Sabtu, 20 Jun 2026 13:16 WIB

Hanya Rp300 Juta, DPRD Nilai Anggaran Pelatihan Budidaya Lele dan Nila Surabaya Terlalu Kecil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Okt 2025 14:38 WIB

selalu.id – Komisi B DPRD Kota Surabaya meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memaksimalkan penggunaan anggaran program pemberdayaan masyarakat, terutama pada pelatihan dan budidaya ikan.

 

Baca Juga: Sensus Ekonomi jadi Penentu Program UMKM Surabaya

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo, menyoroti kecilnya alokasi dana pelatihan masyarakat yang hanya sekitar Rp300 juta. Ia menilai anggaran tersebut terlalu kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Surabaya yang mencapai lebih dari 3 juta jiwa.

 

“Anggaran pelatihan itu kecil, hanya sekitar Rp300 juta untuk 20 orang, tapi dilakukan 22 kali dalam setahun. Mestinya cakupannya lebih luas agar semakin banyak warga bisa ikut. Dan jangan berhenti di pelatihan saja, harus ada tindak lanjutnya,” ujar Agoeng, Kamis (23/10/2025).

 

Politisi Partai Golkar itu juga menyoroti pengurangan anggaran untuk pengadaan benih ikan seperti lele dan nila. Ia menilai program budidaya perikanan berpotensi membantu ekonomi keluarga jika diperluas hingga tingkat RT.

 

“Justru program seperti ini jangan dikurangi. Kalau bisa malah ditambah dua kali lipat agar lebih banyak warga bisa berbudidaya. APBD harus benar-benar berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

 

Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan pihaknya akan menyesuaikan program berdasarkan skala prioritas dan rasionalisasi anggaran.

Baca Juga: Konflik Lahan Gereja Bethany Surabaya Kini Mulai Temui Solusi, Pemkot Jamin Begini

 

“Secara prinsip kami pertimbangkan dari sisi waktu, output, dan sasarannya. Semua akan kami bahas lebih detail,” kata Antiek.

 

Ia menjelaskan, DKPP saat ini memfokuskan dukungan terhadap program Kampung Pancasila, terutama dalam pengembangan urban farming. Program tersebut dinilai dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga lingkungan.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Bakal Bawa Tuntutan Mahasiswa ke Pusat

“Urban farming ini memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam atau memelihara ikan. Selain mendukung ekonomi keluarga, juga menjaga ketahanan pangan di tingkat RW,” jelasnya.

 

Antiek menambahkan, pihaknya tengah memetakan RW yang sudah menjalankan kegiatan budidaya agar pelaksanaan program lebih merata.

 

“Datanya masih kami petakan, mana RW yang sudah punya kegiatan budidaya dan mana yang belum,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Rayakan Ulang Tahun Berujung Nyawa

Saat ini polisi masih mendalami kronologi kejadian dan memburu pelaku pembacokan yang menyebabkan pelajar meninggal dunia dan satu korban lainnya terluka.

Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat, Ketua DPRD Jatim Diminta Mundur dari Jabatannya

Pernyataan itu dilontarkan para mahasiswa saat Musyafak menemui langsung dan memberikan statment yang dirasa tidak berpihak kepada masyarakat.

Diduga Gegara Lilin, Rumah di Karanglo Probolinggo Ludes Terbakar ‎

Dalam proses pemadaman, ‎petugas damkar menerjunkan sebanyak empat armada. ‎Api kemudian berhasil dipadamkan setelah sekitar tiga puluh menit.

Menilik Magisnya Tradisi Grebeg Suro di Sidoarjo

Grebeg Suro diawali dengan ziarah ke makam para pendiri Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa membangun daerah.

Detik-detik Menegangkan Evakuasi Balita 3 Tahun Terkunci dalam Mobil di Mojokerto

Proses evakuasi berjalan sekitar satu jam. Balita itu kemudian berhasil dikeluarkan dari mobil setelah memanggil tukang kunci dan Damkar BPBD serta relawan.

DPRD Jatim Desak Pemprov Segera Isi Kekosongan Jabatan Kepala Dinas

Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengganggu efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.