Gerakan Wakaf ASNSurabaya Capai Rp1,5 Miliar, Wali Kota Eri Terima Penghargaan
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 10 Okt 2025 16:42 WIB
selalu.id – Gerakan wakaf uang di Surabaya yang digagas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berhasil mengumpulkan dana hingga Rp1,5 miliar dalam waktu singkat. Program ini dimulai dari keluarga Eri sendiri sebelum meluas ke seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.
Baca Juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya
Atas inisiatif dan komitmennya, Eri menerima penghargaan sebagai Agregator Penggerak Wakaf Uang dalam acara Talkshow ISEF 2025 bertema “Jejak Kebaikan Zakat Wakaf, Transformasi Filantropi Islam Menuju Indonesia Emas 2025” di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (8/10/2025) malam. Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, Muhamad Fikser, mengatakan penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan nasional atas komitmen Eri dalam menggerakkan potensi wakaf uang di Surabaya.
“Ini bentuk apresiasi dari Kemenag dan BWI atas antusiasme Wali Kota Eri. Beliau tidak hanya fokus pada wakaf uang, tapi juga serius mengurus aset wakaf seperti masjid, musala, dan tanah wakaf agar semuanya jelas dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Fikser, Jumat (10/10/2025).
Gerakan wakaf ini dimulai dari lingkup keluarga Eri sebelum diteruskan kepada ASN Pemkot Surabaya serta ASN di Kemenag dan BWI Surabaya. Program tersebut diluncurkan melalui acara kick off di Convention Hall Surabaya.
“Dalam waktu singkat, terkumpul total wakaf hampir Rp1,5 miliar. Jumlah ini tertinggi se-Indonesia dibandingkan 15 kota wakaf lainnya,” jelas Fikser.
Atas pencapaian tersebut, Surabaya menjadi satu-satunya kota di Jawa Timur yang ditetapkan sebagai pilot project Kota Wakaf Indonesia.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, menjelaskan bahwa Wali Kota Eri langsung menindaklanjuti program ini setelah memahami perbedaan antara zakat dan wakaf.
“Zakat sifatnya wajib dan habis disalurkan, sedangkan wakaf itu sunah dan bersifat abadi karena pokok hartanya dijaga. Begitu memahami itu, Wali Kota langsung merespons cepat untuk mensukseskan program ini,” katanya.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Surabaya, Kemenag, BWI, dan BPN Kota Surabaya 1 dan 2. Eri disebut memfasilitasi penuh berbagai kegiatan, termasuk kick off dan edukasi wakaf bagi ASN.
Ketua BWI Surabaya, Achmad Muhibbin Zuhri, menyebut kolaborasi lintas lembaga itu menjadi faktor utama keberhasilan Surabaya.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
“Keberhasilan ini karena kerja sama empat pilar utama. Komitmen Wali Kota dan seluruh jajaran sangat luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Surabaya sekaligus Sekretaris BWI Kota Surabaya, Muhammad Yahya, mengatakan penghargaan ini menjadi dorongan moral agar gerakan wakaf di Surabaya terus berlanjut.
“Penghargaan ini diraih saat program wakaf uang masih tahap awal. Ini bukti semangat luar biasa. Semakin besar aset wakaf, semakin banyak warga yang bisa terbantu, melengkapi peran Baznas,” kata Yahya.
Editor : Ading
