Pemkot Surabaya Pastikan Seleksi Calon Direksi KBS Libatkan Ahli Konservasi
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 25 Okt 2025 09:51 WIB
selalu.id — Pemerintah Kota Surabaya menanggapi polemik sembilan calon direksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang seluruhnya tidak berlatar belakang konservasi satwa.
Baca Juga: Tiket KBS Berpotensi Naik 2026, Manajemen Ajukan Skema Rp20–25 Ribu
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, memastikan proses seleksi masih berlangsung dan belum sampai pada tahap penilaian kompetensi.
“Sekarang ini baru tahap administrasi. Belum sampai ke evaluasi yang menilai kesesuaian dengan kebutuhan jabatan. Setelah ini akan ada tahap seleksi berikutnya yang melibatkan tim penguji dari kalangan ahli konservasi juga,” kata Lilik saat dihubungi selalu.id, Jumat (24/10/2025).
Ia menegaskan, hasil seleksi administrasi bukan jaminan para calon akan lolos ke kursi direksi.
“Nanti kita lihat hasil seleksi berikutnya. Kalau memang tidak memenuhi kriteria, tentu tidak akan lolos. Semua mengikuti aturan dalam Peraturan Pemerintah tentang tata cara seleksi direksi BUMD,” ujarnya.
Lilik menepis anggapan bahwa proses seleksi hanya menonjolkan sisi manajerial tanpa memperhatikan aspek konservasi.
“Untuk KBS, hal-hal seperti konservasi dan pengelolaan satwa tentu diperhitungkan. Tidak harus berlatar pendidikan konservasi secara formal, tapi tetap harus memahami bidang itu, baik dari pengalaman kerja maupun kemampuan pribadi,” katanya.
Menurutnya, kemampuan memahami dunia satwa tak selalu diukur dari gelar pendidikan.
“Kadang kemampuan itu tidak selalu ditunjukkan dari sekolah atau jurusan, tapi dari pengalaman kerja. Dari tahap uji kompetensi dan wawancara nanti akan terlihat siapa yang benar-benar punya pemahaman konservasi,” jelasnya.
Pemkot, kata Lilik, berkomitmen memastikan manajemen KBS diisi orang-orang yang memahami keseimbangan antara konservasi dan bisnis.
“Yang penting punya kemampuan dan kepedulian terhadap konservasi. Karena KBS ini bukan sekadar tempat wisata, tapi juga lembaga pelestarian,” tambahnya.
Baca Juga: Target 200 Ribu Pengunjung, KBS Siapkan Skema Parkir Darurat
Sebelumnya, Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (Apecsi), Singky Soewadji, menilai hasil seleksi yang diumumkan Panitia Seleksi (Pansel) menunjukkan ketidakseriusan Pemkot Surabaya menjaga marwah lembaga konservasi tertua di Indonesia itu.
“Dari sembilan nama calon direktur, tidak ada satu pun yang dikenal di dunia konservasi. Bahkan tiga di antaranya justru berlatar belakang sarjana hukum. Ini seleksi direktur lembaga konservasi atau lembaga bantuan hukum?” ujar Singky, Jumat (23/10/2025).
Dokumen hasil seleksi administrasi yang ditandatangani Ketua Pansel, Agung Bayu Murti, pada 22 Oktober 2025 mencantumkan sembilan nama calon direksi KBS yang lolos tahap awal:
1. Bony Fasius, S.Sos., M.AP.
2. Dedy Darsono Gunawan
3. Hariyono, ST.CRP
4. Ivy Juana, S.Sos., SH., MH.
Baca Juga: KBS Gelar Program Libur Nataru, Tiket Masuk Tetap Rp15 Ribu
5. Jajeli Rois, S.E.
6. H. Moch. Unsi, SH.
7. Muhammad Syarifullah, SH.
8. Rachmad Wahyudi Wibowo, ST.
9. Yanuar Budianto, SE., MM.
Singky juga menilai proses seleksi tidak transparan dan tanpa kriteria yang jelas.
“Pada seleksi sebelumnya masih ada dua nama dengan rekam jejak kuat di bidang konservasi, yaitu mantan pegawai KBS dan mantan Direktur Kebun Binatang Semarang. Tapi keduanya justru dinyatakan tidak memenuhi syarat,” katanya.
Editor : Ading
