpotensi memecah hubungan antar lembaga pemerintahan.

Baca Juga: Stunting Surabaya Diklaim Tinggal 0,59 Persen, Armuji Tetap Minta Maaf ke Warga

"Publik bisa melihatnya sebagai upaya politisasi isu BBM, bukan kerja nyata. Pejabat seharusnya benar-benar hadir menyelesaikan problem kerakyatan, bukan memancing opini publik lewat konten viral seperti yang dilakukan Armuji,” ujarnya.

Ia juga menilai langkah Armuji bisa dibaca sebagai bentuk kritik simbolik terhadap kekuasaan Prabowo.

Seperti ramai diberitakan, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan sidak setelah ramai info sejumlah warga mengaku sepeda motornya ”brebet” dan mogok setelah mengisi Pertalite di SPBU Rajawali. Armuji mengunjungi SPBU tersebut dan sempat memperlihatkan sebuah botol plastik berisi cairan hijau dan bening yang disebut-sebut merupakan Pertalite tercampur air.

Baca Juga: Pengamat Politik Sebut Arif Fathoni Lebih Potensial jadi Wali Kota Ketimbang Armuji

Supervisor SPBU Rajawali, Budi Susetyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) sepanjang hari kejadian saat Armuji sidak. Hasilnya, tidak ditemukan pengendara yang membawa botol tersebut melakukan pengisian BBM di lokasi.

"Dari hasil rekaman CCTV, tidak ada pengendara yang mengisi BBM sambil membawa botol itu. Diduga, botol tersebut memang dibawa dari luar. Saat kami tanya, orangnya tidak menjawab lalu pergi begitu saja," ujar Budi saat ditemui awak media dikutip Sabtu (1/11).

Budi mengungkapkan, pengendara yang membawa botol itu sempat menunjukkan isi botol kepada Armuji, namun kemudian langsung kabur tanpa jadi mengisi BBM. Karena itu, pihak SPBU menduga cairan dalam botol bukan berasal dari tangki SPBU Rajawali.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.