Rabu, 05 Agu 2026 22:24 WIB

Hanya Rp300 Juta, DPRD Nilai Anggaran Pelatihan Budidaya Lele dan Nila Surabaya Terlalu Kecil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Okt 2025 14:38 WIB

selalu.id – Komisi B DPRD Kota Surabaya meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memaksimalkan penggunaan anggaran program pemberdayaan masyarakat, terutama pada pelatihan dan budidaya ikan.

 

Baca Juga: Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo, menyoroti kecilnya alokasi dana pelatihan masyarakat yang hanya sekitar Rp300 juta. Ia menilai anggaran tersebut terlalu kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Surabaya yang mencapai lebih dari 3 juta jiwa.

 

“Anggaran pelatihan itu kecil, hanya sekitar Rp300 juta untuk 20 orang, tapi dilakukan 22 kali dalam setahun. Mestinya cakupannya lebih luas agar semakin banyak warga bisa ikut. Dan jangan berhenti di pelatihan saja, harus ada tindak lanjutnya,” ujar Agoeng, Kamis (23/10/2025).

 

Politisi Partai Golkar itu juga menyoroti pengurangan anggaran untuk pengadaan benih ikan seperti lele dan nila. Ia menilai program budidaya perikanan berpotensi membantu ekonomi keluarga jika diperluas hingga tingkat RT.

 

“Justru program seperti ini jangan dikurangi. Kalau bisa malah ditambah dua kali lipat agar lebih banyak warga bisa berbudidaya. APBD harus benar-benar berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

 

Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan pihaknya akan menyesuaikan program berdasarkan skala prioritas dan rasionalisasi anggaran.

Baca Juga: Di Balik Pagar Besi Mal Surabaya, DPRD Endus Adanya Kekhawatiran

 

“Secara prinsip kami pertimbangkan dari sisi waktu, output, dan sasarannya. Semua akan kami bahas lebih detail,” kata Antiek.

 

Ia menjelaskan, DKPP saat ini memfokuskan dukungan terhadap program Kampung Pancasila, terutama dalam pengembangan urban farming. Program tersebut dinilai dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga lingkungan.

 

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

“Urban farming ini memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam atau memelihara ikan. Selain mendukung ekonomi keluarga, juga menjaga ketahanan pangan di tingkat RW,” jelasnya.

 

Antiek menambahkan, pihaknya tengah memetakan RW yang sudah menjalankan kegiatan budidaya agar pelaksanaan program lebih merata.

 

“Datanya masih kami petakan, mana RW yang sudah punya kegiatan budidaya dan mana yang belum,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Langkah Tegas Polres Pasuruan Usut Tuntas Tewasnya Terduga Pelaku Judol di Beji

Hasil dari pemeriksaan internal ini nantinya juga bakal dibuka secara terbuka kepada publik sebagai wujud transparansi institusi.