Rabu, 23 Sep 2026 19:59 WIB

Hanya Rp300 Juta, DPRD Nilai Anggaran Pelatihan Budidaya Lele dan Nila Surabaya Terlalu Kecil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Okt 2025 14:38 WIB

selalu.id – Komisi B DPRD Kota Surabaya meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memaksimalkan penggunaan anggaran program pemberdayaan masyarakat, terutama pada pelatihan dan budidaya ikan.

 

Baca Juga: Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo, menyoroti kecilnya alokasi dana pelatihan masyarakat yang hanya sekitar Rp300 juta. Ia menilai anggaran tersebut terlalu kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Surabaya yang mencapai lebih dari 3 juta jiwa.

 

“Anggaran pelatihan itu kecil, hanya sekitar Rp300 juta untuk 20 orang, tapi dilakukan 22 kali dalam setahun. Mestinya cakupannya lebih luas agar semakin banyak warga bisa ikut. Dan jangan berhenti di pelatihan saja, harus ada tindak lanjutnya,” ujar Agoeng, Kamis (23/10/2025).

 

Politisi Partai Golkar itu juga menyoroti pengurangan anggaran untuk pengadaan benih ikan seperti lele dan nila. Ia menilai program budidaya perikanan berpotensi membantu ekonomi keluarga jika diperluas hingga tingkat RT.

 

“Justru program seperti ini jangan dikurangi. Kalau bisa malah ditambah dua kali lipat agar lebih banyak warga bisa berbudidaya. APBD harus benar-benar berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

 

Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan pihaknya akan menyesuaikan program berdasarkan skala prioritas dan rasionalisasi anggaran.

Baca Juga: DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

 

“Secara prinsip kami pertimbangkan dari sisi waktu, output, dan sasarannya. Semua akan kami bahas lebih detail,” kata Antiek.

 

Ia menjelaskan, DKPP saat ini memfokuskan dukungan terhadap program Kampung Pancasila, terutama dalam pengembangan urban farming. Program tersebut dinilai dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga lingkungan.

 

Baca Juga: Kisah Tifa, Siswi SMKN 5 Surabaya Tak Mampu Beli Seragam Tapi Tercatat Kaya

“Urban farming ini memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam atau memelihara ikan. Selain mendukung ekonomi keluarga, juga menjaga ketahanan pangan di tingkat RW,” jelasnya.

 

Antiek menambahkan, pihaknya tengah memetakan RW yang sudah menjalankan kegiatan budidaya agar pelaksanaan program lebih merata.

 

“Datanya masih kami petakan, mana RW yang sudah punya kegiatan budidaya dan mana yang belum,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Pantauan di lokasi, terdapat empat mobil Avanza berwarna hitam terparkir di halaman Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto. Diduga mobil itu dikendarai oleh tim KPK.

Oknum ASN Jember Dilaporkan ke Itjen Kemenag Buntut Nikah Siri, Modusnya Bikin Ngelus Dada

Oknum ASN itu berinisial AFA, yang bertugas di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Saat ini, krisis kekeringan di Jawa Timur kian meluas, dengan 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga maupun tanggap darurat. 

Ketika Sedekah Bumi dan Pengajian Satukan Warga Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat silaturahmi antarwarga.

Update Korban KM Virgo Transport 8: Satu Ditemukan Lagi, 116 Masih dalam Pencarian

Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat dan 19 orang meninggal dunia. Sementara itu, 116 orang lainnya masih dalam pencarian.

Mulai Bulan Depan ASN Surabaya Ngantor di Balai RW, Ini Perintah Tegas Wali Kota Eri

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta setiap Kepala Perangkat Daerah menempatkan ASN yang memiliki kemampuan untuk menjadi pengampu wilayah.