Selasa, 29 Sep 2026 00:19 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Seleksi Calon Direksi KBS Libatkan Ahli Konservasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 25 Okt 2025 09:51 WIB
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto

selalu.id — Pemerintah Kota Surabaya menanggapi polemik sembilan calon direksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang seluruhnya tidak berlatar belakang konservasi satwa.

 

Baca Juga: Menanti Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Rp10 Miliar di Kebun Binatang Surabaya

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, memastikan proses seleksi masih berlangsung dan belum sampai pada tahap penilaian kompetensi.

 

“Sekarang ini baru tahap administrasi. Belum sampai ke evaluasi yang menilai kesesuaian dengan kebutuhan jabatan. Setelah ini akan ada tahap seleksi berikutnya yang melibatkan tim penguji dari kalangan ahli konservasi juga,” kata Lilik saat dihubungi selalu.id, Jumat (24/10/2025).

 

Ia menegaskan, hasil seleksi administrasi bukan jaminan para calon akan lolos ke kursi direksi.

 

“Nanti kita lihat hasil seleksi berikutnya. Kalau memang tidak memenuhi kriteria, tentu tidak akan lolos. Semua mengikuti aturan dalam Peraturan Pemerintah tentang tata cara seleksi direksi BUMD,” ujarnya.

 

Lilik menepis anggapan bahwa proses seleksi hanya menonjolkan sisi manajerial tanpa memperhatikan aspek konservasi.

 

“Untuk KBS, hal-hal seperti konservasi dan pengelolaan satwa tentu diperhitungkan. Tidak harus berlatar pendidikan konservasi secara formal, tapi tetap harus memahami bidang itu, baik dari pengalaman kerja maupun kemampuan pribadi,” katanya.

 

Menurutnya, kemampuan memahami dunia satwa tak selalu diukur dari gelar pendidikan.

 

“Kadang kemampuan itu tidak selalu ditunjukkan dari sekolah atau jurusan, tapi dari pengalaman kerja. Dari tahap uji kompetensi dan wawancara nanti akan terlihat siapa yang benar-benar punya pemahaman konservasi,” jelasnya.

 

Pemkot, kata Lilik, berkomitmen memastikan manajemen KBS diisi orang-orang yang memahami keseimbangan antara konservasi dan bisnis.

 

“Yang penting punya kemampuan dan kepedulian terhadap konservasi. Karena KBS ini bukan sekadar tempat wisata, tapi juga lembaga pelestarian,” tambahnya.

Baca Juga: Buntut Kasus Korupsi, Pemkot Surabaya Buka Seleksi Terbuka Dirut KBS Secara Nasional

 

Sebelumnya, Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (Apecsi), Singky Soewadji, menilai hasil seleksi yang diumumkan Panitia Seleksi (Pansel) menunjukkan ketidakseriusan Pemkot Surabaya menjaga marwah lembaga konservasi tertua di Indonesia itu.

 

“Dari sembilan nama calon direktur, tidak ada satu pun yang dikenal di dunia konservasi. Bahkan tiga di antaranya justru berlatar belakang sarjana hukum. Ini seleksi direktur lembaga konservasi atau lembaga bantuan hukum?” ujar Singky, Jumat (23/10/2025).

 

Dokumen hasil seleksi administrasi yang ditandatangani Ketua Pansel, Agung Bayu Murti, pada 22 Oktober 2025 mencantumkan sembilan nama calon direksi KBS yang lolos tahap awal:

 

1. Bony Fasius, S.Sos., M.AP.

2. Dedy Darsono Gunawan

3. Hariyono, ST.CRP

4. Ivy Juana, S.Sos., SH., MH.

Baca Juga: Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

5. Jajeli Rois, S.E.

6. H. Moch. Unsi, SH.

7. Muhammad Syarifullah, SH.

8. Rachmad Wahyudi Wibowo, ST.

9. Yanuar Budianto, SE., MM.

 

Singky juga menilai proses seleksi tidak transparan dan tanpa kriteria yang jelas.

 

“Pada seleksi sebelumnya masih ada dua nama dengan rekam jejak kuat di bidang konservasi, yaitu mantan pegawai KBS dan mantan Direktur Kebun Binatang Semarang. Tapi keduanya justru dinyatakan tidak memenuhi syarat,” katanya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pembunuhan Berantai di Afsel, Korban Capai 30 Orang Lebih

Tragedi berdarah yang merenggut lebih dari 30 nyawa ini makin mempertegas krisis kejahatan kekerasan yang kian mengkhawatirkan.

Momen Presiden Prabowo Melayat ke Rumah Megawati, Sampaikan Duka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Kehadiran Presiden beserta jajaran menjadi bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga besar yang ditinggalkan.

Bocoran Subsidi BBM di RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna Besok

Guna menekan ketergantungan masyarakat terhadap LPG, terutama yang berbasis impor, pemerintah terus menggenjot penyediaan sumber energi alternatif.

Hasil FIFA Asean Cup 2026: Indonesia vs Malaysia Berbagi Satu Poin

Malaysia masih berada di posisi teratas grup A Fifa Asean Cup 2026 disusul Indonesia di posisi kedua.

Fifa Asean Cup 2026: Babak Pertama Indonesia Vs Malaysia, Gol Hubner Dianulir

Menit ke-36, Thom Haye diganjar kartu merah setelah melanggar Arif Aiman.

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali PRT, Tak Hanya Pekerja tapi Juga Lindungi Agen P3RT

Dengan demikian, aturan di tingkat kota nantinya tetap selaras dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.