Jumat, 05 Jun 2026 04:41 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Seleksi Calon Direksi KBS Libatkan Ahli Konservasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 25 Okt 2025 09:51 WIB
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto

selalu.id — Pemerintah Kota Surabaya menanggapi polemik sembilan calon direksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang seluruhnya tidak berlatar belakang konservasi satwa.

 

Baca Juga: KBS Bakal Masuk Penataan Besar, Wali Kota Eri Siapkan Satwa Rahasia dari Jepang

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, memastikan proses seleksi masih berlangsung dan belum sampai pada tahap penilaian kompetensi.

 

“Sekarang ini baru tahap administrasi. Belum sampai ke evaluasi yang menilai kesesuaian dengan kebutuhan jabatan. Setelah ini akan ada tahap seleksi berikutnya yang melibatkan tim penguji dari kalangan ahli konservasi juga,” kata Lilik saat dihubungi selalu.id, Jumat (24/10/2025).

 

Ia menegaskan, hasil seleksi administrasi bukan jaminan para calon akan lolos ke kursi direksi.

 

“Nanti kita lihat hasil seleksi berikutnya. Kalau memang tidak memenuhi kriteria, tentu tidak akan lolos. Semua mengikuti aturan dalam Peraturan Pemerintah tentang tata cara seleksi direksi BUMD,” ujarnya.

 

Lilik menepis anggapan bahwa proses seleksi hanya menonjolkan sisi manajerial tanpa memperhatikan aspek konservasi.

 

“Untuk KBS, hal-hal seperti konservasi dan pengelolaan satwa tentu diperhitungkan. Tidak harus berlatar pendidikan konservasi secara formal, tapi tetap harus memahami bidang itu, baik dari pengalaman kerja maupun kemampuan pribadi,” katanya.

 

Menurutnya, kemampuan memahami dunia satwa tak selalu diukur dari gelar pendidikan.

 

“Kadang kemampuan itu tidak selalu ditunjukkan dari sekolah atau jurusan, tapi dari pengalaman kerja. Dari tahap uji kompetensi dan wawancara nanti akan terlihat siapa yang benar-benar punya pemahaman konservasi,” jelasnya.

 

Pemkot, kata Lilik, berkomitmen memastikan manajemen KBS diisi orang-orang yang memahami keseimbangan antara konservasi dan bisnis.

 

“Yang penting punya kemampuan dan kepedulian terhadap konservasi. Karena KBS ini bukan sekadar tempat wisata, tapi juga lembaga pelestarian,” tambahnya.

Baca Juga: Info Rek! Parkir Kebun Binatang Surabaya Bakal Seperti Gerbang Tol Lho..

 

Sebelumnya, Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (Apecsi), Singky Soewadji, menilai hasil seleksi yang diumumkan Panitia Seleksi (Pansel) menunjukkan ketidakseriusan Pemkot Surabaya menjaga marwah lembaga konservasi tertua di Indonesia itu.

 

“Dari sembilan nama calon direktur, tidak ada satu pun yang dikenal di dunia konservasi. Bahkan tiga di antaranya justru berlatar belakang sarjana hukum. Ini seleksi direktur lembaga konservasi atau lembaga bantuan hukum?” ujar Singky, Jumat (23/10/2025).

 

Dokumen hasil seleksi administrasi yang ditandatangani Ketua Pansel, Agung Bayu Murti, pada 22 Oktober 2025 mencantumkan sembilan nama calon direksi KBS yang lolos tahap awal:

 

1. Bony Fasius, S.Sos., M.AP.

2. Dedy Darsono Gunawan

3. Hariyono, ST.CRP

4. Ivy Juana, S.Sos., SH., MH.

Baca Juga: Kebun Binatang Surabaya Membludak saat Libur Lebaran, Ini yang Jadi Favorit Anak-anak

5. Jajeli Rois, S.E.

6. H. Moch. Unsi, SH.

7. Muhammad Syarifullah, SH.

8. Rachmad Wahyudi Wibowo, ST.

9. Yanuar Budianto, SE., MM.

 

Singky juga menilai proses seleksi tidak transparan dan tanpa kriteria yang jelas.

 

“Pada seleksi sebelumnya masih ada dua nama dengan rekam jejak kuat di bidang konservasi, yaitu mantan pegawai KBS dan mantan Direktur Kebun Binatang Semarang. Tapi keduanya justru dinyatakan tidak memenuhi syarat,” katanya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.