Bahasa Inggris Wajib 2027, Pemkot Surabaya Klaim Sudah Jalankan Program Sejak PAUD
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 23 Okt 2025 14:43 WIB
selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan siap menyambut kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028.
Baca Juga: Peras Kadispendik Jatim Atas Kasus Perselingkuhan, Dua Mahasiswa Ditangkap
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan program yang sudah lebih dulu dijalankan Pemkot Surabaya.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan nanti kalau program kementerian berjalan tahun depan, kami sudah mempersiapkan lebih dulu,” ujar Yusuf, Kamis (23/10/2025).
Ia menjelaskan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda PAUD Rini Indriyani telah menginisiasi penguatan kemampuan bahasa, khususnya Bahasa Inggris, sejak setahun lalu. Program ini dimulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD).
“Di PAUD itu ada pengenalan kosakata, dan itu sudah kita mulai. Untuk SD, naik satu level lagi bagaimana merangkai kosakata yang sudah diajarkan di PAUD,” jelas Yusuf.
Ia berharap tahapan pembelajaran tersebut dapat membentuk kesiapan siswa saat memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Waktu SMP itu kan mulai bicara bidang studi Bahasa Inggris. Kalau dari awal sudah dibekali kosakata, nanti anak-anak lebih siap belajar grammar dan lainnya,” tambahnya.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Orang Tua Berperan Aktif untuk Perkembangan Anak di Sekolah
Untuk memperkuat kemampuan berbahasa, Dispendik Surabaya juga menjalankan program khusus setiap hari Jumat di sekolah-sekolah dasar dan menengah.
“Setiap Jumat di SD dan SMP sudah ada programnya. Anak-anak diajak berani berbicara Bahasa Inggris dengan teman dan gurunya,” ungkap Yusuf.
Terkait kesiapan guru, Yusuf memastikan tenaga pengajar di SD dan SMP sudah mampu mendukung program tersebut. Di Surabaya, pengajaran Bahasa Inggris telah masuk dalam muatan lokal (mulok) dan dapat diajarkan oleh guru lain yang memiliki kompetensi.
Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Dispendik Bentuk Satgas Cegah Bullying saat MPLS
“Kalau bilingual itu kan pengajarnya juga harus nyaman. Jadi guru lain yang bisa Bahasa Inggris juga kami libatkan,” ujarnya.
Yusuf menegaskan, penguatan Bahasa Inggris tidak hanya bergantung pada guru bahasa, tetapi menjadi tanggung jawab semua guru.
“Kalau di Surabaya, sudah dikenalkan bertahap sejak PAUD, SD, sampai SMP. PAUD fokus pada pengenalan kosakata, SD mulai merangkai kalimat, dan SMP lebih pada grammar,” pungkasnya.
Editor : Ading