Minggu, 06 Sep 2026 08:37 WIB

Adaptasi Kocak Kacik, Kotaseger Hadirkan Angon Angin di Parade Teater Jatim

  • Penulis : Yasin
  • | Sabtu, 25 Okt 2025 12:15 WIB
Pertunjukan Angon Angin
Pertunjukan Angon Angin

selalu.id – Parade Teater Jawa Timur 2025 resmi digelar pada 24–25 Oktober 2025 di Gedung Cak Durasim, Kompleks Taman Budaya Jawa Timur. Salah satu sajian yang menarik perhatian penonton adalah pertunjukan Angon Angin yang dipersembahkan Komunitas Kotaseger Indonesia.

 

Baca Juga: Dewan Kebudayaan Diproyeksi Kubur Dewan Kesenian Surabaya, Maestro Ludruk: Saya Akan Lawan

Pertunjukan dibuka dengan suasana hening. Dalam gelap gulita terdengar rapalan zikir yang perlahan menjalar ke seluruh ruang. Dari kegelapan itu muncul sosok makhluk yang terperangkap di dalam jala, alat tradisional penangkap ikan yang menjadi simbol perjalanan tokoh bernama Darim dalam pencarian jiwanya.

Adegan demi adegan ditampilkan secara akrobatik dengan tetap menonjolkan pesan dan simbol yang ingin disampaikan kepada penonton. Pertunjukan juga menampilkan penanda lokalitas, fenomena sosial, serta nilai-nilai sufistik yang mengisi keseluruhan lakon.

 

Sutradara Angon Angin, Ali Khumaini, menjelaskan bahwa pementasan ini merupakan adaptasi dari lakon Kocak Kacik karya Arifin C. Noer.

“Kami mengadaptasi lakon Kocak Kacik ini untuk menilik kembali gagasan, ide, bahkan nilai-nilai dan nalar teater dari Arifin. Kami membaca karya Arifin ini sebagai medium perenungan jiwa, sekaligus melakukan olah diri untuk sepenuhnya menghadirkan konteks di dalam pertunjukan,” kata Ali.

 

Baca Juga: DKS Mau Diubah jadi Dewan Kebudayaan, Seniman Surabaya Minta Tak Sekadar Ganti Nama

Ali menambahkan, proses adaptasi Angon Angin melibatkan banyak unsur kearifan lokal dari daerah asal para anggotanya. Ia bersama tim Kotaseger Indonesia menampilkan karya dengan pendekatan tubuh yang estetik dan adaptif terhadap konteks sosial masyarakat setempat.

Presidium Dewan Kesenian Jawa Timur yang juga Kurator Parade Teater Jatim 2025, Luhur Kayungga, mengatakan Komunitas Kotaseger terpilih karena menawarkan pendekatan kreatif yang berbeda dari kelompok lain.

 

“Dari enam kelompok yang lolos kurasi, hanya Kotaseger yang berani menggunakan pendekatan lain. Mereka tidak hanya berhasil mengadaptasi bentuk, tetapi juga nalar, gagasan, dan nilai-nilai dalam naskah tersebut dengan lokalitas mereka,” ujar Luhur.

Baca Juga: SMP Labschool Unesa 3 Surabaya Gelar ANSARA 2025, Gen Z Didorong jadi Pahlawan Bahasa

 

Tahun ini Parade Teater Jatim mengusung tema “Membaca Arifin C. Noer dalam Platform Teater Jawa Timur.” Para kurator memberi ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi karya Arifin C. Noer melalui pendekatan berbasis kearifan lokal di berbagai daerah.

 

Melalui kesempatan ini, Komunitas Kotaseger Indonesia menghadirkan Angon Angin sebagai bentuk adaptasi Kocak Kacik dalam perspektif dan konteks budaya mereka.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.