Rabu, 22 Jul 2026 08:04 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Seleksi Calon Direksi KBS Libatkan Ahli Konservasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 25 Okt 2025 09:51 WIB
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto

selalu.id — Pemerintah Kota Surabaya menanggapi polemik sembilan calon direksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang seluruhnya tidak berlatar belakang konservasi satwa.

 

Baca Juga: KBS Bakal Masuk Penataan Besar, Wali Kota Eri Siapkan Satwa Rahasia dari Jepang

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, memastikan proses seleksi masih berlangsung dan belum sampai pada tahap penilaian kompetensi.

 

“Sekarang ini baru tahap administrasi. Belum sampai ke evaluasi yang menilai kesesuaian dengan kebutuhan jabatan. Setelah ini akan ada tahap seleksi berikutnya yang melibatkan tim penguji dari kalangan ahli konservasi juga,” kata Lilik saat dihubungi selalu.id, Jumat (24/10/2025).

 

Ia menegaskan, hasil seleksi administrasi bukan jaminan para calon akan lolos ke kursi direksi.

 

“Nanti kita lihat hasil seleksi berikutnya. Kalau memang tidak memenuhi kriteria, tentu tidak akan lolos. Semua mengikuti aturan dalam Peraturan Pemerintah tentang tata cara seleksi direksi BUMD,” ujarnya.

 

Lilik menepis anggapan bahwa proses seleksi hanya menonjolkan sisi manajerial tanpa memperhatikan aspek konservasi.

 

“Untuk KBS, hal-hal seperti konservasi dan pengelolaan satwa tentu diperhitungkan. Tidak harus berlatar pendidikan konservasi secara formal, tapi tetap harus memahami bidang itu, baik dari pengalaman kerja maupun kemampuan pribadi,” katanya.

 

Menurutnya, kemampuan memahami dunia satwa tak selalu diukur dari gelar pendidikan.

 

“Kadang kemampuan itu tidak selalu ditunjukkan dari sekolah atau jurusan, tapi dari pengalaman kerja. Dari tahap uji kompetensi dan wawancara nanti akan terlihat siapa yang benar-benar punya pemahaman konservasi,” jelasnya.

 

Pemkot, kata Lilik, berkomitmen memastikan manajemen KBS diisi orang-orang yang memahami keseimbangan antara konservasi dan bisnis.

 

“Yang penting punya kemampuan dan kepedulian terhadap konservasi. Karena KBS ini bukan sekadar tempat wisata, tapi juga lembaga pelestarian,” tambahnya.

Baca Juga: Info Rek! Parkir Kebun Binatang Surabaya Bakal Seperti Gerbang Tol Lho..

 

Sebelumnya, Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (Apecsi), Singky Soewadji, menilai hasil seleksi yang diumumkan Panitia Seleksi (Pansel) menunjukkan ketidakseriusan Pemkot Surabaya menjaga marwah lembaga konservasi tertua di Indonesia itu.

 

“Dari sembilan nama calon direktur, tidak ada satu pun yang dikenal di dunia konservasi. Bahkan tiga di antaranya justru berlatar belakang sarjana hukum. Ini seleksi direktur lembaga konservasi atau lembaga bantuan hukum?” ujar Singky, Jumat (23/10/2025).

 

Dokumen hasil seleksi administrasi yang ditandatangani Ketua Pansel, Agung Bayu Murti, pada 22 Oktober 2025 mencantumkan sembilan nama calon direksi KBS yang lolos tahap awal:

 

1. Bony Fasius, S.Sos., M.AP.

2. Dedy Darsono Gunawan

3. Hariyono, ST.CRP

4. Ivy Juana, S.Sos., SH., MH.

Baca Juga: Kebun Binatang Surabaya Membludak saat Libur Lebaran, Ini yang Jadi Favorit Anak-anak

5. Jajeli Rois, S.E.

6. H. Moch. Unsi, SH.

7. Muhammad Syarifullah, SH.

8. Rachmad Wahyudi Wibowo, ST.

9. Yanuar Budianto, SE., MM.

 

Singky juga menilai proses seleksi tidak transparan dan tanpa kriteria yang jelas.

 

“Pada seleksi sebelumnya masih ada dua nama dengan rekam jejak kuat di bidang konservasi, yaitu mantan pegawai KBS dan mantan Direktur Kebun Binatang Semarang. Tapi keduanya justru dinyatakan tidak memenuhi syarat,” katanya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.