Rabu, 11 Feb 2026 00:41 WIB

Beda Hasil Sidak Polisi vs Wawali Armuji, Manager SPBU: CCTV Tunjukkan Botol Dibawa dari Luar

Rekaman cctv SPBU jalan Rajawali, pria berbaju putih mengeluarkan botol bbm
Rekaman cctv SPBU jalan Rajawali, pria berbaju putih mengeluarkan botol bbm

selalu.id – Tim Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pemeriksaan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Jalan Rajawali, Surabaya, Jumat (31/10). Sidak dilakukan setelah muncul keluhan masyarakat terkait kualitas BBM dan viralnya video sidak Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, di SPBU yang sama.

 

Baca Juga: Akui Dipanggil Polisi, Armuji Tegaskan Tak Terlibat Kasus Bimtek DPRD Surabaya

Dari hasil pemeriksaan awal menggunakan uji pasta air, polisi tidak menemukan kandungan air dalam sampel BBM di SPBU tersebut.

 

“Sementara kami cek masalah kadar air dahulu karena paling banyak itu terkait adanya warna bening itu banyak yang mengira itu air dan etanol, tapi untuk kadar air bisa dikatakan tidak ada karena kami sudah menguji menggunakan pasta air,” ujar Kanit Tipidter Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Makbul, usai pengecekan.

 

Pemeriksaan dilakukan menggunakan stik yang diolesi pasta khusus dan dimasukkan ke dalam tangki pendam serta nozzle dispenser BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Hasilnya tidak ada perubahan warna pada pasta, yang menandakan tidak ditemukan air dalam bahan bakar.

 

Meski demikian, polisi tetap mengambil sampel BBM dari SPBU Rajawali untuk pemeriksaan laboratorium. “Pada intinya tetap kami ambil sampel untuk kami lanjutkan penyelidikan lebih lanjut,” tegas Makbul.

 

Baca Juga: Mediasi Selesai, Begini Isi Surat Pernyataan Armuji ke Madas

Sementara itu, Manajer Operasional SPBU Rajawali, Budi Susetyo, menyatakan bahwa pihaknya rutin melakukan pengecekan kualitas BBM setiap hari.

 

“Dari pagi juga kami cek BBM di tangki pendam, ada water content atau tidak, terus kami juga pastikan takaran sesuai. Semua kami lalui dengan benar,” ujarnya.

 

Budi menanggapi video viral sidak Wakil Wali Kota Surabaya dengan menyebut botol berisi BBM yang diduga tercampur air dibawa dari luar SPBU. “Seperti yang ada di CCTV kami, terlihat bahwa memang botol itu dari luar,” katanya.

Baca Juga: Tuding JTV, Wawali Armuji Ceritakan Penyebab Viralnya Kasus Nenek Elina

 

Setelah video tersebut viral, lima konsumen melapor mengalami motor brebet setelah mengisi BBM di SPBU Rajawali. Laporan tersebut diterima dan akan diteruskan ke Pertamina untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.

 

Perbedaan hasil sidak antara pihak kepolisian dan Wakil Wali Kota Surabaya menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Polisi menyatakan tidak menemukan kandungan air, sementara Armuji membawa sampel yang diduga tercampur air. Penyelidikan lanjutan diharapkan memberi kepastian atas kualitas BBM di SPBU Rajawali dan menenangkan masyarakat.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

Para kader mengaku terpukul dan tak menyangka sosok yang selama ini menjadi pengayom partai itu pergi begitu cepat.

Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Cak Awi dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, bersahaja, serta mampu merangkul berbagai kalangan, baik di parlemen maupun di internal partai.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

Cak Awi, sapaan akrab-Dominikus Adi Sutarwijono, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.