Selasa, 03 Nov 2026 06:32 WIB

Anggaran Satpol PP Surabaya Turun, Komisi A Soroti 637 Tenaga Kontrak Langgar Disiplin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Okt 2025 15:08 WIB

selalu.id – Komisi A DPRD Kota Surabaya menyoroti kinerja dan distribusi sumber daya manusia di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya setelah mengetahui adanya penurunan anggaran dalam Raperda APBD 2026.

 

Baca Juga: Komisi A DPRD Surabaya Dorong Pembelian Seragam Dinas di 4 OPD Gunakan APBD 2027

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengatakan anggaran Satpol PP pada tahun 2025 sebesar Rp155 miliar, namun dalam rancangan APBD 2026 turun menjadi Rp151 miliar.

 

“Ini bukan sekadar soal angka, tapi bagaimana postur anggaran yang cukup besar itu bisa benar-benar berfokus pada pembinaan SDM,” kata Yona usai hearing bersama Satpol PP, di DPRD Surabaya, Selasa (21/10/2025).

 

Satpol PP Surabaya saat ini memiliki total 1.477 personel, terdiri dari 79 ASN, 761 PPPK, dan 637 tenaga kontrak. Yona meminta agar moratorium rekrutmen PPPK dari pemerintah pusat tidak menurunkan semangat para anggota yang masih berstatus kontrak.

 

“Jangan sampai rekan-rekan Satpol PP yang masih kontrak kehilangan motivasi. Mereka ini garda terdepan penegakan perda,” ujarnya.

 

Komisi A juga menyoroti program dropping personel Satpol PP ke kecamatan dan kelurahan sebanyak 657 orang. Mereka difungsikan ganda sebagai tenaga Linmas tanpa rekrutmen baru.

 

“Artinya, satu personel punya peran ganda. Dia Satpol PP, tapi juga menjalankan fungsi Linmas untuk memperkuat keamanan di 31 kecamatan dan 153 kelurahan,” jelasnya.

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

 

Yona menilai distribusi personel belum merata. Dari total 1.477 anggota, hanya sekitar 373 personel tersebar di kecamatan, dengan rata-rata 12 orang per kecamatan.

 

“Padahal situasi kamtibmas kita belum sepenuhnya aman. Beberapa waktu lalu sempat ada kasus asusila di Sememi, juga pesta gay. Maka Satpol PP seharusnya bisa jadi inisiator penegakan perda, jangan menunggu aparat lain bergerak,” tegas politisi Gerindra itu.

 

Selain distribusi personel, Komisi A juga menyoroti pelanggaran disiplin yang masih dilakukan sejumlah anggota Satpol PP.

 

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

“Harus ada tindakan tegas bagi anggota yang berkali-kali melanggar disiplin atau tidak kompeten. Jangan justru yang seperti itu dipertahankan,” tambah Yona.

 

Sementara itu, Kasatpol PP Surabaya, Ahmad Zaini, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti masukan dari dewan dengan melakukan evaluasi internal terhadap kinerja dan disiplin anggota.

 

“Masukan-masukan ini akan kami jadikan bahan perbaikan. Untuk pembahasan APBD 2026 sendiri berjalan lancar. Anggarannya nanti ditetapkan sebesar Rp151 miliar,” ujar Zaini.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tanpa Ronaldo, Al Nassr Hajar Pakhtakor 6-2 di ACL

Bermain sebagai tim tamu tidak membuat mental Al Nassr ciut. Justru mereka langsung menekan sejak menit awal.

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.