Minggu, 01 Feb 2026 21:43 WIB

Wara Renny: DPRD Jatim Dukung Kebijakan Pupuk Murah, Tekankan Keterjangkauan untuk Petani Kecil

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Renny Sundari Pramana
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Renny Sundari Pramana

selalu.id – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen mulai Rabu (22/10/2025). Langkah ini dinilai membawa angin segar bagi jutaan petani di Jawa Timur dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.

 

Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Renny Sundari Pramana, menilai kebijakan tersebut berpihak kepada petani. Namun, ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk agar penurunan harga benar-benar dirasakan petani kecil.

 

"Kami menyambut baik kebijakan ini karena jelas berpihak kepada petani. Tapi yang tak kalah penting adalah memastikan pupuk tersedia dan sampai ke tangan petani sesuai harga resmi, tanpa permainan distributor atau pengecer," ujar Renny.

 

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim menyebut kebijakan ini sejalan dengan semangat kedaulatan pangan yang diperjuangkan partai yang diperjuangkan partai, yaitu menjamin ketersediaan sarana produksi dengan harga terjangkau dan menjaga stabilitas produksi nasional. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Timur diharapkan dapat memaksimalkan manfaat kebijakan tersebut.

 

Renny juga meminta pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota ikut melakukan pengawasan bersama TNI, Polri, dan kelompok tani. Langkah ini untuk mencegah terjadinya kelangkaan atau penimbunan pupuk bersubsidi, terutama menjelang dan selama musim tanam.

 

"Jawa Timur adalah lumbung pangan nasional. Maka kebijakan sebesar ini harus diikuti langkah konkret di lapangan. Distribusi lancar, stok cukup, dan harga sesuai aturan," katanya.

Baca Juga: Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

 

Dengan penurunan harga pupuk hingga 20 persen, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim berharap biaya produksi pertanian dapat ditekan, nilai tukar petani meningkat, dan kesejahteraan mereka semakin baik.

 

"Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa. Kalau mereka makmur, bangsa pun kuat," ujar Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim itu.

 

Baca Juga: Pengakuan Istri Siri Kusnadi dalam Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim: Dapat Rumah hingga Mobil Mewah

Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyebut penurunan harga pupuk sebagai terobosan besar di tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

 

"Selama puluhan tahun harga pupuk selalu naik, tapi kini berhasil diturunkan. Ini langkah bersejarah bagi dunia pertanian," kata Amran di Jakarta.

 

Penurunan harga berlaku untuk dua jenis pupuk utama, yaitu Urea dan NPK. Harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram atau dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per sak ukuran 50 kilogram. Sementara pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram atau Rp92.000 per sak.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.